View Full Version
Selasa, 14 Jun 2016

Jus Delima dan Kurma, Kombinasi Ideal Pencegah Serangan Jantung

Ramadan adalah momen ketika kurma mudah dijumpai baik di pasar tradisional, supermarket, toko-toko bahkan di rumah-rumah. Berbuka dan sahur terasa kurang afdhol tanpa buah satu ini. Dimakan begitu saja, rasanya sudah lezat. Atau bila mau sedikit kreatif, kurma diolah dengan coklat menjadi kurcok alias kurma coklat.

Selain lezat dimakan begitu saja, kurma juga bisa menjadi pencegah serangan jantung. Tapi ada syaratnya yaitu dimakan bersama dengan setengah gelas jus delima. Tiga buah kurma dimakan dengan setengah gelas jus delima setiap hari, maka insya Allah serangan jantung akan enggan untuk mendekat.

Khasiat kombinasi antara kurma dengan jus delima ini telah diteliti sejumlah ilmuwan dan dipublikasikan di jurnal The Royal Society of Chemistry. Kedua kombinasi buah ini memberikan perlindungan maksimal terhadap aterosklerosis (plak penumpukan atau pengerasan pembuluh darah), yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.

...Selain lezat dimakan begitu saja, kurma juga bisa menjadi pencegah serangan jantung. Tapi ada syaratnya yaitu dimakan bersama dengan setengah gelas jus delima...

Buah delima sendiri kaya akan antioksidan polifenol (yang berasal dari tumbuhan) yang telah terbukti mengurangi stres oksidatif. Delima juga mengandung banyak nutrisi, termasuk vitamin C, vitamin K, asam folat dan beberapa vitamin dan mineral lainnya. Bahkan riset terakhir menunjukkan bahwa dengan minum jus delima selama hamil bisa mencegah kerusakan otak pada janin.

Sedangkan kurma diyakini berkhasiat mencegah kolesterol jahat yang dapat menyumbat arteri. Kurma juga mampu meluruhkan kolesterol dari sel-sel arteri yang penuh dengan lemak. Selain itu, kurma adalah buah yang sering disebut dalam hadits karena sering dikonsumsi oleh Rasulullah SAW. Seperti kita tahu, Rasul selalu makan jenis makanan yang halal dan thoyib/sehat.

Jadi, selamat mencoba menu baru: jus delima setengah gelas dan 3 butir kurma setiap hari. Insya Allah serangan jantung enggan mendekati. Wallahu alam. (riafariana/dbs/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google


latestnews

View Full Version