View Full Version
Ahad, 11 Apr 2010

Menjadi Seorang Muslim Sejati (2)

Menjadi seorang muslim berarti menjadi hamba yang bersyukur atas kesehatan yang dimilikinya. Tidak ada sesuatu yang dapat menggantikan nikmat sehat yang diberikan Allah, termasuk kekayaan dan harta benda. Seorang muslim diharuskan untuk hanya takut kepada Allah semata, sepanjang malam dan siang. Sadarilah bahwa suatu saat engkau akan binasa.

Menjadi seorang muslim berarti melaksanakan qiyamullail, cinta terhadap amalan-amalan ibadah. Jika semua hal itu dilakukan karena Allah, niscaya keimananmu semakin bertambah kuat. Seorang muslim tidak akan mengucapkan kata-kata kotor kepada kedua orangtua, dan menghormati saudara.

Seorang muslim pun diwajibkan mengimani hal-hal ghaib dan berterima kasih kepada Allah karena telah menganugerahkan kenikmatan Islam dan iman. Menjadi muslim berarti mendirikan shalat lima kali dalam sehari. Hal tersebut merupakan kunci masuk surga, tidak ada cara lain.

Menjadi seorang muslim berarti menganggarkan pendapatan untuk diberikan kepada orang fakir miskin. Seorang muslim wajib menghormati seluruh nabi, meneladani seluruh perbuatan mereka, mengapresiasi semua prestasi yang mereka raih.

…Dengan menjadi seorang muslim, berarti Allah meninggikan jiwa kita dan mengarahkan kita kepada sebuah happy ending

Menjadi seorang muslim berarti memiliki tekad kuat untuk mendapatkan semua pengetahuan dan wawasan keislaman. Hal tersebut dilakukan karena Allah. Lalu menyampaikan dan mentransformasikan pengetahuan tersebut kepada orang lain dengan penuh kerendahan hati.

Dengan menjadi seorang muslim, berarti Allah meninggikan jiwa kita dan mengarahkan kita kepada sebuah happy ending. Menjadi seorang muslim berarti memperlakukan saudara sesama mukmin dengan penuh cinta. Seorang muslim mesti menghormati para wanita muslim dengan menundukkan pandangan di hadapan mereka. Seorang muslim juga senantiasa memanjatkan doa di sepertiga malam.

Seorang muslim juga diharuskan mengagungkan Allah dengan mematuhi dan menjalankan semua hukum-Nya, serta menjauhi segala hukum buatan manusia. Seorang muslim akan meyakini bahwa Hari Pembalasan akan segera tiba dan siksa kubur adalah benar adanya.

Ajaran-ajaran Islam sungguh indah. Ia mampu mengeluarkan manusia dari tekanan kehidupan. Islam menyeru kita untuk menjadi hamba yang shaleh, menyembah Allah Yang Maha Esa yang akan membebaskan kita dari belenggu kegelisahan. Pembalasan atas perbuatan menjadi salah satu prinsip yang dikandung Islam. Membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an menjadi cara terampuh untuk menjadi hamba yang berperikemanusiaan.

Menjadi hamba Allah merupakan peran yang sangat membanggakan, karena dapat mengeluarkanmu dari kegelapan dan menerangi jiwamu. Sehingga jiwa menjadi terpuaskan. Tidak ada hal yang paling dicari umat manusia dari kepuasan dan kebahagiaan jiwa. Namun jika engkau mengabaikan segenap seruan Allah, maka bersiap-siaplah didera kesengsaraan. Maka bacalah Al-Qur’an yang di dalamnya memuat petunjuk untuk manusia.

Ia merupakan kitab suci umat Islam. Tak terhitung lagi jumlah orang-orang non-muslim yang berusaha untuk menyerang Al-Qur’an; mereduksi pemahamannya dan mengebiri kesakralannya. Alih-alih ingin mengkritik Al-Qur’an, mereka justru semakin menampakkan kebodohan mereka sendiri.

Islam tidak hanya diperuntukkan bagi orang-orang Arab saja. Ia ajaran universal untuk seluruh manusia dengan berbagai ras yang ada di muka bumi. Semua muslim memiliki hak dan kewajiban yang sama di dalam Islam. Mereka memiliki kesempatan yang sama untuk menggapai surga.

Allah tidak pernah menyatakan bahwa surga itu mudah untuk diraih. Engkaulah yang harus pro-aktif untuk mendapatkannya dengan amalan-amalan ibadah, tidak cukup hanya dengan keyakinan tauhid di dalam hati saja. Surga digapai dengan tindakan yang meniscayakan pengorbanan jiwa dan harta.

Karena, mengetahui, memahami, dan mengamalkan tauhid merupakan kewajiban yang mesti dilakoni setiap muslim (fardu ‘ain). Karena, prinsip-prinsip tauhid berupaya keras menyelamatkan manusia dari kesesatan, sedangkan kemusyrikan dan kekafiran justru membenamkan manusia ke dalam lubang kenistaan.

Konsekuensi syahadat La Ilaha Illallah adalah meninggalkan segala bentuk peribadatan dan ketergantungan hati kepada selain Allah. Selain itu ia juga melahirkan sikap mencintai orang yang bertauhid dan membenci orang yang berbuat syirik. Sedangkan konsekuensi syahadat Muhammad Rasulullah adalah menaati Nabi, membenarkan sabdanya, meninggalkan larangannya, beramal dengan sunnahnya dan meninggalkan bid’ah, serta mendahulukan ucapannya di atas ucapan siapa pun.

… Jadi, menjadi seorang muslim berarti meyakini akidah Islam yang lurus, memasrahkan diri kepada Allah, dan mengamalkan segala perintah-Nya…

Jadi, menjadi seorang muslim berarti meyakini akidah Islam yang lurus, memasrahkan diri kepada Allah, dan mengamalkan segala perintah-Nya. Dan pengorbanan itulah yang akan dibalas Allah dengan surga bagi hamba-hamba-Nya yang beriman. [ganna pryadha/voa-islam.com]

Baca berita terkait:

Menjadi Seorang Muslim Sejati (1)

Menjadi Seorang Muslim Sejati (2)


latestnews

View Full Version