View Full Version
Ahad, 22 Jan 2012

Mencuci Pikiran Kotor Misionaris Kristen Soal Miras

Hati-hatilah terhadap website kafir yang menamakan diri komunitas Forum Murtadin Indonesia ini. Meski tak mencantumkan identitas para pengelola blog tersebut, tapi dari konten yang seratus persen menghujat Islam dan menjunjung tinggi doktrin Kristen, nampak jelas mereka adalah kaum Salibis pembenci Islam.

Bak orang bijak, website ####islam.com itu mencantumkan imbauan indah di profilnya: “Blog ini kami tujukan kepada semua manusia yang beradab, yang masih memiliki hati nurani, dan yang masih memiliki akal budi di dalam dirinya.”

Sayangnya, imbauan Salibis itu sangat kontras dengan kalimat busuk dan sarka yang tertera pada headernya “Selamatkan Muslim Dari Kesesatan!”

Salah satu ajaran Islam yang dituding sebagai kesesatan oleh Salibis adalah konsep Al-Qur'an tentang keindahan dan kebahagiaan surga. Ayat Al-Qur'an yang mengisahkan adanya suguhan kenikmatan rahiqun makhtum (khamar murni yang tempatnya dilak dengan kesturi):

“Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (syurga), mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan mereka yang penuh kenikmatan. Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya), laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. Dan campuran khamar murni itu adalah dari tasnim, (yaitu) mata air yang minum daripadanya orang-orang yang didekatkan kepada Allah” (Qs Al-Muthaffifin 22-25-27).

...Salah satu ajaran Islam yang dituding sesat oleh Salibis adalah konsep Al-Qur'an tentang kenikmatan rahiqun makhtum di surga...

Menurut mereka, ayat ini bertentangan dengan surat Al-Ma’idah 90 dan Al-Baqarah 219 yang mengharamkan minuman khamr, demikian kutipannya:

“Apakah meminum khamar (arak/alkohol) baik atau jahat? Meminum Khamar (Arak) adalah perbuatan setan (Qs. 5:90, 2:219). Hal ini bertentangan dengan: (Qs. 83:22-25, 47:15, atau 16:67). Allah yang aneh, di dunia dilarang karena itu adalah perbuatan setan, eh di surga disuruh berlomba-lomba minum arak di dekat Allah!”

Mari kita perhatikan beberapa ayat yang digugat misionaris Salibis sbb:

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan” (Qs Al-Ma’idah 90).

“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya...” (Qs. Al-Baqarah 219).

“Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya)” (Qs. Al-Muthaffifin 25).

....Menurut Bibel, anggur (minuman keras) bermanfaat sebagai resep untuk melupakan keputusasaan, kesedihan, kesusahan dan kemiskinan....

Sang misionaris Salibis menganggap ayat-ayat tentang hidangan khamar surgawi (Al-Muthaffifin 25) itu bertentangan dengan larangan khamar di dunia (Al-Ma’idah 90 & Al-Baqarah 219), karena berasumsi bahwa kondisi di dunia itu sama dengan akhirat. Sehingga apa yang diharamkan di dunia maka harus dilarang pula di surga. Alam pikiran ini jelas rancu, baik secara logika maupun secara teologis.

Misalkan, bila di dunia tidak boleh minum khamr, maka di akhirat juga dilarang minum khamr. Lalu bila orang Kristen selama di dunia ini  bebas mendirikan gereja ilegal dengan memalsukan tanda tangan warga, apakah di akhirat mereka juga bebas mendirikan gereja liar?

Ini adalah pandangan yang sama sekali keliru, karena kondisi surga sama sekali tidak bisa disamakan dengan keadaan di dunia.

Kenikmatan di surga tidak akan bisa dicapai oleh indera manusia, bahkan tidak bisa dibandingkan dengan kenikmatan dunia. Belum pernah disaksikan oleh penglihatan siapapun, belum pernah didengar oleh pendengaran siapapun, dan belum pula terbetik dalam hati siapapun (maa ‘ainun ro‘at walaa udzunun sami’at wala khotoro 'ala qolbi basyar).

