View Full Version
Senin, 29 Aug 2011

Silaturrahmi Jangan Rusak Karena Beda Lebaran Idul Fitri

JAKARTA (voa-islam.com) – Meski penetapan Idul Fitri 1 Syawal berpotensi berbeda, namun perbedaan itu tidak boleh memutuskan silaturahmi warga NU, Muhammadiyah dan umat Islam lainnya.

Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr HM Din Syamsuddin, meski lebaran tahun ini berpotensi tidak sama, namun ia meminta agar perbedaan penentuan hari Idul Fitri dengan pemerintah tak usah dibesar-besarkan. Menurutnya, perbedaan itu sudah biasa dan setiap organisasi keagamaan memiliki hujjah masing-masing. Apalagi Muhammadiyah telah melakukan perhitungan dengan secara saksama.

“Perbedaan itu sudah biasa, berdasarkan alasan keagamaan,” ujarnya. “Penetapan itu (Idul Fitri) tidak boleh mengada-ada.”

Din juga meminta pemerintah mengayomi semua organisasi yang memiliki perbedaan pandangan tersebut. Tidak boleh memihak salah satu pendapat. ”Pemerintah tidak boleh berpihak,” ujarnya.

Din menilai, usulan penyeragaman hari raya oleh pemerintah bukanlah solusi tepat. Pasalnya, setiap organisasi keagamaan memiliki keyakinan, dalil, dan alasannya masing-masing. Di samping itu, masalah keagamaan (khilafah) ini bukanlah termasuk kebijakan yang bisa ditetapkan pemerintah.

“Jangan dipaksakan untuk diseragamkan. Ini soal keyakinan keagamaan. Negara pun seyogianya tak ikut terlibat atau intervensi,” ujarnya, Sabtu (27/8/2011).

Baginya, langkah terbaik bagi negara adalah dengan mengayomi semua organisasi dengan segenap perbedaan pandangan tersebut.

Senada itu, sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat Islam agar menyikapi perbedaan pendapat dalam penentuan 1 Syawal dengan saling menghargai perbedaan ini dan mengedepankan semangat ukhuwah yang saling menghormati dan bertoleransi, tanpa ada kegaduhan.

“Idul Fitri akan terjadi perbedaan, oleh karena itu kondisi perbedaan ini harus diterima tanpa ada kegaduhan di tengah masyarakat,” kata Sekjen MUI Ichwan Syam, di kantor MUI Pusat, Jumat  (26/8/2011).

Ichwan mengimbau agar masyarakat tetap saling menghormati  dan menghargai satu sama lain.
 “Kita mengimbau agar masyarakat tetap saling menghormati  dan menghargai satu sama lain dengan mengedepankan semangat ukhuwah dengan saling menghargai,” ujarnya. 

[taz/dbs]


latestnews

View Full Version