View Full Version
Selasa, 03 Nov 2009

Rahasia Agung Dalam Ibadah Haji


Ibadah haji merupakan ibadah yang agung, yang menunjukkan tanda-tanda kekuasaan Allah Azza Wajalla, menyimpan rahasia yang indah, hikmah yang bermacam, keberkahan yang banyak, manfaat yang terlihat, baik itu dalam peringkat individu maupun masyarakat.

Diantara hikmah dan manfaat yang terkandung di dalamnya adalah :

1-    Perwujudan ubudiyah kepada Allah Ta'ala : karena kesempurnaan makhluk ada pada perwujudan ubudiyahnya kepada Allah, setiap kali perwujudan ubudiyah seorang hamba bertambah maka akan bertambah pula kesempurnaannya, dan tinggilah derajatnya di sisi Allah.

Dalam ibadah haji makna semacam ini nampak jelas, karena di dalamnya terbukti penghinaan diri kepada Allah, tunduk di hadapan-Nya, karena jamaah haji meninggalkan kelezatan dunia dan berhijrah kepada Rabbnya. Meninggalkan hartanya, keluarganya dan tanah airnya, sederhana dalam pakaiannya, terbuka kepalanya, tawadhu kepada Rabbnya, meninggalkan wangian dan wanita, berpindah-pindah dari satu tempat ketempat lain dengan hati yang khusyuk, air mata yang mengalir, lisan yang selalu berdzikir mengharapkan rahmat Rabbnya, dan takut akan adzab-Nya.

Kemudian syiar jamaah haji semenjak ihramnya hingga melempar Jumrah Aqabah dan mencukur ( Labbaika Allahumma Labbaika, Labbaika Laa Syariika Laka Labbaika )

Maknanya adalah : Ya Allah, aku tunduk kepada-Mu, melaksanakan perintah-Mu, bersiap mengemban amanah yang Engkau Bebankan, karena mentaati-Mu, berserah diri tanpa paksaan atau keraguan.

Dan Talbiyah ini melembutkan perasaan jamaah haji, dan mengisyaratkan kepadanya bahwa dia – sejak keluar berpisah dengan keluarganya – datang menghadap Rabbnya, melepaskan diri dari adat-adat dan kenikmatannya, menanggalkan kebanggaan dan keistimewaannya.

Dan tawadhu dan penghinaan diri seperti ini memiliki kedudukan yang agung disisi Allah Taalaa karena merupakan kesempurnaan hamba dan keindahannya, dan tujuan ubudiyah yang agung, dengan sebabnya menghapuskan bekas-bekas dosa dan kegelapannya dari seorang hamba, sehingga dia masuk kedalam kehidupan yang baru yang penuh dengan kebaikan dan kebahagiaan.

Maka apabila keadaan ini mendominasi para jamaah haji, hingga ubudiyah kepada Allah memenuhi hatinya dan ketika itu inilah yang menjadi penggerak kenapa mereka datang dan meninggalkan – maka mereka akan membuat keajaiban-keajaiban bagi kemanusiaan, dan membebaskan mereka dari kedholiman, kesengsaraan, dan sifat kehewanan.

2-    Menegakkan dzikir kepada Allah Taalaa karena dzikir merupakan tujuan yang paling agung dalam seluruh ibadah, dimana ibadah tidak disyariatkan kecuali karenanya, dan tidak manusia bertaqarrub dengan sesuatu yang menyerupainya.
Makna seperti ini nampak dengan sejelas-jelasnya dalam ibadah haji, tidaklah disyariatkan thawaf mengelilingi Kabah, tidak juga Syai antara Shafa dan Marwah, tidak juga melempar Jumrah kecuali untuk menegakkan dzikir kepada Allah.


 قال – تعالى -:" لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَات" [الحج: من الآية28].

Artinya : 28. Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan. [ QS Al Hajj : 28 ]
[985] Hari yang ditentukan ialah hari raya haji dan hari tasyriq, Yaitu tanggal 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah.


وقال:" لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوا فَضْلاً منْ رَبِّكُمْ فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ (198) ثُمَّ أَفِيضُوا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (199) فَإِذَا قَضَيْتُمْ مَنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرا (200) " [البقرة].

Artinya : 198. Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari 'Arafat, berdzikirlah kepada Allah di Masy'arilharam(bukit Quzah di Muzdalifah) dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan Sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar Termasuk orang-orang yang sesat.

199. Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak ('Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

200. Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, Maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu[126], atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan Kami, berilah Kami (kebaikan) di dunia", dan Tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.

