View Full Version
Jum'at, 29 Apr 2022

Notes from Qatar

Sahabat VOA-Islam...

Alhamdulillah Robbil alamin saya ditaqdirkan untuk mengunjungi Qatar dan melihat selintas kondisi menjelang bulan Suci Romadhon Mubarok Karim tahun 1443 H atau 2022 M.

Negara ini memiliki posisi strategies di tengah-tengah Middle East atau Timur Tengah Yang berbangsa Arab. Berpenduduk 2,781,677 (2018) dengan
GDP $206.220 billion (nominal, 2021 est.) $273.040 billion (PPP, 2021 est.).

Ekonomi negara ini didanai dengan penghasilan dari penjualan oil yang ditemukan pada tahun 1939 and kemudian menyusul natural gas 30 tahun kemudian, dengan memproduksi 46,500 barrels per hari di tahun 1951(www.worldatlas.com/articles/the-richest-countries-in-the-world.html).

81% penghasilan Qatar Berasal dari hasil penjualan crude oil dan gas(https://www.worldstopexports.com/qatars-top-10-exports).

Produksi lainnya berasal dari manufactur, jasa konstruksi dan jasa keuangan (https://www.usnews.com/news/best-countries/qatar&ved).

Secara keseluruhan Qatar mengendalikan sekitar 13% dari pasokan oil dunia(https://medium.datadriveninvestor.com/what-its-like-to-live-in-the-richest-country-in-the-world).

Hal di atas juga menjadikan Qatar diklasifikasikan oleh United Nations (PBB) sebagai negara yang memiliki HDI atau Human Development Index (Index Pembangunan Manusia) tertinggi ketiga di Arab world (https://en.m.wikipedia.org/wiki/Qatar).

Negara ini juga dianugerahi GNI per capita of $116,799, lebih tinggi $20,000 daripada negara yang lain.

Gaji pegawai di sana pada tahun 2020 menurut averagesalarysurvey.comsekitar QR20,326 sedangkan gaji secara umum adalah QR13,916. Gaji pertengahan adalah QR15,800 menurut salaryexplorer.com.

Untuk hidup di sana satu keluarga memerlukan sekitar QR12.000 (www.sheenservices.com/news/what-is-a-good-salary-package-in-qatar).

Negara ini pantas menjadi negara yang paling Tahan dan Aman di antara negara-negara Arab dan dunia(https://hukoomi.gov.qa/en/news/qatar-ranked-first-globally-and-in-arab-world-in-security-and-safety&ved).

Lalu apakah benar Qatar menerapkan Syari'at Islam ? Jawaban nya adalah

Import barang-barang berikut ini seperti drugs, alcohol, pornography, produk-produk babi, religious books dan material into Qatar adalah illegal
(www.artiopartners.com/country/expat-tax-services-living-qatar).

Begitu juga pajak adalah sesuatu yang tidak diterapkan di Qatar baik bagı penduduk maupun para pendatang (www.artiopartners.com/country/expat-tax-services-living-qatar/&ved).

Ini memang ajaran Syari'at Islam dan juga penerapan Syari'at Islam dalam bidang Jinayah (kriminal).

Ada beberapa catatan terhadap berbagai catatan mengenai Qatar di atas dari yang saya alami di lapangan.

Pertama, di airport banyak dijual minuman beralkohol.

Kedua, terdapat banyak para pekerja yang berasal dari luar Qatar terutama dari seperti Filipina, India, Pakistan, Afrika dan Indonesia yang kelihatannya non muslim. Terlihat dari pekerja wanita nya yang masih terbuka auratnya.

Ketiga, para wisatawan terutama yang.terlihat non muslim juga berdatangan dengan bebas dengan kebiasaan berpakaian dan makan minumnya.

Keempat, jarang sekali terdengar komunikasi dengan menggunakan bahasa Arab tetapi pelayanan dilakukan menggunakan bahasa Inggris. Padahal saya mulai dengan Bahasa Arab yang merupakan Bahasa Persatuan umat Islam sedunia.

Kelima, di jalan-jalan terlihat berbagai mobil mewah dan bangunan yang megah akan tetapi masih terlihat banyak orang-orang yang masih terlihat perpakaian lusuh tetutama dari para pekerja.

Keenam, para pegawai Qatar terutama yang terlihat jelas adalah para pramugari Qatar Airways juga tidak mengenakan Hijab sesuai Syari'at Islam.

Ketujuh, masjid masih sepi dari Jama'ah, sementara pasar ramai pengunjung dan persiapan final world cup begitu meriah. Semoga ini hanya di saat pandemi covid saja.

Perlu kita review bahwa keimanan yang berdimenasi kemajuan ummat sebagaimana pada zaman baginda Rosulullah Shollallahu Alahi wa Sallam dan Khulafa'Ar Rosyidin adalah di Madinah Al Munawwaroh. Madinah menjadi kota dan bahkan negara yang Al Munawwaroh (bercahaya) karena Syari'at Islam diterapkan secara Kaaffah dan orang-orang yang tinggal di dalamnya pun sehat wal afiat lahir bathin nya. Sementara tampilan fisiknya tidak mewah seperti zaman ini. Masjid Nabawi saja terbuat dari batang, pelepah dan daun kurma tetapi justru berkembanh dan kemudian Islam menjadi Rahmatan lil Alamin.

Saat ini penampilan fisik modern adalah penting tetapi misi Da'wah Islam untuk menyelamatkan ummat sedunia dan menjadikan Islam Rahmatan lil Alamin adalah yang paling utama.

Syari'at Islam Kaaffah akan menjadi Rahmatan lil Alamin yaitu menyelamatkan dan mensejahterakan penduduk bumi baik Muslim maupun non muslim.
Sebaliknya jika Syari'at Islam ditinggalkan maka jangankan keberkahan dan Rahmatan lil Alamin, justru adzab akan menjadi ancaman bagi penduduknya.

Jika hal itu dapat terjadi kepada negara seperti Qatar apalagi di negara yang mengingkari Syari'at Islam.

Kita diingatkan oleh Firman ALLOH Subhanahu wa Ta'ala berikut ini, dimana ayat ini bisa menjadi motivasi dan ancaman dalam menerapkan Syari'at Islam.

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya" (QS. Al A'Rof: 96).


Romadhon 1443 H., Istanbul.

Abdurrahman Anton Minardi


latestnews

View Full Version