View Full Version
Kamis, 15 Aug 2019

Pajak Jadi Sasaran Embuk di Negara "Dracula"

DEMI mendorong kesadaran wajib pajak, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melakukan berbagai cara. Termasuk mengeluarkan tagline bayar pajak semudah isi pulsa. Tagline itu ternyata ide dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Ide itu muncul dari pengalamannya pribadi saat bersama suami dan anaknya. Ide itu tak hanya sekadar wacana.

Ditjen Pajak akan kerjasama dengan e-commerce seperti tokopedia untuk mempermudah perbayaran pajak. “ Nah sekarang ini jadi tagline membayar pajak semudah beli pulsa dan kita sekarang sudah kerja sama nanti Tokopedia. Mereka akan melakukan jadi channel bayar pajak. Artinya willing to mengadopsi teknologi, mengubah bisnis proses, menciptakan momentum untuk penggunakan itu” .detikfinance.com.

Sri Mulyani mengatakan bahwa Indonesia saat ini sudah ikut dalam pertukaran data perpajakan secara otomatis atau Automatic Exchange of Information (Aeol). Dari situ negara-negara yang tergabung didalamnya akan mendapatkan data informasi perpajakan secara otomatis. Menurutnya saat ini ada sekitar 47 juta transaksi yang dilaporkan dalam pertukaran data perpajakan.

Nilai harta yang dilaporkan bahkan mencapai ribuaan triiliun. Oleh karena itu, saat ini bagi pemilik harta banyak akan sulit menyembunyikan hartannya demi menghindari pajak. Bahkan upaya seperti pengakalan pajak seperti tax avoidance dan tax evasion tidak akan mempan dilakukaan. “ jadi anda mau pindah nggak jadi ke bank tapi ke insurance ya tetap akan dilaporin. Kalou mau ya gali aja sumur dibelakaang rumah taruh duitnya disitu. Oh masi ada yang seperti itu? Nanti saya pakai drone cari disitu.”  Tutur mantan Pelaksana Bank Dunia. detikfinance.com.

Dana Moneter Internasional (IMF) belum lama ini merilis hasil assesment terhadap perekonomian Indonesia dalam laporan bertajuk Article IV Consultation tahun 2019. Meski secara keseluruhan perekonomian Indonesia dinilai positif, IMF menyoroti kinerja penerimaan negara yang masih rendah, terutama pajak. Kontan.co.id.

Disini kita bisa melihat faktanya bahwa pemerintah berupaya agar rakyat sadar akan bayar pajak. Mentri keuangan Sri Mulyani melalui pengalaman peribadinya mengatakan tagline bayar pajak semudah isi pulsa, caranya mudah tapi untuk mengisi ini yang tidak mudah. Memaksa rakyat untuk bayar pajak dengan adanya perpajakan secara otomatis atau (Aeol).

Lagi lagi dan lagi pajak jadi incaran empuk  di Negara “dracula” Dana Moneter Internasional (IMF) belum lama ini merilis hasil assesment terhadap perekonomian Indonesia tahun 2019. Meski secara keseluruhan perekonomian Indonesia dinilai positif, IMF menyoroti kinerja penerimaan negara yang masih rendah, terutama pajak. Anehnya hasil pajak digunakan untuk apa kita tidak tau, solusi lapangan kerja yang belum memadai malah diberikan keasing, solusi kemiskinan yang belum maksimal terbukti dari pemerintah tidak menganggap penting menjaga stabilitas tingginya harga pangan, biaya hidup dll.

Dalam sistem kapitalisme yang diterapkan saat ini, salah satu sumber utama pembiyaan negara yang terdapat dalam APBN adalah pajak. Pajak menjadi salah satu pos pemasukan negara yang dibebankan kepada warga negara dalam berbagai bentuk. Untuk tahun 2019 ini target pendapatan negara dari pos pajak yang tercantum dalam APBN adalah Rp 2.165.1 triliun.

Islam punya solusi sistem Islam perpajakan diberlakukan pada kekayaan bukan penghasilan, Allah SWT memberikan hak kepada kepada negara untuk mendapatkan harta dalam rangka menutupi berbagai kebutuhan dan kemaslahatan kaum Muslimin. Jika terjadi kondisi kekosongan pada baitul mal. Negara mewajibkan kaum Muslimin untuk membayar pajak hanya untuk menutupiberbagai kebutuhan dan pos-pos pengeluaran yang diwajibkan. Kewajiban membayar pajak tersebut hnya dibebankan atas mereka yang mempunyai kelebihan dalam memenuhi kebutuhan pokok dan pelengkap dengan cara yang ma’ruf.*

Nur Mariana M.Sos
Alumni UINSA dan Pendidik


latestnews

View Full Version