View Full Version
Senin, 31 Dec 2018

Tahun Baru, Waktu Muhasabahku?

Oleh:

Nurul Florida

Koordinator Komunitas Muslimah Menulis

 

HARI terus bergerak perlahan menuju akhir pada tahun dalam kalender masehi, banyak target dan hasil dievaluasi, tak sedikit pula yang membuat resolusi agar kelak terwujud semua mimpi. 

Untuk yang berwirausaha, ini merupakan waktu yang tepat untuk mengevaluasi kinerja dari awal hingga akhir tahun. Berapa target yang sudah dan belum tercapai, seberapa efektif strategi yang telah dibuat dan di eksekusi demi kesuksesan yang begitu ingin diwujudkan. 

Tahun baru di depan mata jika yang berwirausaha sudah mulai menata semuanya, lalu evaluasi dan resolusi hidupku bagaimana? Benarkah jika masuk tahun baru harus selalu diawali dengan resolusi hidup yang baru? Mari kita coba berhenti sejenak, menjeda langkah agar tak lagi hilang arah, bermuhasabah. 

Hal tersebut sesuai dengan firman Allah SWT, “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” (QS. Al-Kahf: 103-104). 

Bukankah ayat ini seharusnya menjadi muhasabah pertama kita sebagai manusia bernama hamba? Mari kita tanyakan pada diri, apakah yang kita lakukan selama ini sudah sesuai dengan tuntunan? Sudah seperti yang Allah ingin dan telah Nabi Muhammad SAW contohkan? Jika belum apa yang seharusnya kita lalukan? Jika sebagian sudah lalu bagaimana cara agar istiqamah? Kuat mempertahankan hal baik yang sudah dilakukan. 

Muhasabah seharusnya dilakukan bukan pada tanggal tertentu, resolusi sebaiknya dibuat bukan karena tahun yang baru, ibadah perlu di evaluasi dan di buat resolusinya setiap hari, waktu kita semakin sedikit, kesempatan semakin sempit dan maut mungkin sudah mengintip. Kelak, semua yang kita lakukan di dunia harus dipertanggungjawabkan. 

Seperti sabda Nabi Muhammad SAW, “Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba nanti pada hari kiamat, sehingga Allah akan menanyakan tentang 4 perkara. Pertama, tentang umurnya dihabiskan untuk apa. Kedua, tentang ilmunya diamalkan atau tidak. Ketiga, tentang hartanya, dari mana dia peroleh dan ke mana dia habiskan. Keempat, tentang tubuhnya, capek/lelahnya untuk apa.” (HR Tirmidzi). 

Muhasabah harus setiap hari, bukan hanya saat tahun berganti, saat kelak semua hal dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya tanpa kecuali, sudah siapkah kita? Bekal apa yang sudah kita siapkan untuk dibawa, sudah cukupkah semua bekal itu? Mari bercengkerama dengan diri sendiri, ambil waktu untuk lebih banyak berinteraksi dengan hati.*


latestnews

View Full Version