

Kapal-kapal laut di Indonesia yang tidak produktif, bisa dimanfaatkan untuk kemanusiaan

Hidayatullah.com -- H. Agus Sutomo, ayahanda dari Dzikrullah Wisnu Pramudya, salah satu relawan kemanusiaan yang ikut dalam kafilah kapal Mavi Marmara (Freedom Flotilla), mengusulkan kepada pemerintah agar Indonesia bisa menyumbangkan kapal-kapal untuk rakyat Palestina.
Menurutnya, kini keberadaan kapal-kapal untuk transportasi laut di Indonesia mulai tidak produktif. Sebab kebanyakan orang sudah beralih ke sistem transportasi udara (pesawat terbang). Karena selain nyaman, kata dia, transportasi udara kini bisa dijangkau oleh hampir semua kalangan.
"Saya mengusulkan kepada pemerintah, kapal-kapal yang tidak produktif lagi itu disumbangkan saja untuk mengantar bantuan ke Gaza. Dan, insya Allah, saya siap ikut serta," kata H. Agus Sutomo, ketika menyampaikan sambutan dalam acara Do'a Untuk Palestina di Ruang Aula Masjid Baitul Karim Kompleks Kantor Majalah Hidayatullah.
Ditanyakan kepadanya apakah tidak keberatan anaknya akan kembali ke Gaza untuk melakukan aksi bantuan kemanusiaan atau bergabung dengan kafilah mujahidin di sana, Agus Sutomo dengan mantap mengatakan tidak keberatan.
"Saya akan izinkan. Saya ridha. Insya Allah, itu sudah cita-citanya Dzikrullah," tegas ayah yang juga praktisi Thibbun Nabawi ini.
Sebagaimana diberitakan, tim Sahabat Al-Aqsha Indonesia, sudah mempersiapkan untuk memberangkatkan tim kedua yang akan mengantarkan bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia kepada masyarakat di Gaza. Gaza saat ini diblokade secara militer, ekonomi dan medis oleh Israel selama 4 tahun terakhir.
Direktur Operasional Sahabat Al Aqsha, Amirul Iman, menegaskan, akan kembali mengirimkan timnya untuk melanjutkan misi pertama yang tertunda.
"Selama 2 hari ini kami sudah melakukan penggalangan dana. Kita gantian. Yang sudah ke sana, gantian update di sini," kata Amirul Amin dalam jumpa pers dengan wartawan siang tadi di Kantor Majalah Hidayatullah Jakarta. [ain/www.hidayatullah.com]