View Full Version
Rabu, 15 May 2019

Dalam Islam, Tidak Ada "Tikus" Gerogoti SDA

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki wilayah produktif terluas didunia. Potensi sumberdaya alam di Indonesia pun tidak dipertanyakan lagi mulai dari potensi hutan, laut, sumber daya mineral, energi dsb. Hal ini yang menjadikan Indonesia sejak dahulu menjadi objek rebutan para korporasi.

Kesempatan ini tidak sedikit dilirik dan disalahgunakan oleh pejabat negara yang berprofesi sebagai makelar penjualan aset negara untuk memenuhi kepentingan pribadinya, memuaskan hawa nafsunya. Diawal tahun 2019 ini Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarief menyoroti maraknya korupsi di sektor Sumber Daya Alam (SDA). Menurut Laode M Syarief, banyak pejabat di Indonesia yang sengaja menjual murah Sumber Daya Alam Indonesia.

 "Banyak sekali sumber daya alam di Indonesia dijual murah oleh pejabat. Dan ingat, yang ditangkap itu hanya sebagian kecil dan sebagian besar belum tertangkap,‎"

"Lebih dari 20 pejabat diproses KPK terkait sektor kehutanan, ada beberapa kasus yang kerugian negaranya mencapai Rp1,2 triliun," kata Laode M Syarief di Gedung KPK lama, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (25/1/2019).

Fenomena ini sudah menjadi tradisi di Indonesia. Setiap ada kesempatan ia tidak akan pernah untuk melewatkannya. Hawa nafsu untuk memuaskan kepentingan pribadi telah menghalalkan segala cara, bagaimana dapat menggapai materi yang diinginkan itulah yang menjadi tujuan utama. Bahkan sudah menjadi hal yang lumrah seseorang yang hidup dalam sistem kapitalis pasti akan terdidik berfikir kapitalisme. Ditambah dukungan virus liberalisme yang ada di negeri ini sehingga kepemilikan akan mudah dan bebas dikuasai oleh orang-orang kapital. Sedangkan rakyat biasa? Hanya mendapat limbahnya saja.

Selama sistem yang diterapkan tetaplah kapitalisme-liberalisme tentu akan sulit mewujudkan kesejahteraan karena sistem ini akan mengkayakan orang tertentu saja. Saatnya kita berfikir dan mengubah keadaan negeri ini 180 derajat jauh lebih baik.

Apabila kita perhatikan selain daripada sistem kapitalis yang telah rusak diambang batas, didunia ini juga terdapat dua sistem yang lain, yakni sosialisme dan islam. Kegagalan sosialisme tidak perlu dipertanyakan lagi tidak sampai satu abad diterapkan ia rusak dengan sendirinya karena sangat berbanding terbalik dengan fitrah manusia. Namun, islam keberhasilannya sangat nampak dan dahulu pernah menguasai 2/3 dunia selama 13 abad. Kemajuan ilmu pengetahuan, keadilan hingga kesejahteraan masyarakat menjadi catatan gemilang peradaban kala itu.

Salah satu contohnya ialah seperti yang disampaikan oleh Will Durant seorang sejarawan barat. Dalam buku yang dia tulis bersama istrinya Ariel Durant, Story of Civilization, dia mengatakan, “Para Khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan kerja keras mereka. Para Khalifah juga telah menyediakan berbagai peluang untuk siapapun yang memerlukan dan memberikan kesejahteraan selama berabad-abad dalam wilayah yang sangat luas”.

Dalam Islam, sumberdaya alam dikelola oleh negara semata-mata untuk kepentingan masyarakatnya. Haram bagi siapapun untuk memiliki secara individu apalagi menjualnya kepada asing. Terlepas dari akan memberikan kesejahteraan, sistem Islam wajib diterapkan karena sebagai bentuk ketaatan kita kepada sang pencipta yaitu Allah SWT. Karena Allah SWT telah memerintahkan segala hal diatur dengan aturan islam yang sempurna. Sistem islam akan dapat terlaksana dengan sempurna apabila kita terapkan dalam naungan kepemimpinan Islam.

Saatnya umat kembali kepada sistem Islam dg berjuang bersama mewujudkannya dg dakwah sesuai manhaj Rasulullah SAW.*

Aufa Adzkiya

Aktivis Dakwah Kampus dan Pegiat di Pena Langit  

 


latestnews

View Full Version