View Full Version
Kamis, 22 Apr 2021

Adu Cepat Menangkap JPZ yang Ngaku Nabi ke-26

Oleh: Abu Muas T. (Pemerhati Masalah Sosial)

Di tengah-tengah kekhusyuan ummat Islam sedang menunaikan ibadah puasa Ramadhan, tiba-tiba harus terusik kekhusyuannya dengan munculnya kembali pelecehan, penistaan dan penghinaan Agama Islam. Patut disesalkan masih terus berulang tindakan penistaan Agama Islam.

Kasus teranyar diduga telah terjadi penistaan Agama Islam, Rasul dan Allah yang dilakukan oleh youtuber Jozeph Paul Zhang (JPZ) yang mengaku sebagai nabi ke-26.

Patut diduga yang bersangkutan menganggap bahwa apa yang dilakukannya tidak akan mengandung risiko hukum seperti yang dilakukan oleh para penista sebelumnya yang akhirnya tidak ada sanksi hukum yang jelas. Sepertinya dia nilai kalau toh ada sanksi hukum pun paling hanya beberapa waktu mendekam di terali besi tahanan.

Kali ini rupanya JPZ salah perhitungan sekaligus menunjukkan kebodohannya. JPZ sangat bodoh mengklaim menjadi nabi ke-26, menghina Nabi SAW dan Allah SWT, tapi dirinya konon kini berada di luar negeri.

Keberadaan JPZ di luar negeri rupanya di luar perhitungannya, padahal jika benar dia berada di luar negeri maka tak menutup kemungkinan akan menjadi ajang "adu cepat" perburuan antara aparat yang dibantu Interpol dengan para pecinta Rasul di luar negeri yang merasa wajib membela Rasul tatkala dihinakan.

Bisa saja, JPZ akan lebih dulu diketemukan oleh para pecinta Rasul yang berada di luar negeri mendahului aparat yang dibantu Interpol dalam menemukan yang bersangkutan. Kalau ini yang terjadi tidak dapat dibayangkan apa yang terjadi terhadap diri JPZ dengan sanksi hukum yang akan dia terima dan dialaminya?

Betapa bodohnya JPZ, kenapa cuap-cuap menghina Islam, Rasul dan Allah mesti lari ke luar negeri? Apakah JPZ tidak belajar kebebasan dari hidupnya orang-orang yang telah sering menghina Islam hingga kini tak pernah tersentuh hukum di negeri Antahberantah? Apakah JPZ tidak belajar dari imbauan-imbauan para tokoh yang selalu mengimbau sekaligus "meninabobokan" ummat Islam agar jangan terprovokasi jika ada orang yang menghina Islam, Rasul dan Allah?

Tunggu saja apa yang akan terjadi, adu cepat perburuan antara aparat yang dibantu Interpol dengan para pencinta Rasul yang ada di luar negeri dalam memburu orang yang mengklaim dirinya nabi ke-26.

Kasus JPZ yang mengaku sebagai nabi ke-26 ini juga merupakan uji kecepatan bagi aparat untuk segera bisa menangkap yang bersangkutan, seperti secepat kilatnya aparat dalam hitungan waktu dapat menangkap seseorang yang menghina pejabat yang notabene sosok manusia.

Padahal, tindakan JPZ kini diduga bukan lagi menghina pejabat atau manusia, tapi dia diindikasikan telah menghina Allah, Rasul, dan Agama Islam. Pertanyaannya, manakah yang lebih cepat ditangkap yang menghina manusia ataukah yang menghina Allah, Rasul dan Agama Islam?


latestnews

View Full Version