View Full Version
Jum'at, 16 Jul 2010

Argentina Berubah, Sahkan Perkawinan Sesama Jenis

Sebelumnya, kalangan gereja di Inggris juga terpecah akibat masalah perkawinan tak normal ini

Hidayatullah.com—Sementara di Inggris pihak gereja mengalami perpecahan akibat masalah perkawinan sesama jenis, di Argentina kini menjadi negara pertama di Amerika Latin yang mengesahkan perkawinan  sesama jenis.

Perkawinan ini disahkan oleh para anggota senat dan disiarkan secara langsung oleh televisi nasional setempat.

Undang-undang yang disahkan itu mendukung rencana pemerintahan aliran kiri dari Presiden Cristina Kirchner. Padahal negara ini termasuk banyak yang memeluk agama Katolik Roma, tapi hukum seperti itu bisa lolos.

"Ini hari yang bersejarah," seru Pimpinan Partai Miguel Pichetto, seperti dikutip AFP, Kamis (15/7).

Sementara senator aliran oposisi radikal Gerardo Morales mengatakan, masyarakat Argentina telah berubah, dengan menekankan bahwa hukum tersebut bertujuan untuk menjamin hak bagi minoritas.

Hukum tersebut tidak lagi merujuk pada istilah sebagai pasangan suami dan istri, melainkan "pasangan menikah".

Pasangan sesama jenis ini memiliki hak yang sama seperti halnya yang lain, antara lain adopsi, jaminan sosial, dan waktu bagi keluarga.

Argentina juga telah memberikan lampu hijau untuk perkawinan sesama jenis antarbangsa.

Terpecah

Tahun lalu, senat negara bagian New York juga mengesahkan rancangan undang-undang untuk mengizinkan perkawinan pasangan sesama jenis. Namun dalam pemungutan suara yang berlangsung di ibu kota negara bagian New York, Albany, sebagian besar anggota senat menyatakan tidak setuju terhadap perkawinan bagi pasangan dengan jenis kelamin sama.

Rancangan UU yang didukung oleh Gubernur New York David A. Paterson itu hanya mendapatkan 24 suara mendukung dan sisanya, yaitu 38 suara, menentang.

Dengan demikian, setidaknya hingga tahun 2011 pasangan sesama jenis tidak memiliki peluang untuk menikah secara sah di New York --negara bagian yang terdiri atas 62 kota, termasuk kota terbesar New York City.

Di Inggris,  Dewan keuskupan agung di Church of England menyatakan keprihatinannya atas keputusan otoritas Church of Sweden yang menyetujui upacara untuk memberkati perkawinan sesama jenis.

Sebuah surat tertanggal 26 Juni 2009,  dari dewan gereja Anglikan kepada gereja Anglikan di Swedia menegaskan adanya “masalah” dalam keputusan itu.

 “Perubahan dalam pengertian tentang seksualitas manusia dan perkawinan,” demikian ditegaskan, “akan membawa pada rusaknya hubungan antar-gereja.” [ap/gd/hid/hidayatullah.com]

 

Keterangan foto: Senator Miguel Angel Pichetto.


latestnews

View Full Version