View Full Version
Sabtu, 22 Oct 2011

Klarifikasi Berita Soal Takfir Aktivis Bom Cirebon terhadap Ustadz Abu Bakar Ba'asyir

JAKARTA (voa-islam.com) - Sehubungan dengan berita voa-islam.com berjudul “Beda Ijtihad, Takfirkan Ustadz Abu Bakar Basyir” (http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/10/14/16373/beda-ijtihad-takfirkan-ustadz-abu-bakar-basyir/) tertanggal 14 Oktober 2011 yang meresahkan dan menimbulkan kesalahpahaman di kalangan aktivis mujahidin, kami jelaskan sebagai berikut:

1. Berita yang memuat kontroversi seputar sikap aktivis bom Cirebon yang ditengarai ‘takfir’ terhadap Ustadz Abu Bakar Ba’asyir tersebut bersumber pada hasil wawancara langsung dengan narasumber (Ustadz Son Hadi) dan referensi lain (sumber ketiga).

2. Setelah kami teliti dengan saksama, ternyata ada kesalahan fatal dalam sumber ketiga tersebut, sehingga berita voa-islam.com kami revisi menjadi: "Beda Ijtihad, Aktivis Bom Cirebon Klaim Ustadz Abu Murtad?" dengan menghapus seluruh materi dari sumber ketiga.

3. Kepada visitor voa-islam.com dan ikhwan mujahidin maupun kepada narasumber yang dirugikan (Ustadz Son Hadi), kami mohon maaf atas kekhilafan ini. Astaghfirullahal ‘azhiim... sungguh kami tak bermaksud menebar fitnah maupun memecah-belah shaff dengan berita tersebut. Insya Allah kesalahan serupa tidak akan terulang lagi.

4. Untuk membersihkan nama baik Ustadz Son Hadi selaku narasumber yang menjadi ‘tertuduh’ akibat berita tersebut, maka kami sampaikan klarifikasi utuh dari beliau.

Semoga klarifikasi ini mencairkan masalah dan mengkhiri syakwasangka. Amiin.

M. Abdul Gani
Pemimpin Redaksi voa-islam.com

 

Klarifikasi Ustadz Son Hadi, Jurubicara JAT Media Center:

Berkenaan dengan kesimpangsiuran mengenai pernyataan saya tentang penakfiran Beni Asri kepada Ustadz Abu Bakar Ba’asyir maka kami sampaikan sebagai berikut:

1. Kepada Akhi Beni Asri dan ikhwan-ikhwan beserta keluarga, kami haturkan jazakumullah khairan katsiran atas klarifikasi dan hak jawab tentang penakfiran kepada Ustadz Abu Bakar Ba’asyir yang telah diberikan dan kami mohon maaf atas pernyataan saya tersebut, sungguh saya tidak bermaksud untuk berdusta dan menebar fitnah tapi hanya sebuah miskomunikasi di antara kita.

2. Kepada jurnalis dan insan media umum terlebih media Islam, kami harapkan kerja secara profesional dan berlandaskan pada kaidah-kaidah syar’i dalam memberitakan atau menyampaikan sebuah informasi kepada umat, karena saya tidak pernah diinterview oleh voa-islam.com  maupun arrahmah.com di MABES Polri berkenaan dengan kasus Akhi Beni Asri.

3. Hakikat dari perang terhadap terorisme adalah langkah untuk memberangus dan menghentikan dakwah tauhid dan penegakan syariat secara sistematis dengan menjadikannya sebagai musuh negara. Karena itu hendaknya umat Islam terus menjaga ukhuwah, menyatukan shaf dan istiqamah dalam memperjuangkan syariat Allah. Mari kita menjauhkan diri dari berpecah-belah, serta mewaspadai upaya-upaya adu domba. Wallahu a’lam bis-shawab.

Jakarta, 20 oktober 2011

Son Hadi

 

Berita terkait:

  1. Klarifikasi Berita Soal Takfir Aktivis Bom Cirebon terhadap Ustadz Abu Bakar Ba'asyir
  2. Beda Ijtihad, Aktivis Bom Cirebon Klaim Ustadz Abu Bakar Ba'asyir Murtad?

latestnews

View Full Version