View Full Version
Rabu, 15 May 2019

Dua Junnah Tatkala Ramadhan Tiba

TAK terasa Ramadan sudah menghampiri kita. Alhamdulillah kita bisa bertemu dengan bulan penuh berkah. Ramadan yang didalamnya kita diwajibkan menjalankan ibadah puasa. Sebagaimana firman Allah Swt dalam surat Al Baqoroh (2): 183:

"Hai orang-orang yang beriman , telah diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana puasa itu pernah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertawa."

Pada bulan Ramadan pun Allah melipatgandakan pahala kita, di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, malam lailatul qodar. Bulan yang didalamnya Allah menurunkan Alquran, pedoman hidup manusia yang menjadi sumber kebahagiaan dunia dan akhirat.

Dalam hadist Nabi "Puasa itu Perisai" (al Shaum junnah). Dalam banyak kamus disebutkan bahwa junnah itu tutup (sutra) atau apa saja yang melindungi diri kita dari serangan, baik berupa senjata atau yang lainnya. Dikatakan puasa itu perisai artinya puasa itu pelindung yang melindungi pelakunya di dunia dan di akhirat. Di dunia akan menjadi pelindung dari syahwat. Maka bisa dikatakan bahwa puasa itu penyelamat hamba dari setiap kerusakan dirinya, pelindung dirinya dari setiap keburukan dan mensucikan pelakunya dari segala macam kotoran atau keburukan.

Di akhirat, puasa akan menjadi penyelamat hamba dari api neraka. Sebagaimana hadist Rasulullah, Allah Azza wa jalla berfirman, "Puasa adalah perisai, yang dengannya seorang hamba membentengi diri dari api neraka. Dan puasa itu untuk-Ku. Akulah yang akan membalasnya." (HR.Ahmad).

Inilah yang dimaksud puasa adalah perisai atau pelindung bagi individu untuk melakukan kemaksiatan kepada Allah. Ketika dia berpuasa maka akan menjaga dirinya dari perbuatan yang dlarang Allah SWT. Bahkan dengan berpuasa karena puasa untuk Allah, maka Allah mengganjarnya dengan terbebas api neraka.

Imam adalah perisai. Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya al Imam (Khalafah) itu laksan perisai dimana orang akan berperang dibelakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan kekuasaannya. Jika seorang Imam (Khalifah) memerintah supaya taqwa kepada Allah azza wajalla dan berlaku adil maka dia mendapat pahala karenanya dan jika dia memerintah selain itu, maka ia akan mendapat siksa." (HR.Muslim, An-Nasai, Abu Daud, Ahmad).

Hadist ini menjelaskan bahwa imam (pemimpin) adalah pelindung atau perisai bagi manusia dari serangan musuh yang ingin mencelakainya dan menjaga kaum muslim agar tidak saling mencelakai, memelihara kemurniaan Islam, dan manusia berlindung dibelakangnya dan mereka tunduk dengan kekuasaanya.

Pada momen Ramadhan ini semoga kita bisa meraih dua junnah ini. Junnah puasa dan imamah. Junnah puasa sebagai benteng individu agar senantiasa tunduk dan patuh pada syariat-Nya. Sedangkan junnah imamah adalah kita segera mendapatkan imam atau kepemimpinan Islam yang semantiasa melindungi dan mengayomi rakyatnya serta membuat rakyat nyaman dan tentram dibawah kepemimpinannya. Insyallah. Aamiin ya rabbal alamin.*

Fadhilah UH

Women Movement Institute


latestnews

View Full Version