View Full Version
Senin, 14 Dec 2009

Sarung Ajaib Bisa Shalat Sendiri, Kerjaan Siapa?

Palu (voa-islam.com) – Warga Desa Dupa, Kelurahan Layana Indah, Palu Barat, Provinsi Sulawesi Tengah, beberapa hari lalu digemparkan adanya sarung ajaib yang bergerak sendiri menyerupai gerakan shalat. Tak sedikit warga yang kemudian percaya bahwa yang melakukan itu arwah sang pemilik sarung tersebut. Benarkah demikian?

Pemilik sarung ajaib itu adalah almarhum Tasman, warga Jalan Jalan Dupa II, Kelurahan Layana Indah. Dia adalah mantan pegawai negeri sipil di Dinas Perkebunan Kota Palu, yang meninggal dunia beberapa bulan lalu.

Kejadian itu pertama kali disaksikan oleh Fatimah (8), cucu Tasman saat akan melaksanakan shalat Ashar.

Fatimah terbiasa menjadikan sarung peninggalan Tasman itu sebagai alas tidur. Setelah tidur siang, Fatimah merapikan tempat tidurnya. Ia melipat sarung peninggalan kakenya dilipat rapi dan diletakkan di atas kasur bersebelahan dengan dua buah bantal berukuran sedang.

Setelah berwudlu, Fatimah kembali ke kamarnya. Dan alangkah kagetnya, Fatimah menemukan sarung kakeknya dalam posisi berdiri lalu bergerak menghadap kiblat. Sarung itu lalu melakukan gerakan shalat. Fatimah kaget dan berlari kepelukan ayahnya.

Setelah berwudlu, Fatimah kembali ke kamarnya. Dan alangkah kagetnya, Fatimah menemukan sarung kakeknya dalam posisi berdiri lalu bergerak menghadap kiblat. Sarung itu lalu melakukan gerakan shalat.

Menurut Mahmud (28), Ayah Fatimah Tasman, sarung tersebut biasanya digunakan mendiang ayahnya untuk keperluan shalat.

Menurut salah seorang anggota keluarga almarhum, kemungkinan arwah Tasman sedang shalat. Tasman sendiri belum sempat menunaikan ibadah haji, padahal sudah terdaftar sebagai calon jemaah haji (CJH) 2009.

Menurut salah seorang anggota keluarga almarhum, kemungkinan arwah Tasman sedang shalat.

"Atau mungkin ada pesan lain untuk istrinya yang sekarang berada di Tanah Suci, tanpa didampingi suaminya yang sudah lebih dulu meninggal dunia," jelasnya.

Beberapa warga pun masih menyimpan video hasil rekaman, di mana sarung tersebut masih berdiri tegak, seperti tengah shalat.

Menanggapi hal ini, Jinolog Bengkel Rohani, Abu Aqila menegaskan, peristiwa ini  bukanlah ruh gentayangan almarhum Tasman, melainkan kerjaan jin.

“Itu permainan jin atau khadam bapak yang meninggal itu. Dalam Islam tidak ada manusia yang sudah mati lalu arwahnya bergentayangan,” kata Abu Aqila Kamis (10/12).

Abu Aqila menyebutkan, ini merupakan konspirasi golongan jin untuk mendangkalkan akidah umat Islam.

“Itu permainan jin atau khadam bapak yang meninggal itu. Dalam Islam tidak ada manusia yang sudah mati lalu arwahnya bergentayangan,” kata Abu Aqila

Jin dan setan, lanjut Abu Aqila, sudah bersumpah untuk menyesatkan manusia dari kemurnian tauhid, termasuk dengan cara di atas. [PurWD/dbs]


latestnews

View Full Version