View Full Version
Senin, 18 Jan 2010

Membedah Blog Kafir (1): Islam Adalah Geng Pemuja Setan dan Pembunuh Manusia?

GENG Walan Tardho semakin ganas dalam melecehkan Islam. Puluhan website dan blog gratisan jadi panggung penghujatan Islam. Tantangan besar bari para blogger dan hacker Muslim. Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) harus cepat bertindak.

Orang tak beragama saja jijik membaca kata-kata kotor para penghujat Islam itu. Salah satu blog yang isinya penuh dengan kata-kata tengik adalah blog beridentitas “The Gengster of Mohamed” dengan alamat: http:www.geng####.###.com. Untuk menghindari dampak negatif yang tidak diinginkan, alamat situs ini sengaja kami samarkan.

Dalam header blog tertulis kalimat yang sangat menantang, terang-terangan menyebut Islam sebagai sebuah geng pemuja setan: “The Gengster of Mohamed, Satanic Cult: Geng Pemuja Setan yang Berpusat di Ka’bah."

Sayangnya, pemilik blog gratisan itu sama sekali tidak mencantumkan identitasnya. Ia hanya mencantumkan sebuah email di yahoo dengan account Alisina yang tak jelas batang hidungnya.

..Dalam header blog mereka terang-terangan menyebut Islam sebagai sebuah geng pemuja setan: “The Gengster of Mohamed, Satanic Cult: Geng Pemuja Setan yang Berpusat di Ka’bah...

Tidak dicantumkannya identitas ini menunjukkan bahwa pemilik blog ini tidak yakin dengan kebenaran materi blog yang ditulisnya. Atau pemilik blog yakin bahwa konten blog tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan secara agama, moral maupun hukum.

Karena pemilik blog tidak mencantumkan nama anggota maupun institusinya, berarti dia mempersilahkan pengunjung blog untuk memberikan nama apa saja. Maka dalam artikel ini, kita sebut saja pemilik blog penghujat Islam itu sebagai ” Geng Walan Tardho.”

Seharusnya, jika Geng Walan Tardho itu jeli, gaya penyiaran agama dengan cara-cara kotor ini sebetulnya sama sekali tidak menguntungkan dirinya, hanya jadi bumerang terhadap agamanya. Karena dengan cara-cara yang kotor, tak bermoral, dan pengecut, maka otomatis orang  akan menilai bahwa agama yang sedang dianut dan disebarkan oleh pemilik blog penghujatan tersebut adalah agama kotor dan tak bermoral yang mengajarkan kebencian.

TANGGUNGJAWAB MENKOMINFO TIFATUL SEMBIRING

Situs blog anti-Islam di dunia maya ini bukan yang pertama kalinya, tapi sudah berulang-ulang sejak lama. Hal itu tentunya memprovokasi stabilitas keamanan Indonesia, yang mayoritas warganya memeluk agama Islam. Untuk mencegah instabilitas keamanan negara, Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, harus bertanggung jawab.

"Tanggung jawab ada pada Menteri Kominfo. Pak Tifatul Sembiring harus bertanggung jawab," kata Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al-Khaththath.

Lebih lanjut, Muhammad mengatakan, pembuat situs provokatif itu harus segera dilacak identitasnya, dan diberi hukuman yang sesuai.

"Mestinya aparat keamanan segera melacak itu, pembuat situs itu mudah lah dilacak. Saya yakin penegak hukum mampu mengatasi itu," ujarnya.

Senada dengan itu, Wakil Sekretaris MUI Pusat, Asrorun Niam menyatakan, pemerintah harus memblokir situs blog penghujat Islam, agar tidak dapat diakses. Tidak hanya itu, pemerintah harus menindak siapa pelakunya.

...Tanggung jawab ada pada Menteri Kominfo. Pak Tifatul Sembiring harus bertanggung jawab. Pemerintah jangan diam saja, harus proaktif mengawasi, mencegah, dan menindak...

"Pemerintah jangan diam saja, harus proaktif mengawasi, mencegah, dan menindak hal seperti itu," katanya.

Niam mengaku telah mengetahui dan membaca isi yang ada di blog tersebut. Di samping permasalahan agama, di dalamnya juga ada mengemukakan persoalan sosial.

”Hal seperti inilah yang bisa menimbulkan gesekan di masyarakat,” sambungnya.

