View Full Version
Ahad, 02 Jan 2022

Dua Warna Peradaban Manusia

 

Oleh:

Ummu Nazry || Pemerhati Generasi dan Kebijakan Publik

 

PERADABAN manusia akan senantiasa ada dalam dua warna,  hitam dan putih.  Peradaban akan berada dalam warna hitam dan gelap manakala peradaban yang ada menyelisihi fitrah penciptaan manusia,  tidak mampu menjawab setiap tanya manusia dengan tuntas, dan tidak dapat memberikan ketentaman dalam hati manusia.

Manusia ada dalam kuasa hawa nafsunya belaka. Sehingga menyelesaikan permasalahan hidupnya pun hanya berdasarkan pada hawa nafsunya saja. Peradaban hitam manusia akan dipenuhi dengan aktivitas mengumbar nafsu secara bebas.  

Liberalisme (kebebasan tanpa kendali) akan mendominasi kehidupan manusia dalam peradaban hitam manusia. Sehingga menjadi hal yang biasa terjadi jika norma dalam kehidupannya tidak begitu banyak diperhatikan. Tidak ada istilah berbakti kepada kedua orang tua,  tidak ada istilah menepati janji,  yang ada hanyalah kepentingan semata. Sehingga menjadi hal yang lumrah saja terjadi yaitu timbulnya banyak konflik kepentingan dalam masyarakatnya. Dan yang dapat memenangkan konflik adalah mereka yang memiliki uang,  kekuasaan dan lobi yang kuat. Pihak yang lemah akan tersingkir dan akan menjadi pihak yang terkalahkan.

Peradaban hitam manusia bisa jadi mampu membangun infrastruktur yang kokoh dan kuat,  membuat inovasi dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan mampu membangun bangunan fisik lainnya yang memukau mata dan mencengangkan benak. Namun moral manusia rapuh didalamnya. Bahkan nyaris tak bermoral,  sebab peradaban hitam manusia tak pernah mengenal makna moral. Peradaban hitam manusia hanya mengenal makna pemenuhan nafsu atas nama kepentingan semata.

Maka didalam peradaban hitam manusia akan sangat mudah ditemui tempat-tempat yang rusak semisal tempat prostitusi,  perdagangan budak,  perampokan harta dan kehormatan serta berbagai tempat rusak dan merusak lainnya.  Walaupun secara fisik tempat tersebut berada dalam bangunan gedung yang indah dan memukau mata.

Peradaban hitam manusia telah menciptakan manusia-manusia yang tidak memiliki hati nurani,  tidak memiliki akal sehat. Sebab terbiasa berfikir kotor dan culas atas nama kepentingan yang menuruti hawa nafsu.

Peradaban hitam manusia akan senantiasa membelokan dan menyesatkan hati dan cara berfikir manusia yang lurus. Sehingga peradaban hitam manusia akan menenggelamkan manusia kedalam kubangan kesesatan dan ketersesatan.

Jikapun ada agama ditengah-tengah manusia, peradaban hitam manusia akan berusaha untuk memoles mereka yang memiliki agama dengan polesan warna hitamnya. Sehingga mereka yang beragama tidak lagi beragama dengan baik dan benar sesuai tuntunan agamanya. Tidak lagi berpegang teguh dalam agamanya. Bahkan agama dijadikan sebagai alat untuk meraih keuntungan duniawi yang melenakan.  Sungguh peradaban hitam manusia akan menggelincirkan umat beragama dalam ketergelincirannya sebab gelapnya jalan yang harus ditapaki karena gelapnya peradaban hitam manusia. 

Karenanya,  manusia yang berada didalam peradaban yang hitam tidak akan pernah selamat kehidupannya. Kecuali mereka keluar dari peradaban hitam tersebut dan berpindah menuju peradaban putih manusia.

Berbeda dengan peradaban hitam manusia. Maka peradaban putih manusia akan menerangi kehidupan manusia dengan seterang-terangnya. Alhasil manusia akan mampu menapaki jalan kehidupan dengan sangat jelas. Tidak akan tergelincir, tidak akan terperosok, tidak akan tersesat dan tidak akan menyesatkan, sebab terangnya jalan yang ditapaki

Peradaban putih manusia akan membentuk karakter manusia sesuai dengan fitrah penciptaannya. Akan mampu memberikan jawaban atas setiap permasalahan manusia dengan jawaban yang tepat dan tuntas. Akan dapat memberikan ketentraman pada hati dan jiwa manusia.

Peradaban putih manusia akan membentuk manusia yang bermoral,  yang mengerti kedudukannya dimuka bumi ini sebagai makhluk. Sehingga akan mampu menempatkan diri sebagai makhluk dari Sang Pencipta.

Kehidupan manusia dalam peradaban putih manusia akan dipenuhi dengan rasa belas kasih dan tanggung jawab yang sepatutnya.  Sehingga akan berkembang nilai dan tanggung jawab individu-individu di dalam masyarakatnya. Seperti tanggung jawab anak kepada orang tuanya dengan melaksanakan aktivitas berbakti kepada kedua orang tua. Sehingga tidak ada satupun orang tua yang terlantar,  sebab semua anak akan merasa bertanggung jawab terhadap kehidupan kedua orang tuanya yang telah renta. 

Peradaban putih manusia akan menghilangkan dan meniadakan tempat rusak dan merusak moral manusia. Maka, akan hilang tempat tempat yang rusak dan merusak moral semacam tempat prostitusi, tempat judi dan mengundi nasib dan tempat-tempat kotor lainnya. Sungguh peradaban putih manusia akan menghilangkan segala kotoran dan noda yang dapat merusak fitrah suci manusia.

Peradaban putih manusia akan melindungi setiap umat beragama dan akan menuntunnya dengan jelas menuju jalan terang yang bisa menyelamatkan manusia.  Baik di dunia maupun di akhirat. 

Peradaban putih manusia mampu membentuk kehidupan manusia menjadi bermoral dan memiliki hati nurani, dan diwaktu yang sama juga mampu membangun infrastruktur dan bangunan fisik lainnya yang juga mampu membelalakan mata. Namun tidak akan membuat lupa manusia bahwa seluruh sarana fisik yang dibangun, seberapa modernya, hanyalah sebagai sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta manusia, dan untuk dijadikan sebagai sarana untuk mengabdi pada Sang Pencipta kehidupan, Allah Swt,  Tuhan semesta alam,  bukan pada hawa nafsu manusia.

Pada akhirnya peradaban hitan dan putih manusia akan saling berbenturan dan akan saling meniadakan. Dan pemenang benturan tersebut, akan menguasai dunia dengan warna yang dimilkinya. 

Maka jika hari ini dunia terasa gelap sebab manusia sudah tak memiliki moral lagi,  maka itulah satu indikasi berkuasanya peradaban hitam manusia. Dan peradaban hitam ini akan berangsur hilang seiring dengan semakin kuatnya pancaran sinar putih peradaban manusia yang kelak akan dipancarkan oleh orang-orang kuat dan terpilih yang akan mampu menyinari dan menghilangkan peradaban hitam manusia.  Sebab peradaban hitam manusia sejatinya adalah peradaban yang tidak sesuai dengan fitrah penciptaan manusia,  tidak memuaskan akan dan tidak mampu memberikan ketentraman  kedalam hati dan jiwa manusia.*


latestnews

View Full Version