View Full Version
Selasa, 13 Mar 2012

Ya Akhi, Mengapa Engkau Tak Terpanggil Berjihad??

By: Yulianna PS

Ketika engkau di sini asyik tertawa
Makan dengan berbagai menu istimewa
Akankah terpikir saudaramu di Suriah sana?
Terlintaskah keinginanmu menyedekahkan harta
Tergerakkah langkahmu menjual nyawa?
Atau memilih menjadi penonton setia

Akhi,
Mengapa engkau tidak berangkat berjihad?
Setiap hari sibuk terisi oleh debat
Tiada hari dilalui tanpa melaknat
Kau hakimi saudaramu bak penjahat
Lisanmu begitu mudah mengumpat-umpat
Hanya karena berbeda prinsip dan pendapat
Tidakkah engkau terapkan hadits mutiara ini:
“Barangsiapa yang mati, sedangkan dia tidak pernah berperang atau tidak terbersit di dalam dirinya untuk berperang, maka dia mati dalam salah satu cabang kemunafikan” (HR. Muslim).

Akhi,
Mengapa engkau tidak berangkat berjihad?
Kepada manusia engkau mengaku muwahid
Kau olok-olok manusia lain sebagai insan tidak bertauhid
Tidakkah engkau malu wahai akhi….
Saudaramu di Suriah dibantai
Engkau cuma sibuk membuat makian
Kepada para ikhwan berbeda gerakan
Vonis sesat dan kafir mudah terlontarkan
Ketahuilah akhi, mengaku muwahid itu butuh tindakan
Ingatlah apa yang Allah Firmankan:
“ Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar. (An Nisa’ 95)

Akhi, mengapa engkau tidak berjihad dengan tindakan?
Apakah akan kau suguhkan berbagai alasan
Sementara waktumu habis untuk berdebat urakan
Menjadikan Nash Al Qur’an sebagai senda gurauan
Akhi, segeralah engkau berangkat
Inilah pahala yang akan kau dapat:
"Sesungguhnya orang yang mati syahid akan memperoleh tujuh hal di sisi Allah: 1) Diampuni dosa-dosa saat pertama kali tertetes darahnya. 2) Melihat tempat tinggalnya di surga. 3) Diberi perlindungan dari siksa kubur. 4) Aman dari ketakutan besar di hari kiamat. 5) Diletakkan di atas kepalanya mahkota keagungan yang satu permata yakut dari mahkota tersebut lebih baik dari dunia seisinya. 6) Dikawinkan dengan 72 orang istri dari bidadari. 7) Dapat memberikan syafaat kepada 7o orang karib kerabatnya” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Tirmidzi).


latestnews

View Full Version