View Full Version
Kamis, 08 Oct 2026

Jangan Sampai Muslim, tetapi Cara Pandangnya Bukan Islam

Oleh: Badrul Tamam

Persoalan besar umat hari ini bukan hanya kurangnya pengetahuan agama. Ada orang yang rajin beribadah, tetapi ketika menilai kesuksesan, ia menggunakan ukuran materialisme.

Ada yang mengaku Muslim, tetapi ketika menentukan baik dan buruk, ia menjadikan tren sebagai ukuran.

Ada yang beriman kepada akhirat, tetapi seluruh hidupnya seolah-olah tidak akan pernah mati.

Ada yang membaca Al-Qur'an, tetapi dalam memahami kehidupan justru lebih tunduk kepada opini manusia daripada petunjuk Allah.

Di sinilah kita perlu bertanya kepada diri sendiri: Apakah Islam hanya menjadi identitas saya, atau benar-benar menjadi cara saya memandang kehidupan?

Sebab Islam bukan hanya mengajarkan bagaimana kita shalat. Islam juga mengajarkan mengapa kita shalat, untuk siapa kita shalat, bagaimana kita bekerja, bagaimana mencari harta, bagaimana membangun keluarga, bagaimana memperlakukan manusia, bagaimana menggunakan ilmu, bagaimana menghadapi musibah, dan bagaimana mempersiapkan kematian.

Dengan kata lain:Islam tidak hanya mengatur sebagian kehidupan. Islam memberikan pandangan terhadap seluruh kehidupan.

 

Kembali Membangun Pandangan Hidup Islami

Karena itu, membangun Islamic worldview bukan pekerjaan satu hari. Ia dimulai dengan tauhid yang benar, dilanjutkan dengan mempelajari Al-Qur'an dan Sunnah, memahami akidah, memperbaiki cara berpikir, menuntut ilmu yang bermanfaat, dan membiasakan diri mengukur kehidupan dengan petunjuk Allah.

Kita perlu mengajarkan kepada anak-anak bukan hanya:“Ini halal dan ini haram.”Tetapi juga:“Mengapa Allah menghalalkan ini dan mengharamkan itu?”

Kita perlu mengajarkan bukan hanya:“Kamu harus rajin belajar.”Tetapi:“Untuk apa ilmu itu? Bagaimana ilmu mendekatkanmu kepada Allah dan memberi manfaat kepada manusia?”

Kita perlu mengajarkan bukan hanya:“Kamu harus sukses.”Tetapi:“Apa hakikat kesuksesan menurut Islam?”

Sebab generasi Muslim tidak cukup hanya dibekali informasi. Mereka membutuhkan kerangka berpikir.Mereka harus memiliki keyakinan yang kokoh sehingga ketika berhadapan dengan berbagai ide dan budaya, mereka mampu membedakan antara kebenaran dan kebatilan, manfaat dan mudarat, petunjuk dan kesesatan.

 

Islam Harus Menjadi Cara Kita Melihat Kehidupan

Pada akhirnya, Islamic worldview bukan sekadar istilah akademik yang terdengar asing.  Ia adalah pertanyaan mendasar: Dengan kacamata apa kita melihat kehidupan?

Jika kita melihat kehidupan hanya dengan kacamata dunia, maka kekayaan menjadi ukuran kesuksesan, kesenangan menjadi tujuan, dan kematian menjadi akhir.

Tetapi jika kita melihat kehidupan dengan kacamata Islam, kita akan memahami bahwa kita adalah hamba Allah, dunia adalah tempat ujian, kehidupan adalah amanah, ilmu adalah sarana mengenal dan menaati Allah, akhlak adalah buah iman, dan akhirat adalah tempat kembali yang kekal.

Karena itu, seorang Muslim membutuhkan Islamic worldview bukan untuk menjadi “lebih akademis”, tetapi agar tidak kehilangan arah di tengah derasnya arus pemikiran zaman.

Dunia boleh berubah.Teknologi boleh berkembang.Budaya boleh berganti.Tren boleh datang dan pergi.Tetapi seorang Muslim harus memiliki pijakan yang kokoh:

  • Allah adalah Rabb-nya.
  • Wahyu adalah petunjuknya.
  • Islam adalah jalan hidupnya.
  • Dunia adalah tempat beramal.
  • Dan akhirat adalah tempat kembali.

Itulah pandangan hidup Islam. Wallahu a’lam. [PurWD/voa-islam.com]

## Infak Dakwah Media www.voa-islam.com melalui Bank Muamalat, No.Rek: 34.7000.6141 a/n: Badrul Tamam, konfirmasi (087781227881)


latestnews

View Full Version