View Full Version
Sabtu, 24 Oct 2015

Pentingnya Pendidikan Islam Dalam Hadapi MEA

BOGOR (voa-islam.com) - “Pendidikan Islam menempati peran penting bagi umat Muslim di muka bumi ini, karena menjadi pondasi nilai-nilai dan arah tujuan kehidupan dalam menimba ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlandaskan al Quran dan sunnah," kata Rektor Universitas Ibn Kholdun Bogor, Dr. Ending Bahruddin, M.Ag.

"Dalam perkembangannya di masa kini terutama dalam era globalisasi tentunya pendidikan Islam semua jenjang pendidikan di negeri ini harus siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Jika tidak, maka kita umat Muslim akan terisolir dan ketinggalan zaman,” tambahnya.

Dijelaskan Ending, pendidikan yang diselenggarakan oleh umat manusia selalu disandarkan pada falsafah yang dianut oleh masyarakat manusia bersangkutan, karena setiap masyarakat mempunyai falasafah dan pandangan hidupnya sendiri. Pandangan hidup masyarakat itulah yang memberi arah ke mana pendidikan akan menuju dan bagaimana cara memindahkan nilai-nilai tersebut. Pandangan hidup pulalah yang menentukan tujuan pendidikan suatu masyarakat.

Menurut Ketua Panitia IIES 2015, M. Dahlan, tujuan digelar seminar internasional nanti adalah menyiapkan sumber daya Muslim dalam menghadapi MEA melalui pengelolaan kelembagaan pendidikan Islam secara profesional

Untuk menghadapi persaingan bebas dalam MEA tersebut Universitas Ibn Kholdun (UIKA) Bogor akan menggelar The International Islamic Education Seminar (IIES) dengan tema “Pendidikan Islam menghadapi MEA: Peluang dan Tantangan”.

Seminar ini akan mengundang para pakar dari negara-negara ASEAN dengan harapan dapat memberikan pencerahan mengenai masalah dan menghadapi tantangan dalam mengahadapi MEA. Kegiatan internasional tersebut digelar pada 10 – 11 November 2015 di Aula Prof. Abdullah Siddiq kampus UIKA Bogor. Seminar yang akan dibuka oleh Menristek ini rencananya menghadirkan pembicara Prof. Dr. K.H. Didin Hafidhuddin, M.S (Dekan Pascasarjana UIKA Bogor), Prof. Dr. H. Amtsal Bahtiar, M.A  (Direktur Pendidikan Tinggi Islam),  Prof. Dr. Rosnani Hashim (IIIT, Malaysia), Adian Husaini, Ph.D (UIKA, Indonesia), Bahrul Hayat, P.hD (DEPDIKNAS RI, Indonesia), Prof. Ismail Lutfi (Universitas Fatoni, Thailand), Abdullah Othman, M.A (Az Zuhri, Singapore), Dr. Rasyid Ar-Rajjal (Mesir).

Menurut Ketua Panitia IIES 2015, M. Dahlan, tujuan digelar seminar internasional nanti adalah menyiapkan sumber daya Muslim dalam menghadapi MEA melalui pengelolaan kelembagaan pendidikan Islam secara profesional.

“Topik yang akan dibahas pada seminar tersebut sangat luas, baik secara filosofis dan konsep pendidikan Islam, sejarah pendidikan di negara masing-masing, kurikulum, manajemen dan pembiayaan, bagaimana cara memasarkan (marketing) pendidikan Islam, bagaimana peluang dan tantangan alumni pendidikan Islam”, jelas Dahlan, Rabu (7/10) di Bogor.

Ditambahkan Dahlan, seminar ini terbuka untuk umum, namun sasaran khusus antara lain  pengelola lembaga pendidikan Islam, aparatur pemerintah serta dosen dan mahasiswa baik dalam maupun luar negeri. Bagi yang berminat mengikuti seminar bisa menghubungi panitia di kampus UIKA Bogor. [dahlan/voa-islam.com]

Editor: Syahid


latestnews

View Full Version