Karena itu, tegas Niam, negara harus berperan menjaga situasi, agar tidak terjadi saling fitnah. Selain itu, tidak boleh ada seseorang yang mengatasnamakan kebebasan, malah menyebabkan disharmoni.

"Tindakan blokir merupakan tindakan preventif yakni mencegah. Tetapi di luar itu, harus ditelusuri siapa yang membuatnya. Harus efek jera, agar tidak terulang kembali," pungkasnya.

ISLAM DITUDING SEBAGAI GENG PEMUJA SETAN

Meski tak dapat dipastikan identitas penulis blog penghujatan, tapi dengan dari persamaan style dengan belasan blog serupa lainnya, dengan mudah kita bisa menebak, bahwa ideologi pemilik blog.  Mereka adalah menganut kitab suci yang mengajarkan slogan ”Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah aku harapkan, api itu menyala!” dan slogan “aku datang bukan untuk membawa damai di atas bumi, melainkan pertentangan.” Salah satu api pertentangan yang dilemparkannya adalah tulisan blog sbb:

”Banyak orang mengira Islam adalah sebuah agama.  Tetapi yang benar Islam bukan agama.  Islam adalah sebuah geng, yang pimpinannya bernama Nabi Muhammad SAW. Para pengikutnya... menganggap Nabi Muhammad SAW adalah makhluk setengah dewa, yang begitu sakral, sangat sempurna dan wajahnya paling ganteng sedunia.

Geng ini dapat terus eksis karena menyamar sebagai agama.  Sang pemimpin geng mengaku diutus oleh ”tuhan” bernama Allah untuk menaklukkan dunia di bawah pemerintahan Islam.  Kita harusnya mengerti, bahwa tidak mungkin Tuhan yang Maha Bijaksana mengutus seorang bejat moral dan penjahat gila, yang isi otaknya cuma seks, harta dan kekuasaan. 

Di samping itu, Tuhan adalah Penguasa Alam Semesta, Tuhan tidak perlu berambisi  menaklukkan dunia, sebab Alam Semesta ini memang milik-Nya.  Lalu siapakah gerangan sosok yang ingin menguasai dunia ini, yang dengan gaya preman dan nafsu haus darahnya menggebu-gebu ingin mengontrol dunia di bawah 1 kalifah?  Tentu saja ini bukan cita-cita Tuhan, melainkan cita-cita Iblis.  Tuhan sudah menguasai dunia ini, jadi untuk apa Dia ingin menguasainya lagi?  Iblis/Setan-lah yang ingin merebut dunia ini.  Ya, Islam adalah geng pemuja Setan.  Itu sangat nampak terlihat dari sepak terjang mereka, mulai dari zaman Nabi Muhammad SAW hingga zaman sekarang.

Perbedaan nyata Tuhan dengan Setan: Tuhan ingin menyelamatkan jiwa sebanyak-banyaknya, sedangkan Setan ingin membunuh sebanyak-banyaknya.

Di sisi lain, Islam ingin mendapatkan pengikut sebanyak-banyaknya, agar kekuatan Islam bertambah.  Dan orang yang menolak bergabung dalam geng Islam atau orang yang dengan terang-terangan memusuhi geng Islam, akan dibunuh.”

...Seluruh tulisan itu tak satu ”iota” pun yang bisa dibenarkan...

Semua yang diuraikan Geng walan tardho itu bertolak belakang dengan fakta baik fakta hukum (dalil) maupun realita. Seluruh tulisan itu tak satu ”iota” pun yang bisa dibenarkan,  berikut ini bantahannya:

Islam bukan agama tapi sebuah geng?

Tuduhan Alisina bahwa Islam bukan agama tapi geng, sangat tidak berdasar sama sekali. Dalam buku manualnya (Al-Qur’an), jelas disebutkan bahwa Islam adalah agama (din):

“Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam” (Qs. Ali Imran 19).

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” (Qs. Ali Imran 85).

Eksistensi Islam sebagai sebuah agama ini juga diakui oleh para teolog non Kristen, misalnya Pendeta Dr R Soedarmo, pakar dogmatika Kristiani alumnus universitas teologi Belanda. Soedarmo adalah teolog terkemuka di Indonesia. Wawasan teologinya dibesarkan dan dipupuk di mancanegara: kuliah S1 di universitas Vrije Universiteit Belanda tahun 1938-1943 dan S2 di universitas yang sama tahun 1955-1957. Setelah tamat dari kuliah selama 7 tahun di Belanda, Soedarmo pulang ke Indonesia menjadi pendeta di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Salatiga, dosen di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta (STTJ), dosen Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, anggota Badan Pengurus Dewan Gereja Indonesia (DGI, sekarang diganti Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia–PGI), ketua seksi Perjanjian Lama LAI, dan lain-lain.

