

Hidayatullah.com--Umumnya keluarga Mesir mengeluarkan 6% dari pendapatannya untuk tembakau, demikian menurut sebuah survei hasil kerjasama pemerintah dengan World Health Organisation (WHO) yang dirilis Kamis lalu.
"Enam persen pendapatan keluarga dibelanjakan untuk tembakau, mungkin lebih banyak daripada untuk kesehatan dan pendidikan," kata Ahmad Abdullatif, perwakilan WHO di Mesir, seraya mengatakan bahwa kebiasaan itu merupakan hambatan ekonomi yang berat bagi negara Arab yang paling banyak penduduknya itu.
Rata-rata perokok menghabiskan 110 poundsterling (20 dollar) setiap bulannya untuk tembakau, demikian menurut survei terhadap lebih dari 23.500 rumah tangga di seluruh Mesir, yang dilakukan pada tahun 2009 oleh WHO, Kementerian Kesehatan Mesir dan Badan Statistik.
"Dua puluh persen orang dewasa Mesir merokok," kata Abdullatif kepada para wartawan. Kelompok umur yang dimaksud mulai 15 tahun ke atas. Sementara rata-rata konsumsi tembakau di kalangan laki-laki sebesar 38 persen.
Dari hasil survei ditemukan sedikitnya 70 persen responden menyatakan, mereka menjadi pokok pasif di lingkungan rumah atau tempat kerja. [di/ind/www.hidayatullah.com]