View Full Version
Senin, 26 Oct 2009

Jamaah Haji Penderita Penyakit kronis Harus Persiapan Obat Sendiri

Bekasi (voa-islam) – Kesehatan menjadi persoalan krusial dalam pelaksanaan ibadha haji. Maka, para jamaah diharapkan pandai-pandai menjaga kesehatannya. Khusus bagi jamaah yang menderita penyakit kronis untuk menyediakan obat-obatan pribadi secukupnya sebelum berangkat.

"Sebaiknya berkonsultasilah ke dokter yang biasa menanganinya dan mintalah saran serta bekal obat paling tidak untuk 40 hari di Tanah Suci," pesan Penghubung Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Makkah, Raymond Andreas.

Para jamaah yang menderita penyakit kronis membutuhkan obat yang spesifik. Tidak mudah mendapatkan obat semacam itu di tanah suci. Persiapan obat harus mempertimbangkan lamanya tinggal di tanah suci.

"Seringkali, jamaah hanya membawa obat untuk satu minggu saja. Begitu habis, obat-obatan yang dimaksud tidak mudah dijumpai di sini," ujar Raymond.

Menurutnya, puncak ibadah haji adalah saat wukuf di Padang Arafah. Para jamaah harus benar-benar menjaga kesehatannya agar tak tumbang sebelum puncak ibadah haji dilakukan.

"Jamaah kita umumnya kan sudah berusia lanjut, jadi pandai-pandailah mengukur diri. Bila fisik tak memungkinkan, tak perlu memaksakan diri untuk umrah berkali-kali," tambah dia.

Jamaah, kata dia, juga harus sering-sering mengkonsumsi air, meski tidak merasa haus. Sebab, tingkat kelembabab udara di Arab Saudi separuh dari Indonesia. "Waspadai kalau bibir, tangan, dan tumit kaki mulai pecah-pecah," kata dia. (PurWD/vv)


latestnews

View Full Version