View Full Version
Senin, 22 Nov 2010

FPI: Jangan Kaitkan Penyiksaan TKW di Saudi dengan Islam

Jakarta (voa-islam.com) -Menanggapi santernya pemberitaan penyiksaan beberapa TKW perempuan di Saudi, Front Pembela Islam (FPI) mengecam keras segala bentuk kezaliman yang dilakukan para majikan terhadap tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi. Pemerintah Arab Saudi wajib menegakkan hukum qishash sesuai syariat Islam.

Demikian butir pertama dari pernyataan sikap FPI dalam surat terbukanya untuk Presiden tentang TKW (Tenaga Kerja Wanita) yang dibacakan Sekretaris Jenderal FPI, Ahmad Shobri Lubis, di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Senin (22/11/2010).

Dalam butir kedua, FPI menyatakan bahwa segala bentuk kezaliman yang dilakukan para majikan Arab Saudi terhadap TKW asal Indonesia jangan dikaitkan dengan bangsa Arab secara umum. "Apalagi, dengan ajaran Islam," tegas Ahmad.

....bentuk kezaliman yang dilakukan para majikan Arab Saudi terhadap TKW asal Indonesia jangan dikaitkan dengan bangsa Arab secara umum. "Apalagi, dengan ajaran Islam," tegas Ahmad....

FPI mengecam keras semua pihak yang ingin membawa perkara kezaliman yang dialami para TKW ke ranah politik. Sampai-sampai, kata Ahmad, membangkitkan sikap rasis dan fasis untuk mendiskreditkan Islam.

Terakhir, FPI menekankan sikap konsistennya untuk membantu Pemerintah RI dalam menyelesaikan berbagai polemik yang berhubungan dengan masalah ketenagakerjaan di Timur Tengah. "Kami siap menyeret para pelaku kezaliman terhadap TKW ke pengadilan setempat untuk diberi sanksi yang setimpal," ujarnya.

Saat ini, Munarman dan sejumlah rekan-rekan FPI lainnya yang beribadah haji di Tanah Suci diminta untuk menunda kepulangannya ke Indonesia. Mereka diperintahkan oleh Ketua Umum FPI, Habib Muhammad Rizieq Syihab, untuk melakukan investigasi ke kalangan TKW asal Indonesia. Hasil penyelidikan itu diharapkan bisa membantu tugas tim dari Pemerintah RI menyelesaikan kasus itu.

Namun akibat turun hujan deras Senin (21/11/2010) pukul 12.50, sekitar 150 demonstran dari Front Pembela Islam harus menyingkir dari depan Kedutaan Besar Arab Saudi. Para peserta aksi memilih berteduh di tenda-tenda milik para pedagang kaki lima atau di jembatan penyeberangan yang tak jauh dari lokasi demo.

Sementara di dalam kantor kedutaan, ada enam orang perwakilan dari FPI, termasuk Sekjen Forum Umat Islam, Muhammad al Khathath Keenamnya menyerahkan surat pernyataan FPI dan sejumlah dokumen lainnya sekaligus menyampaikan aspirasi mereka mengenai tenaga kerja Indonesia secara langsung.

Qishas Bagi Penyiksa TKW

Dalam orasi Front Pembela Islam (FPI) meminta agar para pelaku penganiayaan terhadap para TKI harus diproses dengan hukum qisos.

Hal itu disampaikan oleh ketua DPP FPI Jakarta, Habib Salim Alatas saat menggelar aksi di depan kantor Kedutaan Besar Arab Saudi. "Ini merupakan ketidakadilan. Kenapa tidak dihukum Qisos. Nyawa harus dibayar dengan nyawa," ujar Habib Salim, Senin (22/11/2010).

..."Ini merupakan ketidakadilan. Kenapa tidak dihukum Qisos. Nyawa harus dibayar dengan nyawa," ujar Habib Salim...

Dikatakan oleh Habib Salim, DPP FPI telah menginstruksikan jaringan FPI di Arab Saudi untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap kasus penyiksaan terhadap Sumiati dan pembunuhan terhadap Kikim Komalasari.

"Selama ini kami belum pernah mendengar informasi tentang dihukumnya majikan Arab Saudi akibat melakukan kedzoliman terhadap TKW Indonesia. Ini bukan urusan agama, ini masalah penegakan hukum. Hukum Islam harus ditegakkan," tegasnya. (Ibnudzar/dbs)


latestnews

View Full Version