View Full Version
Sabtu, 21 Jun 2014

Dari KTP Menuju Sekuler

SUARA PEMBACA:

Oleh Anastasia

Alumi Pendidikan Bahasa Jerman UPI Bandung

Sekulerisme momok yang menakutkan bagi umat Islam, karena pandangan sekulerisme menjauhkan agama dari kehidupan manusia sedangkan Islam menutut setiap nafas aktivitas manusianya dibimbing oleh aturan Islam yang mengharuskan mereka terikat kedalam aturan sang pencipta, paham sekulerisme muncul ketika kaum gerajawan Eropa tak mampu bersikap adil, malah menyalahartikan wewenang sesuai nafsunya, namun sejalannya waktu sekulerisme menjadi paham yang dijual ke negeri-negeri kaum muslim, bahkan ide sekulerisme secara terbuka menyerang kaum muslimin. Indonesia termasuk negara tujuan invansi sekulerisme.

Aktivis sekulerisme di Indonesia memang cukup vocal dan subur karena dibeli dollar, salah satunya adalah Musdah Mulia yang secara terbuka mengakui bahwa ide untuk menghapuskan kolom agama di KTP adalah inisiatifnya seperti yang dikutip oleh harian online Tempo.co direktur Megawati Institute Siti Musdah Mulia mengatakan pendapat untuk mengosongkan kolom agama dalam kartu tanda penduduk Musdah beralasan, kolom agama dalam KTP kerap dipolitisasi dalam berbagai kepentingan jangka pendek.

Semisal, tutur dia, pegawai yang berbeda agama dengan pimpinannya akan dipersulit saat naik jabatan. "Bahkan ada sweeping KTP ketika dulu terjadi konflik di Poso, Sulawesi Tengah," kata perempuan kelahiran Bone, Sulawesi Tengah, ini.

Ide konyol Sekulerisme

Kalau Musdah mulia menyatakan bahwa penghapusan kolom agama di KTP sebagai bentuk dari perlawanan terhadap diskriminasi dan memicu konflik sangatlah bodoh, karena faktanya kaum muslim mayoritas justru yang teraniyaya, contohnya kasus terorisme kaum muslim selalu dipojokan diidentikkan gerakan kekerasaan, media` sama sekali tidak berpihak kepada kaum muslimin, apakah ini yang disebut dengan diskriminasi? Bukan sekedar pengosongan agama pada kolom KTP saja, namun terselubung agenda sekulerisme yang lebih besar, bencana akibat kosongnya identitas agama kita di KTP akan menimbulkan kekacaun pada sistem pendataan di KUA, orang bisa menikah lain agama, kedepanya boleh jadi pelegalan nikah beda agama, orang atheis akan merasa dihargai. Selangkah demi selangkah Indonesia digiring menuju bangsa sekuler hari ini KTP besok bisa jadi simbol agama, seperti wajibnya krudung dilarang eksis ditengah-tengah masyarakat, akankah Indonesia menjadi seperti Turki? Wallahu ‘Alam


latestnews

View Full Version