View Full Version
Selasa, 27 Nov 2018

Virus Sekulerisme Penyabab Penyakit Kronis dalam Tubuh Umat

Oleh: Komsiah Khusnul Khotimah

(Mahasiswi Prodi Bimbingan dan Konseling Islam UINSA Surabaya)

Umat Islam laksana satu tubuh. Satu bagian mengokohkan bagian tubuh lainnya. Setiap tubuh mempunyai darah yang menyebabkan seseorang menjadi sehat, apalagi darah yang bersih dan baik.

Jika orang tersebut kekurangan darah, atau bahkan kehabisan darah, maka ia akan menjadi lemas, tidak dapat bangkit dan beraktivitas secara normal. Sehingga kehidupannya menjadi beban bagi orang lain. Itulah sunnatullah yang telah ditetapkan Allah bagi manusia.

Umat Islam sekarang dalam keadaan menderita, sakit, dan lemah. Realitas kekinian ini menunjukkan bahwa tubuh tersebut kini tengah dilanda sakit kronis. Hampir setiap anggota tubuh merasakan gejala penyakit tersebut. Tubuh umat Islam sampai saat ini masih terkoyak-koyak, jalannya pun terseok-seok.

Tanpa kita sadari, kini kaum muslim dihadapkan berbagai problematika kehidupan yang tiada henti. Saat mata ini melihat di sekeliling kita, kerusakan-kerusakan telah nampak di hadapan kaum muslim.

Tentu fenomena ini menyesakkan pilu. Banyak sekali problematika yang di hadapi oleh kaum muslimin saat ini. Bukan hanya kuantitasnya yang banyak, ragam dan kualitasnya pun semakin menggunung. Mulai dari tawuran, narkoba, pelacuran, seks bebas, pornografi, pornoaksi, pembunuhan, kriminalitas, prostitusi, LGBT, kurs rupiah menurun, freeport, dan masih banyak fenomena yang hari ini tak mampu di ungkapkan satu-persatu. Setiap detik, setiap menit, setiap jam tak berhenti kita di perlihatkan segala problematika hidup.

Apabila kita mau merenungkan dalam-dalam realitas kaum muslimin saat ini, tentulah ditemukan bahwa betapa banyak permasalahan yang menghadang kaum muslimin. Namun, semua itu bukanlah persoalan pokok. Sebab, masalah utamanya adalah karena hukum Islam tidak lagi diterapkan oleh umat ini.

Tidak terasa aturan Islam hanya berkutat dalam urusan Ibadah saja. Persoalan terbesar dibalik itu, bahwa umat dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran asing, sehingga Islam kaffah dicabut dalam benak kaum muslimin.

Menerapkan aturan-aturan Allah tidak cukup hanya sekedar bersifat individual. Namun, Islam telah mempunyai seperangkat aturan menyeluruh yang harus diterapkan. Sebab, seperti telah disebutkan dalam firman Allah SWT, “Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam seara Kaffah, dan janganlah mengikuti langkah-langkah syaithan, sebab sesungguhnya syaithan itu merupakan musuh yang nyata bagi kalian”. (TQS. Al-Baqarah : 208). Hukum Islam yang bersifat menyeluruh ini hanya bisa diterapkan oleh Daulah Khilafah.

Selama lebih dari 1000 tahun saat hukum Islam diterapkan dalam Daulah Khilafah justru memberikan kemaslahatan bagi umatnya. Karena Islam diterapkan sesuai dengan fitrah manusia yang memberikan rasa ketentraman dan ketenangan. Sehingga umat pun merasakan kehidupan yang terjamin mulai dari kebutuhan hidupnya yang terpenuhi, pendidikan, kesehatan, pergaulan, ekominya, dsb. Umat pun saat itu merasakan berlomba untuk meraih ridho Allah dengan sebanyak-banyaknya. Keadaan itulah berbanding terbalik dengan sistem saat ini tanpa adanya sebuah negara yang menerapkan syariat Islam.

Realitasnya, tanpa negara yang menerapkan syariat Islam, kaum muslimin hidup dalam kesesakan dada. Tengok saja, umat Islam diharamkan berzina, tetapi negara saat ini melokalisasi perzinahan dengan dalih untuk sosialisasi penghuninya. Film-film dan bacaan yang mendorong dan melegalisasi perzinahan pun terus dibiarkan dengan alasan hak kebebasan. ]

Umat Islam diharamkan berjudi, tapi negara merekayasa judi dengan berbagai macam cara, nama, jenis, dan modelnya. Umat diharamkan minum khamr, kenyataannya khamr dimana-mana justru dilegalisasi demi meraih sebuah devisa. Seorang muslimah diwajibkan berbusana muslimah, tapi negara mencari berbagai dalih untuk mempersempitnya. Sehingga berhijab tapi masih saja telanjang. Karena dalam berhijab pun tidak melihat standart syariat.

Yang penting asal memakai hijab. Kaum muslim dilarang bekecimpung dalam dunia riba, realitassnya sistem ekonomi yang diterapkan berupa sistem ekonomi kapitalis. Yang tentu saja tulang punggungnya riba. Banyak lagi persoalan kaum muslimin yang dihadapi saat syariat tak lagi diterapkan oleh negara seperti detik ini.

Ketika dasar atau pondasi atas permasalahan ini yaitu bukanlah dari aqidah dan hukum Islam, serta yang diterapkannya sistem sekuler (pemisahan agama dari kehidupan) maka negara ini akan terjadi suatu kerusakan dan binasa akibat enggan menerapkan hukum Islam.

Adapun sebaliknya, jika landasan negara yang dibangun berdasarkan aqidah Islam, hukum-hukumnya Islam serta sistem yang diterapkan syariat Islam maka kaum muslimin akan merasakan kemaslahatannya. Semua itu baru akan terlaksana dengan tegaknya khilafah Islamiyyah. Jadi, solusi atas penyakit kronis umat hari ini, adalah dengan tegaknya khilafah Islamiyyah. Itulah solusi yang mampu menuntaskan segala problematika umat Islam hari ini.

Bukan dengan sekuler mampu memberi kemaslahatan bagi kehidupan justru sebaliknya semakin memperparah kehidupan dan penyebab dari segala kerusakan. Wallahu a’lam bishoab. [syahid/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version