View Full Version
Kamis, 25 Feb 2021

Hari Jum’at Tiba, Rasulullah Menunggu Shalawat Kita!

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam.  Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Memasuki hari Jum’at berarti memasuki hari terbaik dalam satu pekan. Bahkan hari terbaik yang disinari matahari. Baginda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda tentangnya,

إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ

"Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling afdhal adalah hari Jum'at. Pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan, dan pada hari itu juga ditiup sangkakala dan akan terjadi kematian seluruh makhluk." (HR. Abu Dawud, Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan al Hakim dengan sanad yang shahih)

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا

"Hari terbaik yang disinari matahari adalah hari Jum'at. Pada hari itu Nabi Adam diciptakan, dimasukkan surga, dan pada hri itu pula ia dikeluarkan darinya." (HR. Muslim)

Terdapat amal-amal istimewa di hari Jum’at yang berpahala besar. Ini bagian dari karunia Allah Ta’ala untuk hamba-hamba beriman. Yang paling utama adalah shalat Jum’at dan shalat fardhu lima waktu. Diikuti dengan amal lain yang lebih istimewa di hari Jum’at seperti membaca surat Al-Kahfi, memperbanyak shalawat Nabi, dan berdoa memohon kebaikan kepada Ilahi Rabbi.

Amal-amal sunnah harian juga layak diperhatikan di hari Jum’at, seperti shalat sunnah rawatib, shalat malam, shalat dzuha, memperbanyak tilawah al-Qur’an, zikir pagi dan sore hari, beristighfar, silaturahim, sedekah, dan amal-amal sholeh lainnya. Berharap akan berbuah pahala lebih banyak karena dikerjakan di hari Jum’at; sebagaimana penjelasan sejumlah ulama.

Ibnul   Qayyim rahimahullah berkata, "Adalah di antara petunjuknya Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengagungkan hari (Jum'at) ini dan memuliakannnya, serta mengistimewakannya dengan ibadah yang dikhususkan pada hari tersebut yang tidak dikhususkan pada hari lainnya. . ." (Zaad al-Ma'ad: 1/378)

Di antara amal istimewa di hari Jum’at adalah memperbanyak shalawat atas Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Kekasih kita, teladan kita, Nabi Kita al-Musthafa Rasulillah Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa ‘Ala Alihi Wasallam yang memerintahkan kepada kita, umatnya, untuk memperbanyak shalawat atasnya. Seolah-oleh beliau nunggu shalawat kita, karena shalawat tersebut akan dinampakkan kepada beliau.  

Dari Aus bin Aus Radhiyallahu 'Anhu, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beliau bersabda:

إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنْ الصَّلَاةِ فِيهِ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ

"Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling afdhal adalah hari Jum'at. Pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan, dan pada hari itu juga ditiup sangkakala dan akan terjadi kematian seluruh makhluk. Oleh karena itu perbanyaklah shalawat di hari Jum'at, karena shalawat akan disampaikan kepadaku."

Para shahabat berkata: "Ya Rasulallah, bagaimana shalawat kami atasmu akan disampaikan padamu sedangkan kelak engkau telah lebur dengan tanah?"

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjawab: "Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi memakan jasad para Nabi." (HR. Abu Dawud, Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan al Hakim dengan sanad yang shahih)

Dari Abu Bakar As Siddiq bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

أكثروا الصلاة علي ، فإن الله وكل بي ملكا عند قبري ، فإذا صل علي رجل من أمتي قال لي ذلك الملك : يا محمد إن فلان بن فلان صلى عليك الساعة

Perbanyaklah oleh kalian untuk bershalawat kepadaku, karena sungguh Allah telah memberikan perintah kepada seorang malaikat untuk berada di kuburanku, jika ada seseorang dari umatku telah bershalawat kepadaku maka malaikat itu berkata kepadaku: “Wahai Muhammad, sungguh fulan bin fulan telah bershalawat kepadamu saat ini”." (HR. Al-Dailami. Dihasankan oleh Albani di dalam As Silsilah As Shahihah: 1530)

Ini adalah keutamaan yang besar, nama seseorang dari umat ini disebut di hadapan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam di kuburnya, bahwa orang tadi telah menyampaikan shalawat dan salam atas beliau.

Disebutkan dalam ‘Aunul Ma’bud,

وَإِنَّمَا خَصَّ يَوْم الْجُمُعَة لأَنَّ يَوْمَ الْجُمُعَة سَيِّدُ الأَيَّام وَالْمُصْطَفَى سَيِّدُ الأَنَام , فَلِلصَّلاةِ عَلَيْهِ فِيهِ مَزِيَّةٌ لَيْسَتْ لِغَيْرِهِ

Sesungguhnya dikhususkannya hari Jum’at (dengan shalawat) karena hari Jum’at adalah sayyidul Ayyam (pemimpinnya hari) dan al-Musthofa (Rasulullah) adalah pemimpinnya manusia. Karenanya, bershalawat atasnya di hari ini memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki hari-hari selainnya.

Ringkasnya, jangan lupakan shalawat atas Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, di hari terbaik ini. Beliau menunggu shalawat kita. Wallahu a’lam. [PurWD/voa-islam.com]

[Baca: Perbanyaklah Shalawat Pada Hari Jum'at !!]


latestnews

View Full Version