View Full Version
Jum'at, 30 Mar 2012

Preman Salibis Ambon Pelaku Pelecehan Muslimah Hanya Divonis 3 Bulan

AMBON (voa-islam.com) – Ketidakadilan hukum kembali dipertontonkan oleh Pengadilan Negeri Ambon dalam memutus perkara salibis tersangka pelecehan syari’at Islam. Markus Sinay (45 tahun) pelaku insiden penarikan jilbab terhadap seorang muslimah di Jalan Tulukabessy (wilayah Kristen), Ambon, pada Desember tahun lalu hanya divonis 3 bulan penjara.

Seperti pernah diberitakan oleh voa-islam.com, pada tanggal 25 desember 2011 seorang muslimah bernama Nurjanah Wala diintimidasi oleh preman salibis yang menarik jilbabnya. Malam itu sekitar pukul 21.00 WIT Nurjanah Wala yang sedang menumpang becak tiba-tiba dicegat oleh seorang laki-laki preman salibis yang bernama Markus Sinay.

Ketika becak yang ditumpangi Nurjanah berhenti tiba-tiba Markus menggoyang-goyangkan becak sambil berteriak memaki meminta agar Nurjanah mau melepaskan jilbab. Tidak puas dengan memaki kemudian Markus menarik-narik jilbab Nurjanah Wala sampai ia terjembab keluar dari becak.

Insiden pelecehan yang terjadi bertepatan dengan hari natal tersebut sempat membuat ketegangan di kota Ambon. Markus Sinay preman salibis penarik jilbab tersebut akhirnya ditangkap oleh polisi. Namun anehnya sejak ditangkap dan ditahan sampai menjalani persidangan Markus Sinay tidak pernah ditahan di Rutan Kejaksaan seperti pelaku kriminal lainnya tapi ia tetap berada di tahanan Polda Maluku.

Sejak penangkapan sampai pada persidangan tidak ada satu pun media sekuler baik lokal maupun nasional yang memberitakan masalah insiden penarikan jilbab di Ambon tersebut. Sampai kemudian tiba-tiba Markus Sinay divonis dengan hukuman 3 bulan penjara.

Dikarenakan Markus sudah ditahan sejak bulan Desember maka ia hanya menjalani hukuman 2 hari saja sejak diputuskannya vonis. Sehingga pada kamis (28/3/2012) Markus Sinay bebas melenggang keluar  penjara dengan senang hati karena ringannya hukuman yang dijalani.

Vonis terhadap Markus jelas telah melukai rasa keadilan kaum muslimin Ambon yang memang sering menjadi korban kezhaliman kaum  salibis.

Ringannya hukuman bagi Markus juga karena tidak adanya perhatian dari tokoh dan ormas Islam yang mengawal kasus ini. Sangat disayangkan sejak awal terjadinya insiden tidak ada sama sekali tokoh masyarakat maupun ulama yang memberikan pernyataan sikap mengecam tindakan tersebut. [AF]


latestnews

View Full Version