Rasulullah SAW menjelaskan, “Allah berfirman, ‘Aku telah sediakan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih kenikmatan surga yang belum pernah dilihat mata, didengar telinga, serta terlintas di hati manusia” (HR Muslim no. 2824)

Keadaan surga dunia itu sama sekali tidak bisa disamakan dengan apapun di dunia, karena memiliki banyak perbedaan, antara lain:

1. Kenikmatan dunia akan sirna sedangkan kenikmatan  surga akan terus kekal dan abadi.

“Apa yang di sisi kalian akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal” (Qs An-Nahl 96).

2. Apa yang ada di dunia hanya sedikit, sangat berbeda jauh dengan apa yang ada di surga.

“Katakanlah: ‘Kesenangan di dunia ini hanya sedikit dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs An-Nisa’ 77).

Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah! Perbandingan dunia dengan akhirat adalah seperti seseorang dari kalian yang memasukkan satu jarinya ke laut, hendaknya dia melihat, seperti apa jari itu kembali” (HR Muslim).

Sungguh, tidak terbayangkan perbandingan tetesan air yang sedikit di ujung jari dengan air di lautan yang sangat luas. Begitulah kenikmatan surga tidak bisa dibandingkan dengan kenikmatan dunia

3. Surga tidak memiliki hal-hal yang najis, jelek dan kotor sebagaimana di dunia. Penduduk surga selalu suci tanpa mengeluarkan kotoran, haid, air seni dan bau yang tidak sedap. Wanita juga tidak mengalami haid dan juga melahirkan. (Qs Al-Baqarah 25).

4. Penduduk surga senantiasa bertasbih, memiliki hati yang suci dan tidak akan melakukan kejelekan sedikitpun.

“Tidak ada kata-kata yang tidak berfaidah dan tiada pula perbuatan dosa” (Qs Ath-Thur 23).

“Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa. Akan tetapi mereka mendengar ucapan salam” (Qs Al-Waqi’ah 25-26)

“Dan kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan” (Qs Al-Hijr 47).

“Tidak ada perbedaan pendapat di antara mereka. Hati-hati mereka tidak saling membenci. Hati-hati mereka adalah hati yang satu. Mereka bertasbih kepada Allah di setiap pagi dan petang” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Mengenai khamr yang dihidangkan kepada ahli surga sebagaimana dikabarkan Al-Qur'an, hal ini sama sekali tidak bertentangan dengan larangan meminum khamr di dunia, dan tidak kontradiktif dengan sifat-sifat kesucian surgawi. Sebab Allah SWT menegaskan bahwa khamar duniawi tidak sama dengan khamar surgawi.

Khamar dunia memiliki sifat-sifat buruk, merusak dan menghancurkan (destruktif), yang jadi sarana setan untuk menanamkan kebencian, permusuhan dan menghalangi manusia dari ibadah kepada Allah (Qs. Al-Ma’idah 91, Al-Ma‘idah 90).

Sedangkan khamar surgawi tidak bersifat destruktif. Khamar surga sama sekali tidak beralkohol, tidak mengakibatkan kepala pening, tidak memabukkan, tidak mengacaukan pikiran dan tidak menimbulkan penyakit sedikitpun:

“Diedarkan kepada mereka gelas yang berisi khamar dari sungai yang mengalir. Warnanya putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum. Tidak ada dalam khamar itu alkohol dan mereka tiada mabuk karenanya” (Qs. Ash-Shaffat 45-47).

“Dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk” (Qs. Al-Waqi’ah 18-19).

Meski tak beralkohol, kelezatan sungai khamar surga ini tetap terjamin (Qs. Muhammad 15).

Jika khamr duniawi berbeda dengan khamr surgawi, lantas apa yang perlu dipersoalkan?

...Mukjizat pertama Yesus dalam Bibel adalam mengubah air putih menjadi miras...

