View Full Version
Jum'at, 18 Dec 2009

Ceroboh Sebut SARA, Ruhut Sitompul Tersandung Mulut

JAKARTA (voa-islam.com) – Tak bisa belajar dari kasus sebelumnya untuk menjaga etika berbicara, Ruhut Sitompul kembali tersandung mulutnya sendiri. Pengacara yang bergabung dengan Partai Demokrat (PD), partai binaan SBY itu mengulangi kecerobohannya terkait penyebutan etnis tertentu berkonotasi merendahkan yang pernah dia lakukan di masa kampanye Pilpres 2009.

Kali ini si  ”Poltak” tersandung mulutnya dalam diskusi rutin Forum Kajian Sosial Kemasyarakatan (FKSK) yang diadakan di Wisma Intiland, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (16/12/2009). Ruhut bertindak sebagai salah satu panelis dalam diskusi yang dimulai pukul 13.00 itu.

Anehnya, dalam diskusi bertajuk ”Angket Century, SBY Jatuh?” tersebut yang "jatuh" adalah Ruhut Sitompul, lantaran tak bisa jaga etika berbicara. Citra Ruhut jatuh gara-gara menyebut kata-kata berbau SARA.

Kejadian bermula dari pemaparannya mengenai kasus bailout Bank Century. Ruhut menyatakan, sebenarnya kasus skandal dana talangan pemerintah kepada bank banyak terjadi di era Presiden Megawati Soekarnoputri, tetapi tidak semuanya diikuti dengan penyelesaian hukum dan politik seperti sekarang.

“Kasus yang seperti begini dari dulu sudah ada. Sejak zaman (pemerintahan) Megawati sudah ada, waktu itu Sri Mulyani-nya (Menteri Keuangannya, red) si China, Kwik Kian Gie,” ujar Ruhut.

Ungkapan “si China” itu dinilai tidak etis dipakai dalam forum ilmiah. Menurut Adi, salah seorang peserta diskusi pernyataan itu nampaknya dinilai terlalu keras. Maka pada sesi tanya jawab, Adi langsung menyampaikan keberatannya.

Bang Ruhut, saya mohon anda mencabut kata-kata soal etnis tadi... Ingat di pemilu kemarin Bang Ruhut sudah berbuat salah dengan mengungkit soal SARA, jangan sampai diulangi lagi...

”Bang Ruhut, saya mohon anda mencabut kata-kata soal etnis tadi. Bagi saya lebih baik orang China daripada pribumi yang korupsinya lebih banyak. Ingat di pemilu kemarin Bang Ruhut sudah berbuat salah dengan mengungkit soal SARA, jangan sampai diulangi lagi!” gugat Adi.

Peringatan tersebut rupanya disalahpahami oleh Ruhut. Pria paruh baya itu pun langsung menyambarnya dengan nada penuh emosi.

”Kamu itu siapa kok ngomong seperti itu? Saya minta kamu keluar (dari ruangan)! Kalau kamu tidak keluar, saya yang akan keluar. Saya tamu yang diundang ke sini. Saya punya harga diri, tidak mau dipermalukan begini. Lebih baik saya keluar!” gertaknya.

Rupanya Adi tak gentar dengan gertakan Ruhut itu. Ia membalas dengan nada yang lebih sengit.

”Saya tidak mau keluar. Anda yang harusnya keluar!” balas Adi dengan nada tinggi.

Tanpa berkata-kata, Ruhut pun langsung beranjak menuju pintu keluar. Meski moderator dan panita memintanya tidak meninggalkan ruangan, dia berkeras keluar dan tidak menggubrisnya.

Melihat keributan tersebut, Permadi yang juga hadir sebagai pembicara itu pun spontan berpartisipasi ’memeriahkan’ suasana. ”Ah, dia itu keluar karena takut nggak bisa menjawab. Dia takut dibantai di sini,” celetuk politisi senior PDIP yang kini bergabung ke Gerindra tersebut.

Ah, dia itu keluar karena takut nggak bisa menjawab. Dia takut dibantai di sini...

Tanpa dikomando, peserta diskusi langsung menimpalinya. ”Huuu... Takut... Huuu...,” ejek mereka kepada Ruhut yang sudah di ambang pintu.

Maka makin bulat saja tekad Ruhut meninggalkan ruangan. Pertanyaan seputar isu mantan menteri yang mendalangi unjuk rasa menurunkan pemerintahan, tidak dia tanggapi. Ia terus keluar dari lobi gedung diskusi.

Ruhut datang terlambat 30 menit ke diskusi yang digelar Forum Umat Islam (FUI) itu. Bahkan di awal diskusi, moderator sempat mengumumkan Ruhut tidak bisa hadir karena sedang mengikuti rapat Pansus Angket Century. Sebelum memulai paparannya, Ruhut juga menyatakan dirinya izin dari rapat untuk menghadiri diskusi siang ini. [taz/dtk]

Baca Berita Terkait:

  1. Ruhut Sitompul Stress, Dangdutan di Gedung DPR
  2. "Bangsat" Ruhut Sitompul dan Anggota "Hewan" Yang Terhormat
  3. Mulut si Ruhut Coreng Citra SBY dan Partai Demokrat
  4. Ceroboh Sebut SARA, Ruhut Sitompul Tersandung Mulut

latestnews

View Full Version