View Full Version
Sabtu, 01 Aug 2009

Ba'asyir: Surat 'Nur Din' Bukan dari Noordin M Top

Bandung (voa-islam.com) - Pimpinan Ponpes al-Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Jateng, Abu Bakar Ba'asyir, tak percaya pernyataan 'Nur Din bin Muhammad Top' yang mengaku pihak bertanggung jawab atas bom di JW Marriot dan Ritz Carlton 17 Juli lalu adalah benar-benar Noordin M Top. Rasa sangsi juga disampaikan Ketua Forum Ummat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath.

"Saya tak percaya itu hanyalah buatan orang kafir. Dari bahasanya saja sudah salah, itu fitnah," ujar Abu Ba'asyir usai acara Temu Ulama Umat di Mesjid Al Fajr, Bandung, Sabtu (1/8/2009).

"Saya tak percaya itu hanyalah buatan orang kafir. Dari bahasanya saja sudah salah, itu fitnah," ujar Abu Ba'asyir.

Hal yang sama juga dilontarkan Ketua FUI Muhammad Al Khaththath. Menurutnya terdapat beberapa kejanggalan dalam surat pernyataan di internet tersebut.

"Ada beberapa kejanggalan, seperti tata bahasanya itu Indonesia banget, sementara Noordin kan orang Malaysia," katanya. Selain itu, kata dia, jika memang benar Noordin M Top berada di balik pengeboman Marriot dan Ritz Carlton, harusnya pernyataan itu dilansir sesaat setelah kejadian. "Ini kan 29 Juli atau 12 hari setelah kejadian, ada apa ini?," kata Khaththath.

Selain itu, pernyataan di sebuah blog itu yang mengatakan jika Noordin M Top adalah amir Al-qaeda untuk Indonesia, muncul setelah ada pernyataan dari Mantan Komandan Densus 88 Brigjen Pol (purn) Suryadarma Salim yang mengatakan jika Noordin adalah pimpinan Al-Qaeda di Indonesia.

Pernyataan di sebuah blog itu yang mengatakan jika Noordin M Top adalah amir Al-qaeda untuk Indonesia, muncul setelah ada pernyataan dari Mantan Komandan Densus 88 Brigjen Pol (purn) Suryadarma Salim yang mengatakan jika Noordin adalah pimpinan Al-Qaeda di Indonesia.

Khaththath menyatakan setelah kejadian itu, beberapa tokoh ulama melakukan pertemuan dengan Din Syamsuddin. "Menurut Din Syamsuddin pada saat kejadian, ada 130 orang CIA yang menginap di Marriot. Silahkan tanyakan saja pada Din," ujarnya. (PurWD/voa-islam/DN)


latestnews

View Full Version