View Full Version
Senin, 22 Nov 2010

Muallaf Mantan Misionaris Ajarkan Kiat Melawan Pemurtadan kepada Pengungsi Merapi

KLATEN (voa-islam.com) – Sebagian pengungsi Merapi sudah mulai kembali ke tempat asalnya masing-masing, tapi para relawan Muslim tetap istiqamah memberikan bantuan dan pendampingan sampai keadaan betul-betul aman.

Sebagian pengungsi sudah mulai kembali ke tempat asalnya masing-masing untuk melanjutkan aktivitas keseharian mereka, setelah mendengar kabar bahwa PVMBG dan BNPB telah mengeluarkan pernyataan bahwa jarak atau zona aman Merapi yang ada di daerah Klaten adalah 5 km.

Keadaan tersebut tidak mengendurkan semangat Tim Gabungan Relawan Muslim (TGRM) untuk memberikan bantuan dan pendampingan. TGRM adalah gabungan berbagai kelompok relawan Muslim, antara lain: FAPB (Front Anti Pemurtadan Bekasi), DSH (Dompet Sosial Hidayah), KATIBAH (Komunitas Ansharut Tauhid Peduli Musibah), Pemuda Muhammadiyah, UKMI (Unit Kegiatan Mahasiswa Islam), Unwidha (Universitas Widya Dharma) Klaten, remaja masjid dan juga tokoh masyarakat setempat.

Salah satu agenda TGRM adalah Bazar Gratis dan Pengajian Umum secara berkala untuk memberikan support dan pendampingan masalah agama bagi korban Letusan Merapi.

Setelah melakukan launching dan ta’aruf dengan para pengungsi pekan sebelumnya, Ahad kemarin (21/11/2010) TGRM menggelar Pengajian Umum Ahad Pagi pendopo kecamatan. Acara berlangsung lancar dan baik dengan antusiasme luar biasa dari warga setempat. Bahkan warga dari daerah lain seperti Tlogo Watu, Keputran dan Surowono Tangkil kecamatan Kemalang Klaten juga tak mau ketinggalan “turun gunung” untuk menghadiri pengajian tersebut. Karena peserta pengajian membludak higga limaratusan orang pengungsi, akibatnya pendopo kecamatan tidak cukup menampung jamaah.

Dari antusiasme ratusan pengungsi yang hadir di acara tersebut, terbukti bahwa selain bantuan materi, para pengungsi sangat butuh siraman rohani penguat iman untuk meringankan beban mereka. Bukan pesta maksiat dan dangdutan seperti dilakukan relawan jahil di musholla beberapa waktu lalu.

Acara yang dimulai dengan taushiah pengajian umum yang di isi oleh Dewi Purnamawati, pukul 07.00 – 08.00 WIB. Muallaf  mantan aktivis gereja di Solo ini menekankan bahwa segala musibah itu adalah ujian Allah. Menghadapi ujian itu, jangan melupakan kewajiban rukun Islam.

“Orang Islam itu wajib hukumnya untuk melaksanakan shalat 5 waktu. Kewajiban lain yang tak boleh dilalaikan adalah memakmurkan masjid atau mushola yang ada disekitar rumahnya, baik digunakan untuk shalat 5 waktu, membaca Al Qur’an, mengadakan pengajian rutin,” ujarnya.  

Yang terpenting, wanita yang akrab disapa Bu Dewi ini membagikan kiat-kiat untuk menjaga akidah dari bahaya kristenisasi dan pemurtadan yang biasa dilancarkan oleh para missionaris pada situasi bencana alam. Muallaf yang memiliki banyak pengalaman memurtadkan umat Islam ini menegaskan agar umat Islam senantiasa menjaga akidah dari bujuk rayu dan tradisi kafirin.

“Tidak ada perintahnya bagi orang Islam, baik itu berupa perintah yang bersifat sunnah apalagi wajib untuk ikut-ikutan melaksanakan Natal Bersama dengan orang-orang Nasrani,” tegas dia. “Rasulullah SAW sebagai uswah kita, menyampaikan larangan yang keras bagi umat Islam untuk mengikuti peribadatan-peribadatan orang-orang kafir,” tandasnya.

Dengan materi ceramah itu, Bu Dewi berharap agar umat Islam memiliki ketegasan sikap dalam berakidah. Ketegasan ini sangat diperlukan agar umat tidak mudah dimurtadkan oleh para misionaris. Karena nikmat yang paling besar yang diberikan Allah kepada manusia adalah nikmat iman.

Usai pengajian, acara dilanjutkan dengan bazar gratis atau pembagian bahan-bahan bantuan dari umat Islam Bekasi berupa pakaian, makanan, peralatan shalat, Al-Qur’an, buku-buku Islam, dll, yang diperuntukkan bagi para pengungsi dan juga masyarakat sekitar dan dikhususkan terlebih dahulu kepada yang beragama Islam.

Seperti momen Ahad sebelumnya, bazar gratis kali ini juga disambut antusias dari para pengungsi dan warga masyarakat sekitar, serta animo yang luar biasa pula dari tokoh masyarakat. Seluruh bantuan yang dipasarkan ludes tak tersisa dan bahkan tidak tercukupi.

Untuk agenda Ahad mendatang, panitia bazar TGRM mengimbau kepada umat Islam di manapun berada, agar ikut berpartisipasi untuk membantu saudara-saudara umat Islam yang sedang tertimpa musibah Merapi.

Bantuan bisa berupa apa saja, baik berupa pakaian, makanan, peralatan shalat, buku-buku Islam, dana, dll. Akan tetapi lebih praktis dan mempermudah distribusi, diimbau agar para donatur ataupun aghniya’ menyalurkan bantuan dengan bentuk dana, peralatan shalat serta Al Qur’an terjemah agar para pengungsi lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. [taz/Bekti Sejati]


latestnews

View Full Version