View Full Version
Ahad, 04 Dec 2011

Astagfirullah!! PPP Dekati LDII Jelang Pilpres 2014

KEDIRI (voa-islam.com) – Jelang pemilihan presiden 2014, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mulai mendekati Pesantren LDII yang berlatar belakang aliran sesat Islam Jama’ah alias Lemkari yang didirikan oleh mendiang Nurhasan Ubaidah Lubis.

Rombongan yang dipimpin Ketua Umum PPP Suryadharma Ali ini tiba di Pondok Pesantren LDII, Wali Barokah di Kelurahan Burengan, Kecamatan Kota, Kediri, Sabtu petang (3/11/2011) sekitar pukul 17.30 WIB.

Di tempat ini, rombongan diterima oleh pengurus LDII. Hadir dalam acara itu, Ketua Umum DPP LDII, Abdullah Syam, serta sejumlah pengurus pondok. Selain silaturahmi, kedatangannya juga meresmikan perpustakaan pondok.

Lembaga metamorfosa aliran sesat Islam Jamaah yang difatwa sesat oleh MUI itu mendapatkan bantuan tambahan buku hingga 1,8 ton dari sumbangan masyarakat serta warga LDII. Buku itu terdiri dari buku agama dan pengetahuan umum.

Saat meresmikan perpustakaan, panitia sempat memberikan kenang-kenangan. Ketua Umum PPP yang juga Menteri Agama RI ini sempat menyinggung masalah warna. “Alhamdulillah hijau,” katanya singkat yang disambut dengan tepuk tangan para hadirin.

Dikonfirmasi maksud ucapannya tersebut, Suryadharma mengaku tidak mempunyai maksud apa-apa. Namun, jika warga LDII ingin mendukung partai yang dominan warna hijau dan berlambang Ka’bah ini saat pemilihan mendatang, ia mengaku cukup senang. “Alhamdulillah kalau mereka mau,” jawabnya singkat.

Mengenai calon presiden, Suryadharma mengaku belum menentukan sosok yang dianggap cocok menjadi Presiden untuk Pemilu Presiden 2014. Pihaknya juga belum menentukan sikap, apakah akan mengusung calon sendiri ataukah akan berkoalisi saat pemilihan nantinya. Saat ini, pihaknya masih konsentrasi melakukan pemetaan politik.  “Kalau tentang pemilihan presiden, kami belum tentukan pilihan. Saat ini, kami silaturahmi saja,” jelasnya.

Sekedar menyegarkan ingatan soal bahaya LDII, MUI dalam Musyawarah Nasional VII di Jakarta, 21-29 Juli 2005, merekomendasikan bahwa LDII adalah termasuk aliran sesat selevel dengan Ahmadiyah yang harus ditindak tegas dan dibubarkan oleh pemerintah karena sangat meresahkan masyarakat. Bunyi teks rekomendasi itu sebagai berikut:

“Ajaran Sesat dan Pendangkalan Aqidah. MUI mendesak Pemerintah untuk bertindak tegas terhadap munculnya berbagai ajaran sesat yang menyimpang dari ajaran Islam, dan membubarkannya, karena sangat meresahkan masyarakat, seperti Ahmadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), dan sebagainya. MUI supaya melakukan kajian secara kritis terhadap faham Islam Liberal dan sejenisnya, yang berdampak terhadap pendangkalan aqidah, dan segera menetapkan fatwa tentang keberadaan faham tersebut. Kepengurusan MUI hendaknya bersih dari unsur aliran sesat dan faham yang dapat mendangkalkan aqidah. Mendesak kepada pemerintah untuk mengaktifkan BAKORPAKEM dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya baik di tingkat pusat maupun daerah." (Himpunan Keputusan Musyawarah Nasional VII Majelis Ulama Indonesia, Tahun 2005, halaman 90, Rekomendasi MUI poin 7, Ajaran Sesat dan Pendangkalan Aqidah).

Meski mengklaim sudah berparadigma baru, namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa LDII masih mengamalkan doktrin Islam Jama’ah yang menganggap kafir umat Islam di luar jamaah LDII.

Dalam Makalah LDII berjudul Pentingnya Pembinaan Generasi Muda Jama’ah dengan kode H/97dinyatakan: “Dan dalam nasihat supaya ditekankan bahwa bagaimanapun juga cantiknya dan gantengnya orang-orang di luar jama’ah, mereka itu adalah orang kafir, musuh Allah, musuh orang iman, calon ahli neraka, yang tidak boleh dikasihi,” (halaman 8). [taz/ant, dbs]

SUMBER:

  1. Doktrin Mengkafirkan Muslim Selain LDII (Islam Jama'ah), Lahirkan Perceraian.
  2. Inilah Daftar Kesesatan Ahmadiyah dan LDII. 
  3. Kesesatan LDII dan Ahmadiyah.

latestnews

View Full Version