View Full Version
Sabtu, 11 Feb 2012

Diduga Terlibat Membunuh Munir, Gelar Doktor Wakil Ketua PBNU Diprotes

SEMARANG (voa-islam.com) - Universitas Diponegoro Semarang akan menganugerahkan gelar doktor honoris causa kepada mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) As’ad Said Ali, Sabtu (11/2/2012). Namun pemberian gelar itu menuai protes dari LBH Semarang.

Kepala Program LBH Semarang Erwin Dwi Kristanto beralasan Ali As’ad diduga terlibat dalam kasus pelanggaran hak asasi manusia, terutama keterlibatannya dalam kasus meninggalnya aktivis HAM Munir.

“Dia tak pantas untuk mendapatkan gelar honoris causa,” kata Erwin, Jumat (10/2/2012). Menurut dia, As’ad Said Ali justru makin dikenal masyarakat tatkala kasus pembunuhan Munir terungkap pada 2004.

Erwin mengungkapkan, saat persidangan kasus pembunuhan Munir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dari kesaksian Indra Setiawan selaku Direktur Utama PT Garuda Indonesia, terungkap fakta. Yaitu adanya surat tugas yang ditandatangani oleh As’ad Said Ali dari Badan Intelijen Negara, yang menugaskan Pollycarpus sebagai eksekutor pembunuh Munir dalam penerbangan Garuda.

"Semakin jelas bahwa Garuda Indonesia dan BIN adalah penanggung jawab atas meninggalnya Munir,” katanya.

As’ad yang kini juga menjabat Wakil Ketua PB Nahdlatul Ulama pernah tampil menjadi pembicara di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro pada 11 Januari 2012. [widad/trb]


latestnews

View Full Version