View Full Version
Kamis, 24 Dec 2009

Dianggap Tak Pantas, Patung Obama Bisa Dipindahkan

Jakarta (voa-islam.com) – Dianggap kurang pantas ditaruh di tempat umum, Patung Presiden AS Barack Obama waktu kecil yang diletakkan di Taman Menteng, Jakarta Pusat, bisa dipindahkan jika masyarakat menghendaki.

"Kami akan kaji terlebih dahulu. Kalau masyarakat memang mau dipindahkan ya akan dipindahkan," kata Wali Kota Jakarta Pusat Sylviana Murni, di Balaikota Jakarta, Rabu (23/12).

Sylvi meresmikan peletakan patung Obama tersebut pada 10 Desember lalu dan beberapa hari sesudahnya. Kemudian muncul banyak protes dari masyarakat dan tokoh masyarakat karena dianggap tidak pantas.

Dalam ulasan sebelumnya, Ridwan Saidi, tokoh masyarakat dan budayawan melihat tidak ada relevansi memasang patung Obama di Taman Menteng. Bahkan dia menilai pembuatan patung Presiden AS ini merupakan upaya menjilat pemerintah AS untuk maksud tertentu. KLIK

Pembuatan patung Presiden AS ini merupakan upaya menjilat pemerintah AS untuk maksud tertentu. (Ridwan Saidi)

Bentuk protes lainnya dilakukan dengan membentuk grup di jejaring sosial semisal Facebook berjudul "Turunkan Patung Barack Obama di Taman Menteng", karena dinilai patung pahlawan Betawi maupun tokoh lokal lainnya lebih pantas dipajang di taman tersebut daripada Patung Obama.

Sylvi mengaku mengerti keberatan masyarakat mengenai letak patung tersebut yang diletakkan di tempat umum dan meminta agar diletakkan di tempat lain.

"Memang lokasi yang paling tepat itu mungkin di bekas SD-nya (SD Besuki 01, Menteng)," ujarnya.

Sementara itu, jumlah pengikut grup "Turunkan Patung Barack Obama di Taman Menteng" di Facebook sejak didirikan hingga saat ini telah berjumlah sekitar 42.600 orang.

Pendiri grup itu, Heru Nugroho mengatakan ia telah mengirimkan surat protes ke Pemprov DKI terkait peletakan patung tersebut dan jika jumlah pengikut grupnya telah mencapai 100 ribu orang, ia akan menempuh jalur hukum mengenai keberatan masyarakat tersebut.

Pada Ahad, 20 Desember 2009, situs berita islam www.voa-islam.com telah menurunkan berita, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, mengharamkan rencana pembangunan patung Sultan Hasanuddin di bundaran Pamulang, Tangsel, karena tidak sesuai dengan hadits. Apalagi patung Barack Obama yang statusnya kafir, tidak beriman, haram memberikan loyalitas padanya.

"Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara atau pun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya." (QS. Al-Mujadilah: 22)

Menurut syaikh As-Sa'di dalam tafsirnya, seseorang tak akan menjadi mukmin yang sebenarnya sehingga dia mengamalkan tuntutan iman dan konsekuensinya, berupa cinta dan loyal kepada orang yang beriman serta membenci dan memusuhi orang yang tidak beriman, walaupun dia orang dekatnya.

Seseorang tak akan menjadi mukmin yang sebenarnya sehingga dia  . . cinta dan loyal kepada orang yang beriman serta membenci dan memusuhi orang yang tidak beriman, walaupun dia orang dekatnya.

Larangan pembangunan patung juga banyak dijelaskan dengan gamblang oleh baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, di antaranya dalam bentuk larangan.

“Sesungguhnya orang yang paling berat siksanya nanti pada hari kiamat ialah orang-orang yang menggambar/memahat (pelukis/pemahat patung-red).” (HR. Muslim)

“Sesungguhnya orang yang paling berat siksanya nanti pada hari kiamat ialah orang-orang yang menggambar/memahat (pelukis/pemahat patung-red).

"Orang yang paling berat siksanya pada hari kiamat adalah orang yang meniru ciptaan Allah." (HR. Bukhari dan Muslim dari 'Aisyah)

“Siapakah orang yang lebih berbuat zalim selain orang yang bekerja membuat seperti ciptaan-Ku? Oleh Karena itu cobalah mereka membuat biji atau zarrah." (Hadist Qudsi, riwayat Bukhari dan Muslim)

Ibnu Abbas radliyallah 'anhuma menuturkan pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Setiap orang yang membuat gambar (patung) berada di neraka, setiap pahatan/lukisan yang dibuatnya akan diberi nyawa untuk menyiksanya di neraka jahannam." (HR. Bukhari dan Muslim)

Ali bin Abi Thalib pernah diutus Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam agar tidak membiarkan satu patungpun kecuali dihancurkan

Dalam riwayat Musim, Ali bin Abi Thalib pernah diutus Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam agar tidak membiarkan satu patungpun kecuali dihancurkan dan tidak membiarkan satu kuburan yang ditinggikan kecuali harus diratakan. (PurWD/dbs)


latestnews

View Full Version