View Full Version
Senin, 21 Mar 2011

Azis Golkar: Teror Bom Alihkan Wikileaks Soal 'Penyalahgunaan' Kekuasaan SBY

JAKARTA (voa-islam.com) – Politisi Partai Golkar, Azis Syamsudin mencurigai maraknya aksi bom buku sebagai upaya mengalihkan perhatian masyarakat dari bocoran Wikileaks yang menyebut Presiden SBY telah menyalahgunakan kekuasaannya selama memimpin di Indonesia. Alasannya, maraknya aksi teror bom itu muncul bersamaan dengan mencuatnya sejumlah isu belakangan ini.

"Karena dalam kenyataan kasus bom sontak membuat polarisasi isu lain yang sedang hangat, salah satunya seperti laporan surat kabar Australia yang menyodok istana," ujar politisi Partai Golkar Azis Syamsudin, Sabtu (19/3/2011) malam.

Apalagi, kata Azis, kedua media yang dipersoalkan Istana dengan tegas menyatakan enggan meminta maaf atas laporan yang dimuatnya. "Berarti kan kalau media tersebut kukuh, otomatis mereka yakin akan keakuratan data yang disampaikan," papar politisi muda Anggota Komisi III DPR RI tersebut.

Sebagaimana dilaporkan oleh dua media di Australia, pekan lalu, dikatakan bahwa Presiden SBY dituding telah menyalahgunakan kekuasaannya selama memimpin di Indonesia. Di antaranya diduga menekan Kejaksaan untuk tidak memproses kasus korupsi, mencampuri institusi kehakiman dalam permasalahan PKB, memata-matai lawan politik dengan memanfaatkan BIN, dan memperkaya kroni.

Azis mengatakan ketika pertama bergulir, isu penyalahgunaan kekuasaan menjadi bola panas yang ramai dibicarakan dan disorot publik secara luas. "Eh tak tahunya setelah sekian lama menggelinding, muncul pula bom. Lalu buyar semuanya itu," ungkapnya.

Menyikapi pernyataan tajam Azis, Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto mengatakan pernyataan Azis Syamsuddin yang mencurigai maraknya aksi terorisme belakangan ini merupakan pengalihan isu semata, merupakan pernyataan pribadi dari yang bersangkutan.

Menurutnya, Partai Golkar belum mengetahui secara persis apa yang dimaksud oleh Azis Syamsuddin tersebut.

"Apa yang disampaikan Pak Azis itu hanya merupakan pemikiran dari Pak Azis sendiri, mungkin ada pertimbangan-pertimbangan informasi yang lain tapi itu belum sampai pada pernyataan sikap Partai dan Fraksi Partai Golkar," jelas anggota Komisi III ini, Ahad (20/3/2011). " Kita belum tahu persis yang dimaksud oleh Pak Azis dalam pernyataannya tersebut," tambahnya. [taz/inl]


latestnews

View Full Version