View Full Version
Senin, 13 Apr 2026

Ucapkan “Hasbiyalllahu” Saat Dimusuhi dan Diserang Manusia

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulullah -Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Di tengah kehidupan sosial hari ini, berkonflik dan berselisih menjadi pemandangan yang sering kita saksikan. Dibenci dan dimusuhi seolah menjadi hal biasa. Fitnah, hasad, ujaran kebencian, hingga upaya menjatuhkan orang lain terjadi di mana-mana. Ironisnya, banyak kaum Muslimin justru sibuk mencari pembelaan dari manusia—yang sama lemahnya—alih-alih kembali kepada Allah ﷻ.

Padahal, Islam telah memberikan solusi yang tegas, sederhana, dan sangat kuat. Yaitu menyerahkan urusan kepada Allah dan mencari pembelaan dari-Nya semata. Caranya bagaimana?

Ulama besar, Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah, menyampaikan sebuah nasihat yang seharusnya mengguncang kesadaran kita:

إِذَا رَأَيْتَ مِنَ النَّاسِ عُدْوَانًا عَلَيْكَ فَقُلْ: حَسْبِيَ اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ، يَكْفِكَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ شَرَّهُمْ وَهَمَّهُمْ

“Jika engkau melihat manusia memusuhi dirimu, maka ucapkanlah: Hasbiyallah wa Ni‘mal Wakil (Cukuplah Allah sebagai penolongku dan Dia sebaik-baik pelindung), niscaya Allah akan mencukupimu dari keburukan dan gangguan mereka.”

Al-Qur’an Sudah Tegas: Allah Cukup bagi Orang Beriman

Apa yang disampaikan oleh Syaikh Ibnu Utsaimin bukan sekadar motivasi, tetapi berakar langsung dari Al-Qur’an.

Allah ﷻ berfirman:

حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

Cukuplah Allah bagi kami, dan Dia sebaik-baik pelindung.” (QS. Ali ‘Imran: 173)

Ayat ini turun ketika kaum Muslimin diancam dan ditakut-takuti oleh musuh. Namun alih-alih gentar, mereka justru memperkuat tawakal. Hasilnya?

فَانْقَلَبُوْا بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ وَفَضْلٍ لَّمْ يَمْسَسْهُمْ سُوْۤءٌ

Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia dari Allah, tidak mendapat bencana apa pun.” (QS. Ali ‘Imran: 174)

Ini bukan sekadar kisah—ini adalah janji.

Hadits: Kalimat Tawakal yang Menyelamatkan

Rasulullah ﷺ juga menegaskan kekuatan kalimat ini. Dalam hadits disebutkan:

حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ، قَالَهَا إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّلَامُ حِينَ أُلْقِيَ فِي النَّارِ، وَقَالَهَا مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ قَالُوا: إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ

Kalimat Hasbiya Allah wa ni‘mal wakil diucapkan oleh Nabi Ibrahim ketika dilempar ke dalam api, dan diucapkan oleh Nabi Muhammad ketika orang-orang berkata: ‘Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kalian.’” (HR. Al-Bukhari)

Perhatikan: kalimat ini bukan diucapkan dalam kondisi nyaman, tetapi saat ancaman nyata di depan mata. Artinya, ini adalah senjata orang beriman, bukan sekadar hiasan lisan.

Masalah Umat Hari Ini: Bergantung pada Makhluk

Realitas hari ini menunjukkan masalah besar: krisis tawakal. Saat diserang, yang pertama dicari: Dukungan manusia, pembelaan public, dan kekuatan kelompok.

Semua itu tidak salah, tetapi menjadi masalah ketika hati bergantung penuh pada makhluk dan melupakan Allah. Padahal, manusia itu Bisa berkhianat, berubah, dan bisa meninggalkan kita kapan saja.

Adapun Allah, Dia tidak pernah lalai, tidak pernah lemah, dan tidak pernah ingkar janji.

Hasbiya Allah: Kalimat yang Mengubah Keadaan

Ucapan “Hasbiya Allah wa ni‘mal wakil” adalah deklarasi tauhid dan tawakal. Bukan pasrah tanpa usaha, tetapi penyerahan total setelah ikhtiar.

Janji Allah jelas: Allah akan mencukupi, Allah akan melindungi, dan Allah akan menghalangi keburukan musuh.

Sebagaimana dalam nasihat Syaikh Ibnu Utsaimin di atas:

يَكْفِكَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ شَرَّهُمْ وَهَمَّهُمْ

“Allah akan mencukupimu dari keburukan dan gangguan mereka.” Ini adalah jaminan bagi yang benar-benar yakin.

Penutup: Saatnya Kembali ke Tawakal yang Hakiki

Permusuhan manusia tidak akan pernah berhenti. Namun, ketenangan hati hanya dimiliki oleh mereka yang bersandar kepada Allah.  Pertanyaannya sederhana namun tajam: Jika Allah sudah cukup, mengapa masih gelisah karena manusia?

Sudah saatnya kaum Muslimin kembali kepada kekuatan sejati: tawakal kepada Allah ﷻ. Bukan sekadar di lisan, tetapi dalam keyakinan yang hidup di dalam hati.

Ucapkan, yakini, dan buktikan: “Hasbiyallah wa Ni‘mal Wakil.” Wallahu a’lam. [PurWD/voa-islam.com]

 


latestnews

View Full Version