View Full Version
Jum'at, 15 May 2020

Mencari Lailatul Qadar (Bagian 2)

 
 
Oleh:
 
Ana Nazahah
 
Pemerhati Remaja, Revowriter Aceh
 
 
Tulisan bagian satu klik di sini
 
 
SAHABAT Voa! Di tulisan sebelumnya sudah dijelaskan, bahwa untuk meraih Lailatul Qadar adalah dengan memperbaiki amalan dan secara bersungguh-sungguh berharap keberkahan, di malam Lailatul Qadar. 
 
Hanya saja, memperbaiki amalan saja tidak akan cukup, jika tidak disertai oleh kayakinan. Karena keyakinanlah yang bisa merubah ketidaksanggupan menjadi berdaya. Kemustahilan menjadi nyata. Meski saat ini kita masih bukan siapa-siapa. Bukan sosok yang banyak pemahaman agama. Sangat jauh sekali jika dibandingkan dengan ulama dan orang-orang alim diantara kita. Bukan berarti kita tidak boleh meraih keberkahan di malam mulia.
 
Rasulullah Salallahu A'laihi Wassalam mengabarkan, bahwa orang-orang yang tidak mendapatkan Lailatul Qadar adalah pribadi yang merugi. Tentu kita tidak ingin menjadi bagian orang-orang yang merugi tersebut. Karena itu kita wajib memahami keistimewaan Lailatul Qadar, yang mungkin bisa menjadi pendorong bagi kita agar lebih yakin dan optimal dalam usaha meraihnya. 
 
Lantas, apa-apa saja keistimewaan Lailatul Qadar?  Mari kita simak bersama-sama.
 
1. Malam Diturunkannya Al-Quran
 
Allah Ta'ala berfirman :
 
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ.  وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ.
 
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." (QS. Al-Qadar: 1-3).
 
2. Malam yang Lebih Baik Dari Seribu Bulan
 
Lailatul Qadar adalah malam rahmat dan keberkahan. Amal-amal ibadah dan kebaikan yang dikerjakan di dalamnya nilainya lebih baik daripada amal-amal tersebut dikerjakan selama seribu bulan, yang tidak ada Lailatul Qadar di dalamnya. Karenanya setiap muslim wajib bersungguh-sungguh mendapatkannya. Firman Allah SWT : 
 
 وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ.
 
“Tahukah kamu apa itu lailatul qadar? Lailatul qadar lebih baik daripada seribu bulan.” (Q.S Al-Qadr: 2–3)
 
 
3. Dipenuhi Berkah yang Melimpah
Allah SWT berfirman: 
 
اِنَّاۤ اَنۡزَلۡنٰهُ فِىۡ لَيۡلَةٍ مُّبٰـرَكَةٍ‌ اِنَّا كُنَّا مُنۡذِرِيۡنَ. فِيۡهَا يُفۡرَقُ كُلُّ اَمۡرٍ حَكِيۡمٍۙ‏. 
 
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. (Q.S Ad- Dhukan: 3-4)
 
4. Malam Penuh Kesejahteraan
 
Selain penuh dengan keberkahan, malam lailatul qadar juga dipenuhi dengan kesejahteraan dan kedamaian. Allah SWT telah berfirman:  
 
سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ.
 
“Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (Q.S Al-Qadr: 5)
 
5. Para Malaikat Turun ke Bumi
 
Keutamaan malam lailatul qadar yang kelima adalah pada malam tersebut, para malaikat akan berbondong-bondong turun ke bumi. Maka pada malam tersebut dianjurkan bagi umat muslim untuk banyak berdoa. Allah SWT berfirman:
 
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْر
 
“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.” (Q.S Al-Qadr: 4)
 
6. Diampuninya Dosa yang Telah Lalu
 
Pada malam Lailatul Qadar, dosa umat muslim akan diampuni. Allah SWT membuka lebar-lebar pintu ampunan bagi siapa saja yang meminta ampun kepada-Nya.
 
Dari Abu Hurairah, Rasulullah Salallahu A'laihi Wassalam bersabda:
 
“Barangsiapa menegakkan shalat pada malam Lailatul Qadar atas dorongan iman dan mengharap balasan (dari Allah), diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari, An Nasa’i, dan Ahmad) 
 
Nah, itu tadi beberapa keistimewaan malam Lailatul Qadar. Malam yang sangat luar biasa. Maka tak salah jika setiap orang berlomba dan bersemangat untuk mendapatkannya. Demi meraih keberuntungan dengan pahala yang dimiliki malam tersebut, mendulang kebaikannya, memperoleh ganjarannya, dan merengkuh berkahnya. 
 
Terlebih kita adalah pribadi yang banyak dosa, sering khilaf, terjebak dalam kemaksiatan baik disengaja atau tak disengaja. Maka sudah sepatutnya moment berharga ini kita jadikan sebagai ajang untuk taubatan nasuha.  Memohon ampunan dengan bersungguh-sungguh. Karena jika tidak sekarang, kapan lagi? Belum tentu  Ramadhan esok kita masih hidup di dunia ini. Wallahualam.*

latestnews

View Full Version