View Full Version
Sabtu, 15 Apr 2017

Al Liwa dan Ar Raya, Panji Pemersatu Kaum Muslimin Seluruh Dunia

Oleh: Arinta Kumala Verdiana,  S.Pd

Sejak diruntuhkan oleh Mustafa Kemal at Taturk bersama sekutunya Inggris tahun 1924, Daulah Khilafah Islamiyah terpecah-pecah menjadi negeri-negeri kecil.Negeri-negeri tersebut kini tersekat-sekat oleh batas-batas negara. Kaum muslimin yang awalnya mempunyai bendera yang sama kini tiap negara mempunyai bendera masing-masing. Tiap negeri membanggakan dan mencintai benderanya masing-masing. Padahal sejatinya, bendera inilah yang memisahkan kaum  muslimin dengan dinding bernama nasionalisme.

Selanjutnya tumbuhlah keegoisan negeri-negeri tersebut tersebut. Masing-masing negara hanya peduli dengan urusan dalam negerinya saja. Tengok saja derita yang dialami Suriah hingga kini. Saat rakyat Idlip Suriah menderita bahkan puluhan orang  meninggal karena dijatuhi bom kimia, apakah ada negara yang bergerak menerjunkan pasukannya melawan penjajah di Suriah? Adakah negara yang menolong Suriah lepas dari konflik berkepanjangan? Tidak sama sekali. Lebih dari 250.000 ribu jiwa telah melayang sejak 6 tahun konflik, tapi dunia seolah menutup mata dan telinga. Suriah adalah negeri Muslim yang dikelilingi oleh negeri-negeri Muslim juga, namun kenapa tak tergerak untuk menolong Suriah?

Kaum Muslimin Mempunyai Bendera dan Panji yang Sama

Sejak Rasulullah berhijrah ke Madinah dan mendirikan sebuah institusi politik (baca: negara),  beliau telah memberikan contoh penggunaan bendera dan panji. Di awal masa Daulah Islamiyyah (negara Islam),demi menjaga stabilitas politik negaranya Rasulullah melakukan peperangan dan ekspedisi militer dengan mengirimkan utusan-utusan ke berbagai daerah. Pada kesempatan itulah bendera dan panji al liwa dan ar roya disertakan.

Dalam satu riwayat dari Ibnu Abbas ra, mengatakan Raayahnya (panji)  Rasul saw berwarna hitam, sedangkan liwa'nya (benderanya)  berwarna putih (HR.Tirmidzi, Ibnu Majah, Thabrani). Sedangkan tulisan yang tertera dalam bendera dan panji Rasulullah adalah kalimat tauhid seperti yang dinyatakan dalam hadist yang diriwayatkan oleh at Thabrani dan Abu Syaikh dari Abu Hurairah dan Ibnu Abbas bahwa bendera Rasulullah saw bertuliskan lafadz 'La ilaha illa Allah Muhammad Rasul Allah'.

Rasulullah adalah qudwah (suri tauladan kita). Sebagai umatnya, maka sudah seharusnya kita mencontoh apa yang telah beliau tunjukkan tidak terkecuali dalam penggunaan bendera dan panji ini salah satunya. Seperti al Liwa dan ar Raya yang beliau pakai sebagai bendera dan panji, maka bendera dan panji inilah yang seharusnya dipakai kaum muslimin di seluruh dunia. Bendera dan panji ini mempunyai beberapa fungsi, salah satunya adalah pemersatu kaum muslimin. Kaum muslimin di seluruh dunia seharusnya hanya mengibarkan bendera dan panji islam ini saja, bukan bendera-bendera nasionalisme yang mengacak-acak persatuan kaum muslimin.

Mengembalikan Bendera dan Panji Persatuan Kaum Muslimin

 Tugas kita semua mengembalikan kewibawan kaum muslimin melalui simbol panji Al Liwa dan Ar Raya. Wibawa dan kekuatan al Liwa dan ar Raya sebagai bendera dan panji pemersatu kaum muslimin ini akan terwujud ketika keduanya menjadi simbol keagungan dalam daulah khilafah islamiyah. Maka yang harus kita lakukan adalah berjuang untuk menegakkan khilafah kembali di atas muka bumi ini. Sehingga gagah kibar al Liwa dan ar Raya akan kembali mengangkasa  ke seluruh penjuru dunia. Kemuliaannya akan menyatukan kaum muslimin di bawah satu naungan.

Ketika kaum muslimin bersatu dalam satu institusi Daulah Khilafah Islamiyah dan dalam naungan kibar Bendera dan Panji Rasulullah, kaum muslimin akan kembali menjadi satu tubuh. Tubuh yang lengkap dengan kepala, tangan,  kaki dan semua anggota tubuh yang lengkap. Persatuan ini akan meruncingkan kembali 'taring' umat Islam yang selama ini tumpul. Persatuan ini yang akan ditakuti oleh musuh-musuh Islam. Persatuan yang akan mengundang dan menuai keberkahan dari Rabb Pencipta alamsebagaimana janji Allah dalam surat al A'raf ayat 96: "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi...". Wallahu alam. (riafariana/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

Share this post..

latestnews

View Full Version