View Full Version
Ahad, 10 Jan 2016

Asosiasi Bekam Indonesia Minta Masyarakat Tidak Takut Lakukan Terapi Kiropraktik

SUKABUMI (voa-islam.com)—Baru-baru ini di Jakarta terjadi malpraktek terapi kiropraktik (terapi tulang belakang) berujung kematian yang dialami seorang pasien perempuan.

Kejadian ini membuat sebagaian orang takut untuk melakukan terapi kiropraktik. Ustadz Rahmat Bekam, Ketua Asosiasi Bekam Indonesia ( ABI) Jawa Barat meminta kepada masyarakat agar bersikap adil dan tidak salah faham serta takut untuk melakukan terapi kiropraksi.

"Sederhana saja kami mensikapi kasus ini. Praktek pijat tulang apapun namanya (bisa kiropraktik, yumeiho, shiatsu, thaimasege)  tetap harus kedepankan profesionalitas. Kasus tersebut kita jadikan pelajaran agar lebih hati-hati dengan memprihatinkan diagnosa, sesuai S.O.P terapi, tidak asal asalan, dan gebyah uyah saja,” jelas Ustadz Rahmat kepada Voa-Islam, Jumat (8/1/2016).

Ustadz Rahmat meminta para terapis untuk lebih belajar tiada henti. “Pahami anatomi tubuh, patofisiologi penyakit, diagnosa tekstur vertebrae dan skeleton secara menyeluruh, terapis pun harus menguasai skill terapan lainnya semisal bekam, ruqyah syariyyah, akupuntur, refleksi, dan lain-lain," ungkap Ustadz Rahmat.

Kasus malpraktek sebetulnya juga banyak terjadi pada pengobatan konvesional, tidak hanya pengobatan alternatif.

Ustadz Rahmad yang kini juga sebagai Ketua Yayasan Sehat Holistic Indonesia ini juga mengingatkan Kementerian Kesehatan untuk ketat memberikan ijin kepada terapis asing.* [Dhenok/Syaf/voa-islam.com]

 


latestnews

View Full Version