...Eksistensi Islam sebagai sebuah agama ini juga diakui oleh para teolog non Kristen, misalnya Pendeta Dr R Soedarmo, pakar dogmatika Kristiani alumnus universitas teologi Belanda...

Apa kata pendeta terpelajar lulusan Belanda ini tentang Islam? Apakah ia mengatakan bahwa Islam bukan agama tapi geng? Bacalah buku “Ikhtisar Dogmatika” yang ditulisnya. Pendeta Soedarmo justru menyatakan bahwa Islam adalah sebuah agama. Bahkan bukan sebagai agama biasa, melainkan agama yang bercorak rasionalitas akal-budi. Pendeta Soedarmo menulis:

Agama Islam bercorak rasionalitis, artinya rasio, akal budi, memberi tekanan sungguh-sungguh. Oleh karena itu, trinitas ditolak, sebab tidak dapat dimengerti bahwa 3 adalah 1 dan bahwa 1 adalah 3. Kita tentu insaf bahwa Trinitas memang tidak dapat dimengerti” (halaman 114).

Jika kitab suci dan para ahli mengakui Islam sebagai agama (din), maka tuduhan Geng Walan Tardho bahwa Islam bukan agama melainkan sebuah geng, sama sekali tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Nabi Muhammad manusia setengah dewa?

Tuduhan Geng Walan Tardho bahwa umat Islam memuja Nabi Muhammad sebagai makhluk setengah dewa juga kebohongan besar. Ajaran Islam baik yang tertuang dalam Al-Qur’an maupun hadits, tak satu ayat pun yang mengajarkan bahwa Muhammad adalah manusia setengah tuhan atau setengah dewa.

Umat Islam hanya meyakini Nabi Muhammad sebagai hamba dan rasul Allah yang terakhir (Qs Al-Ahzab 40) yang risalahnya berlaku untuk seluruh umat manusia (Qs Al-Anbiya 107). Sebagai nabi yang terakhir, beliau adalah manusia pilihan yang patut dijadikan suri tauladan atau ”uswatun hasanah” (Qs. Al-Ahzab 21). Sebagai nabi terakhir, keberadaan Muhammad SAW juga tidak dipisahkan dari para nabi sebelumnya, karena semua nabi memiliki keterkaitan misi (hadits muttafaq ’alaih).

Umat Islam tak ada satu pun yang memuja nabi Muhammad sebagai manusia setengah dewa, karena umat Islam beriman kepada semua nabi tanpa membeda-bedakan antara nabi yang satu dengan nabi yang lainnya.

”Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya” (Qs Al-Baqarah 285).

...Keyakinan adanya nabi yang menjadi manusia setengah tuhan  atau setengah dewa (inkarnasi) bukan milik Islam, tapi milik agama lain yang terkontaminasi kepercayaan pagan...

Nabi Muhammad sendiri seumur hidupnya tidak pernah mengajarkan kepada umatnya bahwa beliau adalah manusia setengah dewa. Mengenai identitas, beliau hanya mengajarkan 4 nama. Dari empat nama itu tidak ada nama manusia setengah dewa. Perhatikan hadits berikut:

Dalam hadits riwayat Jubair bin Muth'im RA, Nabi SAW bersabda: "Aku adalah Muhammad, aku adalah Ahmad, aku adalah Al-Mahi (penghapus), yang karena aku dihapuskan kekufuran. Aku adalah Al-Hasyir (pengumpul), di mana seluruh manusia akan dikumpulkan sesudahku. Aku adalah Aqib dan Aqib adalah nabi yang tidak akan ada lagi seorang nabi sesudahnya" (HR Muslim).

Keyakinan adanya nabi yang menjadi manusia setengah tuhan  atau setengah dewa (inkarnasi) bukan milik Islam, tapi milik agama lain yang terkontaminasi kepercayaan pagan.

Islam geng pemuja setan?

Tudingan  Islam sebagai geng pemuja setan pun bertolak belakang dari ajaran Islam. Justru Islam adalah agama yang sangat keras dalam memusuhi syaitan. Salah satu ayat terkenal adalah perintah Allah untuk menjadikan setan sebagai musuh abadi.

”Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu” (Qs Al-An’am 142).

Karenanya, umat Islam disyariatkan untuk berta’awudz (minta perlindungan kepada Allah dari godaan setan).

Salah satu tabiat setan adalah menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara sesama umat manusia, dan menghalangi manusia dari mengingat Tuhan (Qs Al-Ma’idah 90-91).

Karena karakter blog milik Geng Walan Tardho adalah menimbulkan permusuhan dan kebencian, maka menurut ayat di atas, berarti merekalah pengikut setan sejati. Mereka adalah musuh yang nyata semua umat beragama.

Target Islam adalah membunuh sebanyak-banyak manusia?

Tulisan Geng Walan Tardho yang paling keji adalah tuduhan terhadap Islam sebagai geng pemuja setan karena ingin membunuh orang sebanyak-banyaknya, dengan tuduhan sbb:

”Ya, Islam adalah geng pemuja Setan.  Itu sangat nampak terlihat dari sepak terjang mereka, mulai dari zaman Nabi Muhammad SAW hingga zaman sekarang. Perbedaan nyata Tuhan dengan Setan: Tuhan ingin menyelamatkan jiwa sebanyak-banyaknya, sedangkan Setan ingin membunuh sebanyak-banyaknya. Di sisi lain, Islam ingin mendapatkan pengikut sebanyak-banyaknya, agar kekuatan Islam bertambah.  Dan orang yang menolak bergabung dalam geng Islam atau orang yang dengan terang-terangan memusuhi geng Islam, akan dibunuh.”

Tudungan ini tak akan pernah terbukti kebenarannya sampai kapan pun, karena tidak sesuai dengan kenyataan dan ajarannya. Al-Qur’an adalah kitab suci yang sangat menjujung tinggi hak hidup manusia. Karena Allah SWT mengajarkan dalam kitab-Nya yang mulia, bahwa “menghilangkan nyawa manusia satu orang saja tanpa alasan yang haq, maka ia seolah-olah telah membinasakan seluruh manusia. Sebaliknya, menjaga kehidupan satu saja jiwa manusia saja seolah-olah ia telah menjaga kehidupan seluruh manusia.

”...Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi” (Qs. Al-Ma’idah 32).

Untuk mencegah tindak kriminalitas pembunuhan, Islam menetapkan hukuman qishas di dunia, terhadap orang yang melakukan pembunuhan tanpa alasan yang dibenarkan: ”... Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh...” (Qs Al-Isra’ 33).

Larangan dan kecaman Islam terhadap pembunuhan, semakin keras dengan ancaman azab Allah Ta’ala bagi pembunuh, yaitu azab Jahannam yang kekal abadi: ”Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya” (Qs An-Nisa’ 93).

...Islam sama sekali tidak mengajarkan pembunuhan manusia sebanyak-banyaknya sebagai target keberhasilannya. Sebaliknya, sebuah nyawa manusia yang masih bayi pun sangat dihormati hak hidupnya...

Sama sekali tidak ada ajaran pembunuhan massal dalam Islam. Bahkan nyawa anak-anak termasuk anak-anak yang masih bayi pun sangat dihormati Islam. Islam melarang membunuh anak-anak dengan alasan apapun, termasuk dengan alasan materi:

”Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar” (Qs Al-Isra’ 31).

Dengan ayat yang melarang pembunuhan terhadap anak-anak dan kecaman sebagai dosa besar, secara otomatis tertolaklah tuduhan Geng Walan Tardho bahwa tujuan Islam adalah membunuh manusia sebanyak-banyaknya. Islam sama sekali tidak mengajarkan pembunuhan manusia sebanyak-banyaknya sebagai target keberhasilannya. Sebaliknya, sebuah nyawa manusia yang masih bayi pun sangat dihormati hak hidupnya.

Geng Setan itu Ajaran Al-Qur’an ataukah Bibel?

Geng Walan Tardho dalam blognya menjadikan pembunuhan manusia sebagai tolok ukur bahwa itu adalah pemuja setan. Lantas mereka menuduh Islam sebagai geng pemuja setan karena target Islam adalah pembunuhan manusia sebanyak-banyaknya. Perhatikan lagi tudingan Geng Walan Tardho berikut:

Ya, Islam adalah geng pemuja Setan.  Itu sangat nampak terlihat dari sepak terjang mereka, mulai dari zaman Nabi Muhammad SAW hingga zaman sekarang. Perbedaan nyata Tuhan dengan Setan: Tuhan ingin menyelamatkan jiwa sebanyak-banyaknya, sedangkan Setan ingin membunuh sebanyak-banyaknya. Di sisi lain, Islam ingin mendapatkan pengikut sebanyak-banyaknya, agar kekuatan Islam bertambah.  Dan orang yang menolak bergabung dalam geng Islam atau orang yang dengan terang-terangan memusuhi geng Islam, akan dibunuh.”

