View Full Version
Rabu, 30 Sep 2009

Tolak Maria Ozawa Miyabi ...!!!

Menteri Komunikasi dan Informasi Muhammad Nuh nampaknya lebih mementingkan kaum industriawan hiburan tinimbang suara para Ulama.  Menurutnya tiada siapapun boleh melarang seseorang untuk datang ke negeri ini sepanjang orang tersebut tidak melakukan hal yang merusak. "Sepanjang dia (Miyabi) tidak berpornografi dan berpornoaksi di Indonesia, maka kedatangannya tidak boleh dilarang" katanya.

Beginilah kalau pemimpin berfikiran "cetek" dan menganggap remeh suara ulama dan suara ummat Islam. Siapapun tahu kalau Maria Ozawa adalah bintang porno di negaranya. Artinya, orang sepertinya adalah manusia yang tidak menjunjung tinggi moral. Buktinya adalah dia tidak punya rasa malu ketika berbugil ria dan masyarakatnyapun menganggap wajar-wajar saja.

Apakah seorang Muhammad Nuh tidak mengerti bahwa betapa dampak negatif yang ditimbulkan oleh perbuatan tidak bermoral itu sangat merusak. Moralitas kaum remaja kita saat ini sangat memprihatinkan. Banyak survey yang mengungkapkan bahwa moral anak-anak remaja kita saat ini berada pada titik mengkhawatirkan. Pergaulan bebas, pakaian singkat, free-sex, yang kemudian mengakibatkan peningkatan jumlah pelaku aborsi dan penderita HIV/AIDS. Keperawanan yang dulu dijunjung tinggi kini sudah dianggap ketinggalan zaman kalau seorang gadis masih perawan (seperti yang digambarkan dalam sebuah film nasional "VIRGIN").

Rasanya tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa bahaya pornografi/pornoaksi lebih besar dibandingkan bahaya terorisme. Mengapa demikian ? Karena proses pengrusakan yang dibuat oleh pornografi/pornoaksi tidak pernah disadari oleh korbannya, malah dinikmati dan kemudian kecanduan. Yang lebih "gila" lagi adalah mendapat tempat terhormat di seluruh stasiun televisi kita. Lihat saja tayangan hiburan baik musik, sinetron, film, komedi, dan reality show, hampir semuanya jauh dari nilai-nilai moralitas yang baik.

Mestinya pemimpin negeri ini menyadari persoalan kerusakan moral kaum remaja kita. Dan mestinya pula memiliki sensitifitas yang tinggi terhadap suara-suara orang yang masih punya moral seperti para ulama itu.

Percayalah, melarang seorang Maria Ozawa Miyabi tidak akan menyebabkan anjloknya wisatawan mancanegara ke negeri ini. Menolak kedatangannya bukan perbuatan kriminal yang akan menyebabkan negara ini  diajukan ke mahkamah internasional. Kita hanya ingin semua lambang atau icon atau apapun yang berbau porno tidak punya tempat di negara ini. Kita punya hak melindungi moral bangsa ini.

Sebagai bentuk perlawanan kita terhadap segala hal yang berbau porno adalah dengan tidak memberi tempat dan kesempatan kepada siapapun untuk tampil di hadapan masyarakat kita, kalau kita menginginkan bangsa ini terjaga kemuliaannya. Dan para pemimpin jangan mau di dikte oleh para pemilik industri hiburan. Lebih baik korbankan mereka yang hanya beberapa gelintir saja daripada jutaan remaja kita hancur moralnya. Karena remaja kita adalah pemimpin masa depan negeri ini.    


latestnews

View Full Version