View Full Version
Rabu, 29 Jan 2020

Virus Corona Menyebar: Jawaban Allah atas Kesombongan China

 

Oleh: Sherly Agustina M.Ag

"Jumlah korban meninggal dunia di China akibat virus Corona mencapai 81 orang, dengan sekitar 3.000 orang dipastikan terjangkit virus tersebut. Dan yang kritis lebih dari 300 orang." (BBC News, 27/01/20).

Dunia tepatnya di Cina dihebohkan dengan virus yang mematikan, virus ini bernama Corona. Virus Corona adalah keluarga virus yang mencakup flu biasa. Namun, virus ini belum pernah terdeteksi sebelumnya, sehingga disebut 2019-nCov. Virus baru dapat menjadi umum terjangkit pada manusia setelah menginfeksi hewan yang kemudian menularkannya kepada manusia. Wabah SARS (S evere Acute Respiratory Syndrome ) pada 2013 dimulai pada kelelawar dan dipindahkan ke luwak yang kemudian menular pada manusia.

Antrian pasien semakin panjang di rumah sakit di Wuhan. Virus baru ini juga menyebabkan infeksi pernafasan akut yang parah. Gejala tampaknya dimulai dengan demam, diikuti oleh batuk kering dan kemudian, setelah seminggu, menyebabkan sesak napas dan beberapa pasien membutuhkan perawatan di rumah sakit. Hingga kini belum ada obat atau vaksin khusus untuk penyakit ini.

Berdasar informasi awal, diyakini bahwa hanya seperempat dari kasus yang dikategorikan "parah" dan yang kebanyakan meninggal adalah orang tua, beberapa di antaranya memiliki kondisi yang sudah sakit sebelumnya. Pihak berwenang China mencurigai pasar makanan laut yang "melakukan transaksi hewan liar ilegal" adalah sumber wabah itu.

Para ilmuwan di Pusat Analisis Penyakit Menular Global MRC di Inggris telah memperingatkan bahwa kemungkinan akan sulit untuk menangani virus itu. Mereka mengatakan penularan virus corona dari manusia ke manusia adalah "satu-satunya penjelasan yang masuk akal" untuk skala epidemi. Perhitungan mereka memperkirakan setiap orang yang terinfeksi menyebarkannya ke sekitar 2,5 orang lainnya.

Para ilmuwan di pusat analisis ini memuji upaya pihak berwenang China, tapi mengatakan penularan virus itu perlu dikurangi hingga 60% agar wabah itu dapat diatasi. Petugas medis militer membantu mengirimkan pasokan ke Wuhan Menurut para ilmuwan, ini adalah tantangan besar yang akan membutuhkan isolasi pasien dengan hanya gejala ringan yang dapat dengan mudah dikacaukan dengan penyakit lain.

Di tempat lain, sebuah tim di Universitas Lancaster telah menerbitkan perkiraan mereka tentang jumlah kasus yang menunjukkan 11.000 terinfeksi virus itu tahun ini. Jika benar, itu akan lebih dari SARS.

Pemerintah juga melaporkan lima kasus di Hong Kong, dua di Makau dan tiga di Taiwan. Sejumlah kecil kasus juga telah ditemukan di Thailand, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Vietnam, Singapura, Malaysia, Nepal, Prancis dan Australia. Kanada mengatakan menemukan kasus pertamanya, pria berusia 50-an yang baru-baru ini terbang dari Wuhan ke Guangzhou, Cina, dan kemudian ke Toronto. (detikNews, 26/01/20)

Perdana Menteri Li Keqiang mengunjungi Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, yang merupakan pusat penularan. Kota Wuhan di Provinsi Hubei, yang merupakan sumber penyebaran virus, kini dinyatakan tertutup dan sejumlah kota menerapkan larangan perjalanan. Lebih dari setengah juta staf medis telah dikerahkan untuk upaya pencegahan, pengendalian, serta operasi perawatan di Hubei.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Menkes China, Ma Xiaowei, menyatakan kemampuan virus itu untuk menyebar tampaknya menguat. Penularan terjadi pada "tahap krusial penanggulangan", kata Ma Xiaowei. Sejumlah pejabat meyakini bahwa pada manusia, periode inkubasi—masa ketika seseorang mengidap sebuah penyakit tapi gejala-gejalanya belum tampak—berkisar antara satu hingga 14 hari. Tanpa penampakan gejala-gejala, pengidap penyakit boleh jadi tidak tahu dia telah tertular namun bisa menularkannya lagi ke orang-orang sekitar.

Melihat peristiwa tersebut, membuktikan bahwa semua itu sangat mudah bagi Allah Swt. Bisa jadi ini adalah jawaban dari Allah Swt atas pernyataan Xi Jiping, presiden China tahun lalu saat memperingati HUT ke-70 RRC.

"Tidak ada kekuatan yang dapat mengguncang pondasi negara besar ini," kata Xi dalam naskah pidato berbahasa Mandarin, yang diterjemahkan secara resmi oleh media pemerintah.

"Tidak ada kekuatan yang bisa menghentikan orang-orang China dan bangsa China untuk terus maju," lanjutnya. (Liputan6, 01/10/20).

Kesombongan Xi Jiping dijawab oleh Allah Swt., dengan Virus Corona dan penyebarannya yang begitu cepat.  China tak berkutik, aktifitas dan keuangan mereka terfokus pada recovery korban yang tidak sedikit. Otomatis ambisi mereka untuk menguasai dunia tertunda.  Orang-orang kafir membuat makar, bisa dilihat apa yang diperlakukan oleh China di Uighur tahun lalu. Membantai dan mengisolasi umat Islam. Bahkan ingin menjadikan warga China muslim seperti mereka. Pelanggaran HAM terjadi di sana, walau China mengelak. Dunia bungkam atas kebiadaban tersebut. Bahkan bangsa Indonesia sebagai muslim terbesar, tak berkutik di hadapan China karena investasi China di negeri ini sangat besar.

Ingat firman Allah SWT:

وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”. (Q.S.Ali Imron: 54)

Allahu A'lam bi Ash Shawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google


latestnews

View Full Version