View Full Version
Rabu, 07 Jul 2010

Sangat Mungkin Dinar Jadi Alat Tukar Utama di Indonesia

Persoalannya ada pada sistem penyampaiannya kepada ummat. Namun, usaha untuk itu akan selalu ada dari kompetitornya

Hidayatullah.com -- Kalau konsep dinar disampaikan dengan baik kepada ummat, banyak yang akan tertarik. Ini akan memerdekakan dari ketergantungan dolar. Negara Timur Tengah, negara yang tergabung dalam OKI, dan negara-negara Arab dan Islam menyatu, kemudian membuat kesepakatan diantara negara tersebut bahwa nilai tukar resmi yang dipakai antar negara adalah dinar.

Hal itu jika terwujud, kata pengamat ekonomi Muhammad Syakir Sula, akan membuat Amerika kalang kabut dan sewot.

 “Ini secara ekonomi dampaknya jika dinar dirham diterapkan. Saya kira tidak akan ada yang menolak. Sejak masa Nabi dan raja-raja sistem dinar dirham ini sudah dipakai,”  kata Sekjen Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Muhammad Syakir Sula, kepada hidayatullah.com belum lama ini.

Secara umum, kata Syakir, dampak positif penerapan dinar sudah diketahui. Misalnya dolar dapat menekan inflasi, sektor jual belinya riil, dan integritas suatu negara tidak tergantung pada dolar.

“Sehingga sekarang Eropa tidak mau terantung kepada dolar. Ada 11 negara di Eropa menyepakati mata uang sendiri yaitu Euro. Antar mereka itu dalam melakukan transaksi apa saja sudah tidak pakai dolar,” papar Syakir.

Anggota Pleno DSN-MUI (Dewan Syariah Nasional-MUI) ini mengutarakan, Indonesia sebagai negara yang berpenduduk mayoritas muslim, sangat memungkinkan penerapan konsep ekonomi syariah dinar dan dirham bisa diterapkan.

“Mustinya harus memungkinkan. Cuma butuh waktu lama untuk itu, terutama dalam aspek regulasi. Karena regulasi kita di Indonesia memungkinkan ini (dinar-dirham, red) sebagai mata uang. Dinar sebagai bahan komoditas tukar,” imbuh Syakir.

Kapan itu bisa terealisasi? Kata Syakir Sula, kuncinya adalah regulasi yang harus diubah.

“Ini tergantung akselerasi yang dilakukan para praktisi dinar dirham, pihak-pihak yang concern terhadap ekonomi syariah, dan terutama adalah pemerintah Indonesia,” tandasnya. [ain/hidayatullah.com]


latestnews

View Full Version