3-     Keterikatan kaum muslimin dengan kiblat mereka : dimana mereka memalingkan wajah kearahnya dalam shalat fardhu mereka lima kali dalam sehari.
Dalam ikatan ini ada rahasia yang begitu menakjubkan, karena memalingkan wajah mereka dari menghadap ke barat yang kafir, atau timur yang atheis, sehingga kekal izzah dan kemuliaan mereka.

4-    Bahwa haji merupakan kesempatan agung untuk menghadap kepada Allah dengan bermacam taqarrub : dimana dalam ibadah haji terkumpul berbagai ibadah yang tidak ditemukan dalam ibadah lain, dimana didalamnya ada ibadah yang lain seperti sholat lima waktu dan ibadah lain yang dilakukan dalam haji maupun diluarnya.
Namun wukuf hanya ada dalam ibadah haji, begitu juga bermalam diMuzdalifah, melempar Jumrah, menyembelih hadyu, dan amalan haji yang lain.

5-    Ibadah haji merupakan wasilah yang agung untuk menggugurkan kesalahan,dan mengangkat derajat : karena haji menghancurkan dosa yang sebelumnya.


قال النبي - صلى الله عليه وسلم - لعمرو بن العاص - رضي الله عنه -: (أما علمت أن الإسلام يهدم ما كان قبله، وأن الهجرة تهدم ما كان قبلها، وأن الحج يهدم ما كان قبله) رواه مسلم.

Nabi shallawahu alaihi wasallam berkata kepada Amru bin Ash radhiallahu anhu : ( tahukah engkau bahwa Islam menghancurkan dosa yang sebelumnya, dan bahwa hijrah menghancurkan dosa sebelumnya, dan bahwa haji menghancurkan dosa yang sebelumnya ) HR Muslim.

Haji merupakan ibadah yang paling afdhol setelah iman dan jihad sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih.


 فعن أبي هريرة رضي الله عنه قال: (سئل النبي - صلى الله عليه وسلم -: أي الأعمال أفضل؟ قال: إيمان بالله ورسوله قيل: ثم ماذا؟ قال: الجهاد في سبيل الله، قيل: ثم ماذا؟ قال: حج مبرور) رواه البخاري.

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata : ( Nabi shallawahu alaihi wasallam ditanya : amal apa yang paling afdhol ? Beliau menjawab : Iman kepada Allah dan RasulNya. Ditanya : Kemudian apa ? Beliau menjawab : Jihad dijalan Allah, Ditanya lagi : Kemudian apa ? Beliau menjawab : Haji yang mabrur ) HR Imam Bukhari.

Haji merupakan jihad yang paling afdhol dalam kondisi tertentu.


فعن عائشة - رضي الله عنها - قالت: (قلت: يا رسول الله! نرى الجهاد أفضل الأعمال؛ أفلا نجاهد؟ قال: لكن أفضل الجهاد حج مبرور) رواه البخاري.

Dari Aisyah radhiallahu anha berkata : ( Aku bertanya : Ya Rasulullah ! Kami melihat bahwa jihad adalah amal yang paling afdhol, maka kenapa kita tidak berjihad ? Beliau berkata : akan tetapi jihad yang paling afdhol adalah haji mabrur ) HR Imam Bukhari.

Dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga.


 قال - صلى الله عليه وسلم -: (العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما، والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة) رواه مسلم.

Rasulullah shallawahu alaihi wasallam bersabda : Dari umrah ke umrah yang selanjutnya merupakan penebusan dosa diantara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga ) HR Imam Muslim.

Jamaah haji kembali dengan ampunan seluruh dosanya seperti hari dilahirkan ibunya apabila hajinya mabrur sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih.


قال النبي - صلى الله عليه وسلم -: (من حج هذا البيت فلم يرفث ولم يفسق رجع كيوم ولدته أمه) رواه البخاري ومسلم.

Nabi shallawahu alaihi wasallam : ( barangsiapa berhaji dan tidak berbuat keji dan dosa maka dia kembali seperti hari dilahirkan ibunya ) HR Imam Bukhari dan Muslim.

6-    Ibadah haji memberikan cerita kenangan yang indah bagi yang mengalaminya, sehingga kita sering mendengar kisah mereka yang indah-indah ketika berhaji. Seperti karamah-karamah yang terjadi pada sebagian jamaah haji yang kesemuanya benar-benar menunjukkan kebesaran Allah Azza Wajalla.

Dan banyak lagi rahasia dan hikmah dari haji yang belum tersampaikan disini, semoga Allah Memberikan haji yang mabrur bagi jamaah haji kita juga Memberikan kemudahan bagi mereka yang belum berhaji.

Wallahu Alam bishowab.
 

Share this post..

latestnews

View Full Version