View Full Version
Sabtu, 27 Nov 2010

Diduga Injak Al Qur'an, Pesantren Yatim di Aceh Diserang Ratusan Orang

Banda Aceh (voa-islam.com) - Ratusan orang menyerang Pondok Pesantren terpadu Fajar Hidayah di Desa Cot Mon Raya, Kecamatan Lhok Nga, Kabupaten Aceh Besar. Hal ini diduga karena ada penginjakan Al Qur'an dalam pelatihan guru se-Aceh.
 
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa Jumat (26/11/2010) malam itu. Namun, sebagian besar bangunan yang dihuni lebih 200 anak yatim itu rusak dan seorang santri luka terkena serpihan kaca.
 
Informasi dihimpun di lokasi kejadian, penyerangan terjadi saat para santri sedang bersiap melaksanakan Salat Isya.
 
Massa bersenjata balok dan batu masuk ke komplek pondok setelah merobohkan pagar samping dan menghancurkan kaca dinding serta sejumlah mobiler yang ada di pesantren itu. Para santri dan guru sontak panik dan menyelamatkan diri ke lantai dua. Seorang santri yang belum diketahui identitasnya terluka akibat terkena serpihan kaca yang dipecahkan massa.

...“Itu tulisan Arab, bukan ayat Alquran. Itu bagian dari game kartu yang dikemas dalam tajwid, kemudian diartikan dalam bahasa Inggris. Tidak ada sama sekali niat kami menulis ayat-ayat Alquran...

Belum diketahui motif penyerangan tersebut. Diduga aksi itu terjadi karena warga terprovokasi dengan isu yang beredar melalui SMS bahwa di pesantren itu ada aksi menginjak potongan ayat-ayat Alquran yang dilakukan dalam pelatihan fahmul Quran terhadap 800 guru se-Aceh yang berlangsung dalam tiga hari ini di sana.
 
Sore sebelum kejadian, sejumlah warga sekitar (Cot Mon Raya) mendatangi pesantren Fajar Hidayah, menanyakan isu yang beredar itu. Perwakilan warga, Muspika Kecamatan dan pihak pesantren kemudian berembuk. Warga pun bubar setelah mendapat penjelasan bahwa isu itu tak benar.
 
Tanpa diduga, malamnya penyerangan dilakukan massa secara brutal terjadi. Keusyik (Kepala Desa) Cot Mon Raya, Rusli mengatakan, penyerangan itu tak dilakukan oleh warganya.
 
“Warga kami sudah paham, karena sudah mendapat penjelasan. Itu massa bukan warga sini, itu warga lain, mereka seperti ada yang memprovokasi,” kata dia.
 
“Kami tidak melihat mereka datang, tiba-tiba sudah kejadian. Mereka tidak terlihat karena beraksi dalam gelap, sepertinya menggunakan kayu dan batu,” tambah Rusli.
 
Buntut dari penyerangan, semua santri dan peserta pelatihan di pesantren itu diungsikan ke Dayah (Pesantren) lain terdekat, sebagian ditampung di rumah-rumah warga, untuk menghindari serangan susulan. TNI dan Polisi mengamankan lokasi kejadian.
 
Pemimpin Yayasan Fajar Hidayah, Mirdas Ekayora mengatakan, pihaknya tak pernah melakukan aksi menginjak ayat Al Quran. “Itu sangat tidak benar, itu semua ada kesalahpahaman,” ujarnya.
 
Menurutnya, tulisan yang berserakan itu merupakan tulisan kosakata bahasa Arab, hasil dari game mengenal bahasa Arab untuk guru peserta pelatihan fahmul Quran.
 
“Itu tulisan Arab, bukan ayat Alquran. Itu bagian dari game kartu yang dikemas dalam tajwid, kemudian diartikan dalam bahasa Inggris. Tidak ada sama sekali niat kami menulis ayat-ayat Alquran, tapi itu hanya huruf Arab yang mungkin tulisannya mirip seperti di Quran, jadi inilah yang salah dipahamkan,” jelas Mirdas.
 
Sementara Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Armensyah Thay mengatakan, pihaknya mulai melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab penyerangan.
 
“Akan kita panggil beberapa saksi untuk dimintai keterangan,” sebut dia. “Hingga malam ini belum ada yang kita jadikan tersangka, tunggu penyelidikan dulu,” sambungnya.
 
Pasantren Fajar Hidayah di Aceh dibangun pada 2006 atas bantuan Singapura, menampung anak yatim korban tsunami, konflik dan dari keluarga miskin di Aceh. (LieM/ozo)


latestnews

View Full Version