View Full Version
Rabu, 27 Feb 2013

Orang Miskin Dilarang Sakit

Orang Miskin Dilarang Sakit

Oleh: Nining Yuningsih

Mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Indonesia

VOA-ISLAM.COM - Opini yang menyatakan bahwa yang miskin dilarang sakit kini terulang kembali. Beberapa hari yang lalu seorang bayi telah menghembuskan nafas terakhirnya. Salah satu penyebabnya adalah tidak menerima perawatan dari rumah sakit yang memiliki peralatan lengkap.  Hal itu disebabkan karena orang tua bayi tidak memiliki dana yang mencukupi. Banyak alasan yang dikeluarkan oleh pihak rumah sakit, diantaranya adalah kamar pasien yang telah penuh. Namun pertanyaannya adalah, tidak adakah cara lain yang dapat dilakukan pihak rumah sakit untuk menolong pasien yang butuh pertolongan segera?

Sekarang  peristiwa ini menjadi perhatian umum. Baik dari masyarakat maupun pemerintah. Tentunya masyarakat menginginkan bahwa mereka dapat merasakan  fasilitas kesehatan yang memadai, tidak ada perbedaan antara pelayanan bagi orang kaya maupun orang miskin. Disisi lain pemerintah akan berusaha memfasilitasi dengan baik. Namun pada faktanya dari dulu hingga sekarang dan hampir disemua rumah sakit terdapat diskriminasi pelayanan kesehatan. Hal itu terbukti dengan dokter yang akan melayani. Dokter umum akan melayani pendaftaran umum dengan harga yang minim pula, sedangkan dokter spesialis akan menangani pasien yang mendaftar ke bagian khusus dengan harga yang berkali lipat dari pendaftar umum. Hingga si miskin dilarang sakit, kalaupun iya, hanya mampu mendapat pelayanan seadanya dengan waktu antrean yang panjang dan  pemeriksaan yang sangat  singkat serta obat yang biasa saja. 

Sungguh negeri ini sangat mengerikan. Disaat sumber daya diperebutkan oleh asing, namun rakyatnya masih berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sistem ekonomi kapitalis telah sukses membuat kesenjangan antara si kaya dan si miskin semakin menjauh. Disaat perekonomian meningkat sebesar 6 % namun disisi lain si miskin terus bertambah. Kini pemodal berhasil mengambil alih posisi pemerintah dalam pengelolaan sumber daya alam sehingga dengan cantik pemerintah berdalih “subsidi sudah menguras APBN”. Pengelolaan SDA yang buruk membuat negeri ini terpuruk dalam kubangan kemiskinan.

Perlu adanya pengelolaan yang dapat mengoptimalkan SDA untuk kepentingan rakyat. Hingga rakyat menjadi sejahtera salah satu diantaranya adalah pelayanan kesehatan. Sistem kapitalisme yang diterapkan saat ini tidak akan mampu melakukan hal tersebut. Karena sejatinya kapitalisme akan mensejahterkan kalangan si kaya dan menjerumuskan si miskin dalam penderitaan. Negeri ini membutuhkan sistem Islam untuk dijadikan sebagai landasan pengaturan hidup maupun peraturan untuk mengurusi rakyat termasuk  pengelolaan SDA dan pelayanan kesehatan. Kenapa harus Islam? Karena Islam merupakan aturan yanng berasal dari Sang Pencipta yang mengetahui apa  yang dibutuhkan makhluknya, baik muslim maupun non muslim.  Kesenjangan pun tak kan terjadi. Dan disini negara akan mengelola SDA sebagai investasi untuk menghasilkan sistem ekonomi yang stabil hingga pos-pos pelayanan (pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan lain-lain) dapat terpenuhi.


latestnews

View Full Version