View Full Version
Jum'at, 14 Sep 2018

Muharam, Momen Hijrah untuk Penerapan Islam Kaafah

Oleh: Kanti Rahmillah, M.Si

Tahun baru Hijriah, biasa menjadi momentum untuk umat muslim bermuhasabah. Tabligh akbar, Pawai obor, Majlis dzikir, mewarnai penyambutannya. Bersyukur atas apa yang telah Allah SWT berikan. Bertaubat atas kesalahan yang telah diperbuat.

Bulan Muharam menjadi bulan pertama dalam tahun Hijriah. Secara historis, penetapan ini dilakukan semasa Khalifah Umar bin Khatab. Atas usulan Ali bin Abi Thalib. Pertimbangannya karena pada bulan inilah, Rasulullah dan para sahabatnya, berhijrah dari Mekkah menuju Madinah. Maka, bulan Muharam menjadi tonggak berdirinya Daulah Islam pertama.

Muharam Bulan Kemenangan

Keutamaan bulan Muharam tertera dalam Ayat al quran dan Hadist-hadist Rasulullah. Salah satunya, sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abi Hurairah r.a. :

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ المُحَرَّمُ ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الفَرِيْضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ )
 وَفِيْ رِوَايَةٍ: ( الصَّلَاةُ فِيْ جَوْفِ اللَّيْلِ ).

 Rosululloh sholallohu alaihi wa sallambersabda: “Puasa yang paling utama setelah (puasa) Romadhon adalah (puasa) bulan Alloh Muharrom dan sholat yang paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat malam“. Dalam satu riwayat: sholat di tengah malam”.

Sesungguhnya, dalam hadist di atas, telah jelas keutamaan berpuasa di bulan Muharam.  Begitu pun dalam sejarah kenabian. Bulan Muharam ini, ditandai dengan berbagai kemenangan. Sebagian ulama, berpendapat bahwa pengampunan dari Allah SWT kepada Nabi Adam, yang telah bertaubat karena memakan buah Khuldi terjadi pada bulan Muharam.

Keluarnya Nabi Yunus dari mulut Ikan paus pun di bulan ini. Nabi Ya’kun sembuh dari penderitaan penyakit matanya. Nabi Musa mendapat kitab Taurot. Nabi Sulaiman mendapatkan istana yang megah. Kesemuanya, terjadi di Bulan Muharam.

Oleh karena itu, mari kita introspeksi diri kita. Sudah layakkah kita mendapat kemenangan? Sudahkah syariat Allah, menjadi satu-satunya pedoman hidup kita? Sudahkah kita tinggalkan maksiat berbulu kesenangan dunia? Sudahkah kita bersusah payah dalam menyempurnakan ibadah kepadaNya? Berhijab sempurna hanya untukNya. Berpeluh meninggalkan riba yang hina. Sudahkah, hanya Allah yang menjadi niat dalam setiap aktivitas kita?

Inilah hakikat Hijrah manusia. Pergi dari keterpurukan, menuju cahaya kemuliaan. Bertaubat atas maksiat yang telah dilakukannya. Berazam kuat, untuk terus beribadah kepadaNya, tanpa tapi dan tanpa nanti. Insyaallah, Allah akan memberikan pertolongannya. Sebagaimana yang dilakukan pada para Nabi.

Muharam Bulan Penegakan Khilafah

Sungguh disayangkan, atas apa yang terjadi di negeri ini. Bulan Muharam  yang seharusnya menjadi bulan kemenangan, malah diwarnai dengan problema dan bencana. Gurita korupsi yang tak berkesudahan. Eksploitasi SDA yang menyengsarakan umat, persekusi ulama, pelecehan simbol Islam dan produk UU yang tak memihak rakyat. Kedzoliman penguasa kerap menjadi tontonan rutin negeri ini.

Begitu pun Gempa dan bencana alam lainnya, yang menimpa negeri ini. Ada apa dengan negeri ini? Sesungguhnya gempa dan bencana alam adalah sebuah peringatan dari yang maha kuasa. Peringatan atas kedzoliman yang dilakukan warganya. Peringatan atas diabaikannya hukum Allah di negeri ini.

Oleh karena itu, mari kita jadikan bulan muharam ini sebagai momentum kembalinya umat pada aturan Allah. Karena sesungguhnya, hal demikian telah dicontohkan oleh baginda besar Rasulullah SAW. Hijrahnya Rasul dan para sahabatnya adalah simbol perjuangan dalam menerapkan syariat Allah.

Mari, maknai tahun baru hijriah ini dengan perjuangan mengembalikan kehidupan Islam. Dan kehidupan Islam hanya akan tercipta dalam sebuah institusi Islam. Karena sesungguhnya, seluruh syariatNya, hanya bisa terlaksana, jika Islam diterapkan dalam sebuah negara. Bagaimana bisa melaksanakan hukum sanksi, Jilid/rajam bagi pezinah, Qisos bagi pembunuh, jika sistemnya masih sistem kufur?

Institusi Islam itu bernama Khilafah. Perjuangan mengembalikan kehidupan Islam, dengan menerapkan sistem Khilafah adalah metode yang dicontohkan Nabiallah. Penerapan Islam dalam bingkai Daulah Khilafah Islam, akan mampu menyelesaikan seluruh problematika umat manusia. Maka, perjuangan menegakkannya adalah perkara yang mengikuti sunnahnya. Insyaallah, keberkahan negeri ini akan tampak, jika syariat Islam diterpakan secara kaafah di negeri ini. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Share this post..

latestnews

View Full Version