View Full Version
Senin, 29 Jul 2019

Ketika Orang Arab Kesulitan Berbahasa Arab Fusha

 
BASIL (kiri) baru lulus SMA, cita-cita ingin jadi mekanik mobil. Sama kayak saya dulu saat sekolah di STM. 
 
Pemuda berusia 18 tahun ini tak biasa berbicara dengan bahasa fusha. Setiap ngobrol selalu dengan bahasa amiyah. Bikin loading sejenak. 
 
Hingga suatu ketika, saya katakan padanya, "Basil, saya datang jauh dari Indonesia ke Arab Saudi, untuk belajar bahasa Arab fusha. Kenapa kamu tidak berbicara dengan bahasa fusha?."
 
Sejak itu, dia selalu berusaha ngomong pakai fusha, meski keliatan agak bingung. Dia jujur, itu berat baginya. 
 
Menurut pengakuannya, Basil belajar bahasa Arab fusha dengan metode menonton film (semacam sinetron). 
 
"Emang di sekolah pakai amiyah juga?," tanya saya padanya. 
 
"Iya. Di sekolah, dari TK hingga SMA, ya sehari-hari pakai amiyah," kata dia. 
 
Sementara itu, Sulthan (tengah), adalah mahasiswa Universitas Ummul Quro jurusan geografi. Dia awalnya mengajak ngobrol selalu dengan bahasa Inggris. Saya katakan padanya, "Pakai bahasa Arab dong. Tapi yang fusha ya."
 
Akhirnya dia mau berbicara dengan bahasa Arab fusha. Agak terbata-bata. 
 
Basil dan Sulthan adalah pegawai di hotel tempat saya bertugas. Keduanya adalah penduduk Mekkah, bekerja sebagai Satpam, khusus pada musim haji saja. 
 
Saya bilang kepada keduanya, "Kalian terlahir sebagai orang Arab, tinggal di Arab, di Mekkah. Berilah teladan kepada kita orang ajam. Berbicaralah dengan bahasa Arab fusha!."*
 
Sumber: Facebook Budi Marta Saudin, petugas haji Indonesia 2019

latestnews

View Full Version