View Full Version
Senin, 23 Jul 2018

Berpihak lah Kepada Rakyat

 
Sahabat VOA-Islam...
 
Kenaikan tarif tol, BBM, dan gas LPG menjadi topik hangat satu bulan ini. Sebabnya semua kebijakan tersebut berkaitan langsung dengan kehidupan vital masyarakat yang berimbas kepada kenaikan yang lainnya.
 
Keluhan ataupun upaya kritik baik dari rakyat kelas bawah menengah maupun atas tetap tidak menggubris keputusan tersebut.
 
Sementara negeri ini kaya akan lahan transportasi. Sayangnya bebas dibuka oleh kran investasi asing dan dikelola oleh perusahaan swasta maupun pejabat individu dengan mencantumkan label miliknya. Akibatnya pemasukan hanya kepada mereka.
 
Negeri ini juga melimpah SDA baik tambang maupun kekayaan lainnya dan juga SDM yang berkompeten untuk mengolah. PGN saja menyampaikan kalau kita mengolah sendiri cadangan gas cukup untuk 70 tahun kedepan.
 
Tetapi pemerintah justru cepat-cepat bebas mengekspor bahan baku ke negara lain lalu mengimpornya ke negara sendiri dengan harga komersil yakni tarif yang jauh lebih tinggi. Ditambah angka pengangguran diperlebar dengan didatangkannya secara berbondong-bondong SDM dari China bahkan tak terkecuali pekerja kasarnya.
 
Sementara paradigma ekonomi Islam mengatur bahwa lahan transportasi publik dan SDA adalah milik rakyat dan bersifat umum yang harus dikelola oleh negara dan hasilnya dikembalikan untuk rakyat haram dikelola individu dan swasta.
 
Sebab hal tersebutlah yang menimbulkan gap kesenjangan yang semakin tinggi. Dalam sebuah hadits disebutkan Air, padang rumput, api (energi atau gas) milik rakyat dan harus dikelola negara sehingga sangat mungkin dijangkau dengan harga yang rendah bahkan gratis.
 
Jika pemerintah selama ini ngotot untuk terus menerus menaikkan tarif di tengah kemismikan, utang negara, kurs dollar yang semuanya meningkat, pemerintah telah nyata tunduk pada para Kapital dan ekonomi Kapitalisme yang asasnya adalah kebebasan (liberalisme) bukan kepada kemaslahatan rakyat. [syahid/voa-islam.com]
Kiriman Zahbia Dina, Umbulharjo, Yogyakarta

latestnews

View Full Version