View Full Version
Ahad, 22 Mar 2020

Negarawan Sejati Pemimpin Ummat

Oleh:

Annisa Fatimah

Aktivis Mahasiswi

 

VIRUS Covid-19 hari ini menjadi trending topik perbincangan dan pembahasan dunia. Pasalnya, virus ini telah menyebar dengan cepat hingga ke beberapa negara bahkan sampai ke negera kita yaitu Indonesia. Terlansir dalam m.detik.com dengan tajuk ‘Mardani:Jokowi Lepas Tanggung Jawab soal Status Bencana Corona’, dikatakan oleh Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera bahwasanya “dalam keadaaan pandemik, kebijakan yang berbeda-beda tidak efektif. Pola pak Jokowi menyerahkan pada kepala daerah seperti lepas tanggung jawab. Mesti ada satu kebijakan nasional yang diikuti oleh seluruh pihak, termasuk seluruh kepada daerah. Pandemi ini tidak mengenal daerah”. 

Peran kepala negara adalah untuk mencari solusi dan menentukan keputusan yang bijaksana sehingga rakyatnya tidak terdzolimi akibat salah mengambil suatu keputusan. Adapun keputusan yang sangat baik adalah keputusan jangka panjang dan tepat, apalagi terkait dengan nyawa rakyatnya. 

Sehingga dalam menghadapi pandemi ini rakyat terselamatkan dan tidak menimbulkan banyak korban jiwa. Pada kenyataanya tidaklah demikian, penyerahan kebijakan kepada kepala daerah yang dilakukan justru akan menyebabkan ketidak-menyatunya negara untuk menyelesaikan problematika ini.Sehingga dari hal tersebut kita dapat mengambil suatu pelajaran bahwasanya hanyalah seorang negarawan yang dapat mengatasi berbagai problematika ummat. 

Menurut seorang ulama alumnus Al-Ahzar Kairo Mesir, yaitu Syaikh Abdul Qadim Zallum, menyatakan bahwa negarawan adalah orang yang mampu menerjemahkan atau mentransfer kitab-kitab dan pikiran para ulama ke dalam realita kehidupan. Hal tersebut selaras dengan kenyatan bahwasanya negarawan merupakan sosok pemimpin politik kreatif dan inovatif. 

Seorang negarawan juga memiliki mentalitas pemimpin dan juga mampu dalam mengatur urusan  kenegaraan, menyelesaikan permasalahan, serta dapat membedakan antara urusan pribadi dan umum. Dia adalah orang yang mendasarkan kepada suatu prinsip kebenaran yang hakiki dan konsisten dengan prinsip ideologi tersebut. Itulah negarawan sejati. 

Semestinya seorang pemimpin dapat memiliki sifat tersebut, karena apabila tidak suatu negara akan menjadi kacau balau bahkan jika suatu negara memiliki seorang negarawan namun tidak berlandaskan dengan prinsip kebenaran dalam hal ini adalah ideologi Islam, maka akan menjadi percuma. Karena keberkahan dari negara itu juga akan tercabut dan malapetaka akan terus menerus datang sebagai teguran dan cobaan dari Allah. 

Berbagai teguran sesungguhnya telah di hadapi oleh negri ini mulai dari bencana alam, bencana sosial, bahkan saat ini teguran skala global telah melanda melalui pandemik ini. Padahal nyawa satu manusia itu berharga, sebagaimana sabda Rasulullah “Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingkan dengan terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak” (HR. Nasai 3987, Turmudzi 1455, dan dishahihkan Al-Albani)

Maka dalam hal mengurusi urusan rakyat, pemimpin dalam sistem kepemimpinan islam akan menjadi seorang  negarawan yang sepenuhnya akan menjadi pengurus rakyat secara totalitas penuh tanggung jawab dan tidak sibuk untuk menguntungkan diri sendiri dan kelompoknya. Sehingga masalah seperti apapun dengan kehendak Allah pasti akan terselesaikan secara profesional dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan syariat Islam. 

Kesempurnaan seperti hal di atas tidaklah dapat dirasakan kala ini, akibat tidak adanya kesadaran baik itu dari penguasa hingga masyarakat akan wajibnya menerapkan sistem ajaran Islam. Ajaran Islam kala ini dianggap hanya sebagai Agama spiritual dan tidak memiliki solusi dari problematika ummat. Padalah ajaran Islam memiliki berbagai solusi yang dapat di pelajari dan diterapkan atau dapat dikatakan sebagai ajaran yang aplikatif di kehidupan manusia baik dunia maupun akhirat. Wallahu ‘alam.*


latestnews

View Full Version