View Full Version
Jum'at, 04 Feb 2011

WNI di Mesir: Jaminan Keamanan dan Logistik dari KBRI Mengecewakan

JAKARTA (voa-islam.com) - Di tengah pergolakan Mesir yang kian mencemaskan, kondisi sejumlah mahasiswa Indonesia di Mesir ternyata memprihatinkan. Jaminan keamanan dan bantuan logistik yang dijanjikan pihak KBRI nyatanya mengecewakan mahasiswa di sana.

"Tak ada sebutir beras pun. Hanya ada uang keamanan untuk tiap organisasi daerah 500 pound mesir (sekitar Rp750 ribu). Itu pun hanya digunakan sebagai camilan yang jaga keamanan di tiap sekretariat kekeluargaan (organisai daerah)," tulis mahasiswa pascasarjana Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, Abdul Jalil, Jumat (4/2/2011).

Pria yang juga menempuh studi di American Open University ini menuturkan pihak KBRI juga tidak memberikan jaminan keamanan terhadap para mahasiswa Indonesia.

"Dubes mengatakan, bila kondisi keamanan sudah sangat mencekan, kami dianjurkan untuk kumpul di seketriat kekeluargaan masing-masing. Padahal, sekretariat itu hanya tempat kita kumpul biasa, tak terjamin keamanannya, karena bukan gedung pemerintah," ungkapnya.

..Pihak KBRI hanya menyarankan jika keamanan di sekretariat mahasiswa sudah mengkuatirkan, mereka diminta lari ke Universitas Al-Azhar Kairo..

Pihak KBRI, lanjut Jalil, hanya menyarankan jika keamanan di sekretariat mahasiswa sudah mengkuatirkan, mereka diminta lari ke Universitas Al-Azhar Kairo. "Bila sudah tidak aman di sekretariat kami dianjurkan untuk lari ke Al-Azhar, sedangkan Al-Azhar libur dan tidak dijamin keamanannya," ungkap Jalil.

Alumnus Ponpes Raudlatul Ulum Arrahmaniyah ini sangat menyayangkan lambannya Kedubes RI di Mesir.

"Kami di sini sangat menyayangkan kebijakan Dubes Indonesia untuk Mesir. Hanya Dubes Indonesia yang lambat mengambil keputusan, seolah-olah hal ini adalah hal remeh. Nggak tahu kenapa Dubes yang sekarang ini kurang baik dan tidak pro mahasiswa. Tiap ambil kebijakan selalu tidak memuaskan dan mengecewakan," tuturnya kesal.

Menlu berbohong soal evakuasi

Sebagaimana diberitakan, komitmen Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Mesir dipertanyakan. Bahkan, klaim-klaim Menlu, Marty Natalegawa soal evakuasi dan bantuan logistik dianggap hanya omong kosong.

..Menlu katanya bilang kami akan diungsikan ke Yordan atau Jeddah. Itu pembohongan apa lagi..

"Menlu katanya bilang kami akan diungsikan ke Yordan atau Jeddah. Itu pembohongan apa lagi. Prosedur evakuasi langsung ke Indonesia saja masih jauh dari yang diharapkan. Malah nggak cepat dan nggak sekaligus sejak hari kemarin," tutur Jalil.

Jalil membandingkan upaya penanganan pemerintah Malaysia terhadap warganya yang kuliah di Mesir. "Mereka yang diungsikan ke Jeddah itu mahasiswa Malaysia, karena mereka punya imarah (apartemen) jemaah haji Malaysia yang bisa menampung 50 ribu orang," terangnya.

Menurut Jalil, mayoritas mahasiswa asal Indonesia sebenarnya ingin secepatnya pulang ke Tanah Air karena sudah tak tahan dengan situasi keamanan Mesir yang kian mencemaskan.

Namun, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) tak sigap.
"Prosedur evakuasi sangat rumit dan ketidaktegasan pihak KBRI dalam mengambil kebijakan yang membuat kami berang. Apalagi harus dicicil. Entah dikhawtirkan negara akan dirugikan dengan biaya evakuasi dibanding mendahulukan keselamatan kami. Saya bawaannya mau nabok orang KBRI aja," tukasnya kesal. [inilah]


latestnews

View Full Version