Tudingan terhadap Islam sebagai agama yang mengajarkan pembunuhan sebanyak-banyak manusia telah terbantah pada pembahasan sebelumnya.

Sebaliknya, mari kita terapkan tolok ukur Geng Walan Tardho itu terhadap rasul umat Kristiani yaitu Paulus dalam Bibel. Perhatikan apa yang dilakukan oleh Paulus dalam Alkitab (Bibel):

“Sementara itu berkobar-kobar hati Paulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem” (Kisah Para Rasul 9: 1-2).

Dengan tolok ukur yang dibuatnya, apakah Geng Walan Tardho itu menuding Paulus, rasulnya umat Kristiani itu sebagai nabi pemuja setan yang sejati?

Bagaimana pula  analisa Geng Walan Tardho terhadap perbuatan Tuhan dalam Bibel, bahwa Tuhan balas dendam dengan memerintahkan untuk membunuh dan menumpas segenap rakyat tanpa rasa belas kasihan, dengan mata pedang, baik laki-laki, perempuan, anak menyusui, maupun binatang ternak (1 Samuel 15:1-11)? Apakah mereka juga menuduh Tuhan dalam Bibel adalah tuhan pemuja setan?

...Dengan ayat-ayat Bibel tersebut, mengapa Geng Walan Tardho tidak menulis dalam blognya bahwa berdasarkan ayat ini, maka Tuhan dalam Bibel itu pemuja setan karena melakukan pembunuhan masal...

(2) Beginilah firman Tuhan semesta alam: Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir. (3) Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai”.... (7) Lalu Saul memukul kalah orang Amalek mulai dari Hawila sampai ke Syur, yang di sebelah timur Mesir. (8) Agag, raja orang Amalek, ditangkapnya hidup-hidup, tetapi segenap rakyatnya ditumpasnya dengan mata pedang. (9) Tetapi Saul dan rakyat itu menyelamatkan Agag dan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun, pula anak domba dan segala yang berharga: tidak mau mereka menumpas semuanya itu. Tetapi segala hewan yang tidak berharga dan yang buruk, itulah yang ditumpas mereka. (1 Samuel 15:2-9).

Dengan ayat-ayat Bibel tersebut, mengapa Geng Walan Tardho tidak menulis dalam blognya bahwa berdasarkan ayat ini, maka Tuhan dalam Bibel itu pemuja setan karena melakukan pembunuhan masal?

Penutup

Dalam pandangan Islam, tuduhan Geng Walan Tardho bahwa Islam sebuah geng itu tidak hanya menghina umat Nabi Muhammad saja. Tapi juga melecehkan semua nabi Allah. Karena semua nabi adalah  Muslim. Nabi Ibrahim adalah muslim (Qs. Ali Imran 67), Nabi Yakub juga muslim (Qs. Al-Baqarah 132-133), Nabi Luth muslim (Qs. Adz-Dzariyat 36), Nabi Yusuf juga muslim (Qs. Yusuf 101), Nabi Sulaiman muslim (Qs. an-Naml 31). Bahkan Nabi Isa dan para peingikutnya pun Muslim (Qs. Ali Imran 52).

Terhadap Geng Walan Tardho yang membuat blog penghujatan terhadap Islam tersebut, pemerintah khususnya Menkominfo Tifatul Sembiring harus mengambil tindakan tegas dan cepat, bekerjasama dengan pihak-pihak terkait. Blokir blognya, usut dan adili pembuat blognya. Jika tidak, maka bisa menimbulkan gesekan antarumat beragama yang berujung pada konflik.

Tindakan pemerintah sangat diperlukan supaya rakyat yang mayoritas Muslim di negeri ini tidak melakukan tindakan antisipasi sendiri-sendiri. Jika pemerintah diam saja, maka selamat berjihad para blogger dan hacker Muslim. Allahu Akbar!! [taz/voa-islam.com]

Share this post..

latestnews

View Full Version