Sebagai analogi, bir adalah minuman keras yang diharamkan karena miras ini memiliki unsur yang memabukkan. Tapi ‘Bir Pletok’ tidak bisa diharamkan. Karena meskipun sama-sama bir, keduanya berbeda sifat dan zat. Bir Pletok adalah nama minuman khas dari Betawi yang sama sekali tidak memabukkan. Justru minuman berbahan jahe, cengkih, kayu manis, kapulaba, serai, kayu secang, pala, gula dan garam ini memiliki khasiat untuk kesehatan dan menghangatkan tubuh.

Dengan demikian, tak ada yang perlu dipersoalkan denan hidangan khamr surgawi yang sifat dan zatnya berbeda dengan khamr duniawi. Justru akal salibis itulah yang perlu diperiksa ke psikiater.

Para penghujat surga yang dikabarkan Al-Qur’an itu pasti akan menyesal selama-lamanya. Sekarang melecehkan khamr surgawi, di neraka nanti mereka akan merengek-rengek minta setetes khamr surgawi.

“Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: "Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu." Mereka penghuni surga menjawab: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir” (Qs Al-A’raf 50).

Bibel Ajarkan Resep dan Mukjizat Miras

Dalam beberapa ayat, secara tegas Bibel mengharamkan anggur dan minuman keras selama-lamanya.

“Tuhan berfirman kepada Harun: “Janganlah engkau minum anggur atau minuman keras, engkau serta anak-anakmu, bila kamu masuk ke dalam Kemah Pertemuan, supaya jangan kamu mati. Itulah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun-temurun” (Imamat 10:8).

“Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu...” (Efesus 5:18).

“Oleh sebab itu, peliharalah dirimu, jangan minum anggur atau minuman yang memabukkan dan jangan makan sesuatu yang haram” (Hakim-hakim 13:4; selengkapnya baca Hakim 13:7, Hakim 13:14, dan Bilangan 6:3).

...Mabuk miras dipakai Bibel untuk mengilustrasikan sifat Tuhan. Bibel menyebut Tuhan seperti orang siuman dari mabuk anggur...

Anehnya, setelah mengharamkan miras secara keras, di bagian lain Bibel memanfaatkan miras untuk ketuhanan, kenabian dan manajemen qalbu.

1. Mabuk anggur dipakai untuk mengilustrasikan sifat Tuhan: “Lalu terjagalah Tuhan, seperti orang yang tertidur, seperti pahlawan yang siuman dari mabuk anggur” (Mazmur 78:65).

2. Mukjizat pertama Yesus dalam Bibel ditandai dengan kemampuan mengubah air putih menjadi anggur untuk disuguhkan kepada para hadirin dalam sebuah resepsi pernikahan (Yohanes 2:7-11).

3. Nabi Nuh yang telah dinubuatkan sebagai orang yang benar dan tidak bercela (Kejadian 6: 9), ternyata overdosis mabuk anggur sampai teler dan telanjang tanpa busana di hadapan anak-anaknya (Kejadian 9: 20-22).

5. Anggur (minuman keras) bermanfaat sebagai resep untuk melupakan keputusasaan, kesedihan, kesusahan dan kemiskinan:

“Berikanlah minuman yang keras kepada orang yang putus asa, dan air anggur kepada orang yang sangat berdukacita hatinya. Biarlah ia minum serta melupakan celakanya dan tiada ia teringat lagi akan kesukarannya” (Amsal 31:6-7).

“Berikanlah minuman yang keras kepada orang yang putus asa, dan air anggur kepada orang yang sangat berdukacita hatinya. Biarlah ia minum serta melupakan celakanya dan tiada ia teringat lagi akan kesukarannya” (Amsal 31:6-7, terjemahan lama).

4. Paulus memerintahkan minum anggur sebagai campuran air: “Janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit, berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah” (I Timotius 5: 23).

Silahkan para misionaris Salibis mengamalkan anjuran miras ini, supaya genap nubuat Yeremia, menjadi bangsa yang gila karena mabuk anggur! [A. Ahmad Hizbullah MAG/Suara Islam]

 


latestnews

View Full Version