View Full Version
Ahad, 01 Apr 2012

Tren Baru Hadapi Polisi, Demonstran Gunakan Air Keras

JAKARTA (voa-islam.com) - Kepala Kepolisian Indonesia, Jenderal Polisi Timur Pradopo, mengungkap, di antara massa demonstran anti penaikan harga BBM kemarin, ada yang membawa dan menyiramkan air keras alias asam sulfat kepada anggotanya.

"Ada anggota kami korban, kami lakukan pengobatan optimal," katanya seraya menambahkan bahwa penyelidikan terhadap kasus itu sedang dilakukan. Dia menyatakan hal itu di sela Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (31/3/2012).

Sementara itu Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, hingga saat ini masih mencari siapa demonstran yang menggunakan cairan berbahaya ketika melakukan aksi unjuk rasa itu.

Tiga orang anggota kepolisian yang terkena air keras yakni Kombes Bimo dan Brigadir Made Adamaz yang merupakan anggota Provos Mabes Polri dan Aiptu Sujono anggota Bidang Humas Polda Metro Jaya. Mereka telah melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Terpadu Polda Metro Jaya.

"Mereka dalam peristiwa itu tidak sadar, kesannya kena cairan saja, tapi tahu-tahu kulit mereka panas melepuh di leher, lengan, dada, dan perut. Ketika digosok justru terluka," ujar Rikwanto.

Ia juga mengatakan, kalau penggunaan cairan kimia adalah modus baru yang digunakan oleh massa ketika sedang melakukan aksi unjuk rasa. "Ini tren baru, akan kami cari siapa yang menggunakan cairan berbahaya ini," ujar Rikwanto. [Widad/dbs]


latestnews

View Full Version