View Full Version
Rabu, 18 Jan 2012

Edan! Sekretaris Sekolah Katolik Jadi Pelacur Biseks Papan Atas

WARWICKSHIRE (voa-islam.com) – Wanita bermoral bejat dan pezina kelas berat ini seharusnya tak layak bekerja di institusi pendidikan.

Anehnya, Kerri Mallier yang berprofesi sebagai sekretaris di sebuah sekolah Katolik, bisa bekerja sambilan sebagai pelacur bertarif 150 poundsterling per jam. Tidak hanya itu, Mallier juga menawarkan jasanya sebagai biseksual.

Dalam sebuah situs dewasa, Kerri Mallier mengiklankan dirinya sebagai ‘berkelas, menakjubkan dan sangat nakal’. Wanita 40 tahun ini bisa menghasilkan hingga 800 poundsterling untuk pemesanan semalam penuh atas nama Keri Ann.


Kegiatan ekstrakurikuler Mallier terungkap setelah orangtua murid di Sekolah Katolik Trinity di Leamington Spa, Warwickshire, melihat foto-foto wanita mungil berambut coklat itu di sebuah situs dewasa.

Mallier yang memegang jabatan kepala administrasi sekolah tersebut mengatakan kepada wartawan, bahwa  profesi sampingannya itu adalah ‘hobinya’.

Dalam profilnya di situs dewasa, Mallier memasang foto bugilnya, dan mengklaim sebagai ‘biseksual yang menawarkan pengalaman pacar yang sungguh luar biasa’.

Dia menambahkan, “I love what I do, offering my services to men, women and couples, including an exceptional girlfriend experience,” tulis Mellier seperti disitir dari MailOnline, Rabu (18/1/2012).

[Saya mencintai apa yang saya lakukan, menawarkan jasa saya untuk pria, wanita dan pasutri]

Di situs itu dia menawarkan tarif dan meminta pembayaran ‘dalam lima menit pertama’.

Mallier mengatakan kepada wartawan yang menyamar sebagai pelanggannya, “Saya bekerja di sekolah. Alasan saya melakukan ini adalah supaya bisa lolos dari anak-anak.”

Wanita yang telah menikah ini bekerja selama lima tahun di sekolah khusus seni dan teknologi itu, dengan 1.145 siswa berusia 11-18 tahun.

Meski demikian, Mallier menolak berkomentar. Tidak lama setelah profesi sampingannya terungkap, profilnya pun dihapus dari situs tersebut.

Sementara, Kepala Trinity Catholic School Dr Jim Ferguson mengatakan, “Kami tidak memiliki komentar apapun untuk saat ini.” [taz/okz]


latestnews

View Full Version